Ipotnews - Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) yang bertahan hijau di sepanjang sesi akhir finis
menguat 1,1 persen (+48 poin) ke level 4569,84 poin pada penutupan
perdagangan hari Senin (19/10).
Indeks LQ45 naik 1,69% ke posisi
785 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,67% ke posisi 612 poin.
Indeks IDX30 naik 1,81% ke level 408 poin. Indeks SRI KEHATI naik 1,88%
ke posisi 265,79 poin. Indeks SMInfra 18
Nilai transaksi
tercatat Rp5,096 triliun. Volume trading sebanyak 7,532 miliar saham.
Pemodal asing membukukan net buy (beli bersih) Rp269 miliar.
Sektor
Consumer +1,24%
Agri +0,82%
Manufaktur +1,29%
Misc-ind +2,64%
Mining -0,13%
Infrastruktur +0,65%
Trade +0,15%
Finance +1,50%
Properti +1,79%
Basic-ind -0,14%
Sektor
aneka industri (misc-ind) masih menjadi penghela utama laju IHSG
setelah naik paling signifikan. Saham unggulan dari sektor tersebut ASII
naik +3,2 persen. SRIL menguat +5,2 persen.
Selain itu laju
IHSG juga ditopang saham-saham properti yang berada di urutan kedua naik
paling signifikan. Saham-saham properti yang menguat seperti SMRA +7,7
persen. BSDE +4,0 persen. PTPP menguat +2,9 persen.
Kepala Riset
PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai laju IHSG
diperkirakan karena para investor berekspektasi positif menjelang rilis
data GDP Indonesia. Dari ekspektasi tersebut, kata Satrio, para investor
berharap adanya penurunan suku bunga.
USD/IDR
Rupiah melemah 0,40% ke level Rp13.559 per dolar AS.
Asia
Bursa
Asia bergerak variatif di tengah aktivitas trading yang fluktuatif pada
perdagangan hari Senin (19/10) setelah data GDP Tiongkok lebih rendah
dari perkiraan. GDP Tiongkok kuartal III tumbuh 6,9 persen dibanding
perkiraan 6,8 persen.
Meski begitu serangkaian data yang
dirilis selain data GDP mengisyaratkan pelemahan indikator ekonomi yang
akan berlangsung lama. Produksi industri naik 5,7% di
periode
bulan September, meleset dari perkiraan yang naik 6,0 persen tetapi di
bawah data bulan Agustus sebesar 6,1 persen. Data fixed asset investment
(FAI)
sebesar 10,3 persen per September 2015 di bahwa estimasi
sebesar 10,8 persen. Hanya data ritel sales tumbuh 10,9 persen atau di
atas estimasi sebesar 10,8 persen.
Indeks Nikkei 225 turun 0,88% (160,57 poin) di posisi 18.131,23 poin
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,04% (8,24 poin) ke level 23.075,61 poin
Indeks Shanghai (China) turun 0,14% (4,65 poin) ke posisi 3386,70
Indeks Strait Times (Singapura) melemah 0,20% (6,11 poin) ke level 3.024,50 poin.
Bursa Eropa
Pasar
saham Eropa dibuka flat pada perdagangan hari Senin (19/10) pagi waktu
setempat. Namun begitu bursa Eropa mulai merambat hijau setelah
pertumbuhan China mengkonfirmasi perlambatan. Indeks acuan bursa Eropa,
the Stoxx Europe 600 naik 0,5 persen.
Indeks FTSE 100 drop 0,17% ke level 6.367,12 poin
Indeks DAX 30 naik 0,74% ke posisi 10.179,21 poin
Indeks CAC 40 naik 0,30% ke level 4.716,67 poin
Oil
Harga
minyak di Asia turun setelah data GDP China kuartal III tumbuh paling
lambat dalam 6 tahun terakhir. Hal ini membangkitkan kembali
kekhawatiran demand terhadap minyak dari negara tersebut.
Harga
minyak WTI turun 36 sen ke posisi 46,90 dolar AS per barel. Sementara
minyak Brent turun 27 sen ke posisi 50,19 dolar AS per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Jelang_Rilis_GDP__IHSG_Menguat_1_1_Persen&level2=newsandopinion&level3=&level4=indeksindonesia&id=3906996#.ViS91s7HKho
Tidak ada komentar:
Posting Komentar