About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 19 Oktober 2015

Market Summary: Jelang Rilis GDP, IHSG Menguat 1,1 Persen

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bertahan hijau di sepanjang sesi akhir finis menguat 1,1 persen (+48 poin) ke level 4569,84 poin pada penutupan perdagangan hari Senin (19/10).

Indeks LQ45 naik 1,69% ke posisi 785 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,67% ke posisi 612 poin. Indeks IDX30 naik 1,81% ke level 408 poin. Indeks SRI KEHATI naik 1,88% ke posisi 265,79 poin. Indeks SMInfra 18  

Nilai transaksi tercatat Rp5,096 triliun. Volume trading sebanyak 7,532 miliar saham. Pemodal asing membukukan net buy (beli bersih) Rp269 miliar.

Sektor
Consumer +1,24%
Agri +0,82%
Manufaktur +1,29%
Misc-ind +2,64%
Mining -0,13%
Infrastruktur +0,65%
Trade +0,15%
Finance +1,50%
Properti +1,79%
Basic-ind -0,14%

Sektor aneka industri (misc-ind) masih menjadi penghela utama laju IHSG setelah naik paling signifikan. Saham unggulan dari sektor tersebut ASII naik +3,2 persen. SRIL menguat +5,2 persen.

Selain itu laju IHSG juga ditopang saham-saham properti yang berada di urutan kedua naik paling signifikan. Saham-saham properti yang menguat seperti SMRA +7,7 persen. BSDE +4,0 persen. PTPP menguat +2,9 persen.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai laju IHSG diperkirakan karena para investor berekspektasi positif menjelang rilis data GDP Indonesia. Dari ekspektasi tersebut, kata Satrio, para investor berharap adanya penurunan suku bunga.

USD/IDR
Rupiah melemah 0,40% ke level Rp13.559 per dolar AS.

Asia
Bursa Asia bergerak variatif di tengah aktivitas trading yang fluktuatif pada perdagangan hari Senin (19/10) setelah data GDP Tiongkok lebih rendah dari perkiraan. GDP Tiongkok kuartal III tumbuh 6,9 persen dibanding perkiraan 6,8 persen. 

Meski begitu serangkaian data yang dirilis selain data GDP mengisyaratkan pelemahan indikator ekonomi yang akan berlangsung lama. Produksi industri naik 5,7% di

periode bulan September, meleset dari perkiraan yang naik 6,0 persen tetapi di bawah data bulan Agustus sebesar 6,1 persen. Data fixed asset investment (FAI)

sebesar 10,3 persen per September 2015 di bahwa estimasi sebesar 10,8 persen. Hanya data ritel sales tumbuh 10,9 persen atau di atas estimasi sebesar 10,8 persen. 

Indeks Nikkei 225 turun 0,88% (160,57 poin) di posisi 18.131,23 poin
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,04% (8,24 poin) ke level 23.075,61 poin
Indeks Shanghai (China) turun 0,14% (4,65 poin) ke posisi 3386,70
Indeks Strait Times (Singapura) melemah 0,20% (6,11 poin) ke level 3.024,50 poin.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa dibuka flat pada perdagangan hari Senin (19/10) pagi waktu setempat. Namun begitu bursa Eropa mulai merambat hijau setelah pertumbuhan China mengkonfirmasi perlambatan. Indeks acuan bursa Eropa, the Stoxx Europe 600 naik 0,5 persen.

Indeks FTSE 100 drop 0,17% ke level 6.367,12 poin
Indeks DAX 30 naik 0,74% ke posisi 10.179,21 poin
Indeks CAC 40 naik 0,30% ke level 4.716,67 poin

Oil
Harga minyak di Asia turun setelah data GDP China kuartal III tumbuh paling lambat dalam 6 tahun terakhir. Hal ini membangkitkan kembali kekhawatiran demand terhadap minyak dari negara tersebut. 

Harga minyak WTI turun 36 sen ke posisi 46,90 dolar AS per barel. Sementara minyak Brent turun 27 sen ke posisi 50,19 dolar AS per barel.

(afp/cnbc/awsj)



Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Jelang_Rilis_GDP__IHSG_Menguat_1_1_Persen&level2=newsandopinion&level3=&level4=indeksindonesia&id=3906996#.ViS91s7HKho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news