Ipotnews - Sempat
bergerak melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya finis di
zona hijau pada penutupan trading Jumat (16/10) akhir pekan ini mengekor
pergerakan bursa regional. Para pemodal memperkirakan data GDP China
yang akan dirilis pada Senin pekan depan akan buruk sehingga memicu
spekulasi kebijakan stimulus di Tiongkok.
IHSG naik 0,3% (15
poin) ke posisi 4.521,88 poin. Indeks LQ45 naik 0,62% ke posisi 775
poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,91% ke posisi 605 poin. Indeks
IDX30 naik 0,66% ke level 403 poin. Nilai transaksi tercatat Rp5,325
triliun. Volume trading sebanyak 8,106 miliar saham. Pemodal asing
membukukan net sell (jual bersih) Rp85 miliar.
Sektor
Consumer -0,08%
Agri +0,69%
Manufaktur +0,67%
Misc-ind +1,01%
Mining -0,43%
Infrastruktur +0,27%
Trade +0,80%
Finance +0,27%
Properti -0,43%
Basic-ind +2,16%
Seperti
halnya pada sesi pertama, sektoral dalam IHSG bergerak variatif.
Sektoral industri dasar (basic-ind) naik paling signifikan yang
selanjutnya adalah sektoral aneka industri (misc-ind). Sedangkan
sektoral properti dan mining secara bersama-sama melemah paling buruk.
Saham-saham
Top Gainers LQ45 pada trading hari ini adalah INTP, MPPA, TBIG, SSMS,
INDF, SRIL, JSMR, UNTR, AKRA dan SMGR. Sedangkan Top 10 Losers LQ45
yakni EXCL, ITMG, ASRI, MNCN, INCO, PWON, WTON, PTBA, ADHI dan PTPP.
USD/IDR
Rupiah melemah 0,53% ke level Rp13.537 per dolar AS.
Asia
Pasar
saham Asia melaju naik pada perdagangan hari Jumat (16/10) akhir pekan
ini berkat kerekan bursa saham Wall Street yang bergerak positif tadi
malam. Para investor di pasar Asia berspekulasi kemungkinan lanjutan
kebijakan stimulus di Jepang dan Tiongkok.
Pasar saham AS
menguat tajam berkat menguatnya saham-saham finansial dan data
perekonomian yang sedikit membaik yang mendorong penundaan kenaikan suku
bunga the Fed. Indeks Dow Jones dan S&P 500 menguat masing-masing
di atas level psikologis 17.000 dan 2.000 poin.
Analis HSBC
Steven Sun mengatakan market mencermati data pekan depan karena data
ekonomi yang buruk berarti akan banyak kebijakan stimulus untuk
mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi, maka dari itu hari terlihat
reaksi yang positif (di pasar Asia).
Sejumlah data perekonomian
akan dipublikasikan China pada hari Senin pekan depan disertai yang
paling menarik perhatian adalah pertumbuhan GDP China periode kuartal
III. Polling Reuters memperkirakan GPD China kuartal III akan tumbuh 6,8
persen dibanding periode yang sama tahun lalu atau drop dari level 7%
pada kuartal II lalu.
Indeks Nikkei 225 naik 1,08% (194,90 poin) di posisi 18.291,80 poin
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,78% (179,20 poin) ke level 23.067,37 poin
Indeks Shanghai (China) naik 1,60% (53,28 poin) ke posisi 3391,35
Indeks Strait Times (Singapura) naik 0,61% (18,51 poin) ke level 3.033,65 poin.
Bursa Eropa
Indeks
bursa saham Eropa dibuka naik pada perdagangan hari Jumat (16/10) pagi
waktu setempat mengekor pergerakan positif bursa saham Amerika Serikat
dan Asia sejalan dengan sikap para investor yang fokus pada kinerja
emiten. Indeks acuan bursa Eropa, the Stoxx Europe 600 menguat 0,5
persen.
Indeks FTSE 100 naik 0,45% ke level 6.367,10 poin
Indeks DAX 30 naik 0,64% ke posisi 10.128,81 poin
Indeks CAC 40 naik 0,58% ke level 4.702,56 poin
Oil
Harga
minyak menguat di pasar komoditi Asia pada perdagangan hari Jumat
(16/10) pekan ini, mengakhiri 4 hari koreksi secara langsung seiring
kabar Rusia telah bersiap membicarakan pemangkasan produksi pada
pertemuan negara-negara pengekspor minyak (OPEC) yang akan berlangsung
pekan depan.
Harga minyak WTI up 1,14% ke posisi 46,91 dolar AS
per barel. Sementara minyak Brent naik 0,95% ke posisi 50,20 dolar AS
per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Spekulasi_Stimulus_Dorong_Regional__IHSG_Naik_0_3%_&level2=newsandopinion&id=3903210&img=level1_topnews_3&urlImage=#.ViDJPW5RLgw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar