Indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,41% (74,75 poin) ke level 18.205,98 pada pukul 08.15 WIB. Kenaikan indeks terutama didorong oleh peningkatan harga saham emiten keuangan dan telekomunikasi.
Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia melorot 0,53% (-27,71) ke level 5.242,00. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten keuangan dan pertambangan logam dan energi, seirin melemahnya harga komoditas tersebut. Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,13% (-2,64 poin) kee possi 2.027,63.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkankembali melanjutkan manuver di teritori positif sepanjang Senin. Analis memperkirakan, indeks masih berpotensi melanjutkan penguatan, menguji tren kenaikan terbatas, di tengah serbuan aksi jual dalam situasi pasar yang sudah overbought dan pelemahan rupiah.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada mayoritas bursa saham global dan IHSG kemarin, serta kembali masuknya dana asing, berpotensi menggerakkan IHSG secara bervariasi dengan kecenderungan menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.940 dan resistance 4.610. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBCA [BBCA 13,275
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan di bursa saham Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penguatan tips pada sejumlah indeks saham acuan. Kenaikan harga saham teknologi berhasil mengimbangi penurunan harga saham emiten minyak bumi, menyusul melemahnya data ekonomi Tiongkok, terlemah dalam lebih dari enam tahun. Pergerakan indeks juga diwarnai oleh rilis kinerja keuangan kuartal ketiga emiten, yang menjadi salah satu perhatian investor.
Dow Jones Industrial Average naik 0,08% (14,57 poin) menjadi 17.230,54.
S&P 500 bergeser 0,03% (0,55 poin) ke posisi 2.033,66.
Nasdaq Composite melaju 0,38% (18,78 poin) ke level 4.905,47.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melorot -1,37% menjadi US$20,94.
Bursa saham Utama Eropa, tadi malam ditutup bervariasi diwarnai dengan lesunya perdagangan karena investor masih menanti kemungkinan munculnya stimulus, menyusul melemahnya PDB kuartal ketiga China.
Harga saham emiten pertambagan dan migas, tertekan penurunan harga komoditas merespons perlambatan pertumbuhan China. Produksi industri China tumbuh 5,7 persen year on year pada periode September, di bawah estimasi para analis sebesar 6,0 persen.
Restrukturisasi Deutsche Bank mendongkrak harga sahamnya hingga 3,70 persen, mendeorong laju indeks DAX 30 Jerman.
FTSE 100 London melorot 0,40% (-25,71 poin) ke posisi 6.352,33.
CAC 40 Paris naik tipis 0,03% (1,28 poin) menjadi 4.704,07.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,59% (59,88 poin) ke level 10.164,31.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia pagi tadi menguat, terutama terhadap euro didorong harapan pada stimulus lebih besar di zona euro menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) besok.
Penguatan dolar juga didukung oeh kenaikan Indeks Pasar Perumahan dari National Association of Home Builders/Wells Fargo yang memperlihatkan meningkatnya kepercayaan pengembang AS untuk membangun rumah baru pada Oktober ini, naik 3 poin menjadi 64, tertinggi sejak November 2005.
Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS menguat 0,41 persen menjadi 94,924.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak dunia pagi tadi turun tajam, tertekan oleh kekhawatiran akan kondisi ekonomi China setelah data menunjukkan pelemahan pertumbuhan PDB dan produksi industri.
Pasar juga sedang menunggu pertemuan teknis para pakar OPEC dan non-OPEC di Wina pada Rabu, di tengah dorongan beberapa produsen termasuk Venezuela untuk menaikkan harga.
-Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman November, turun US$1,37 (-2,9%) menjadi US$45,89 per barel.
-Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember, turun US$1,85 menjadi US$48,61 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX, New York Mercantile Exchange, pagi tadi kembali membukukan penurunan terpengaruh oleh penguatan dolar AS.
-Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$10,3 (-0,87%) menjadi US$1.172,80 per ounce.
-Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi US$1.169,71 per ounce. (AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Variatif__IHSG_Berpotensi_Menguat_Diganggu_Aksi_Jual_&level2=newsandopinion&id=3908395&img=level1_topnews_1&urlImage=#.ViWqx9Kqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar