About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 07 Maret 2016

Market Brief: Global Cenderung Turun, IHSG Berpotensi Melemah Terbatas

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (8/3) dibuka melemah, di tengah tren pelemahan bursa saham Eropa dan bervariasinya bursa AS. Kenaikan harga minyak dan komoditas pertambangan tak mampu mempertahankan indeks saham global di zona hijau.

Bursa saham Australia yang dibuka menguat dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 sebesar 0,46 persen, didorong kenaikan harga saham sektor energi, pertambangan dan keuangan, berlanjut melemah. Indeks turun tipis 0,06% (-3,01 poin) ke level 5.139,80, pada pukul 8:15 WIB. Pasar kembali mengkhawatirkan kejatuhan harga minyak, yang melonjak lebih dari 5 persen di bursa Eropa dan AS.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang merosot 1,15% (-194,45 poin) menjadi 16.716,87, setelah dibuka melemah 0,37 persen. Indeks tertekan oleh kenaikan nilai tukar yen terhadap dolar AS kembali menekan harga saham-saham eksportir. Hasil revisi data ekonomi Jepang yang menunjukkan penyusutan PDB sebesar 1,1 persen pada kuartal keempat 2015.lebih baik dari perkiraan semula, yang minus 1,4%, tak mampu mendogkrak indeks saham.

Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,51% ke posisi 1.947,98. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,14% menjadi 20.132,10. Indeks Shanghai Composite, China, turun tipis 0,06% menjadi 2.895,67.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu keluar dari tekanan pelemahan, di tengah bervariasinya pergerakan indeks saham global yang cenderung melemah, setelah kemarin terjungkal ke zona merah. Sejumlah analis memperkirakan, indeks berpotensi berbalik arah, melanjutkan tren penguatan didukung sentimen positif kenaikan cadangan devisa Februari. Masuknya dana asing juga berpotensi mengangkat indeks, di tengah koreksi pasar yang menyebabkan pelemahan indeks secara terbatas.

Tim Riset Indo Permier berpendapat, penguatan mayoritas bursa saham global dan arus masuk aliran dana investor asing ke IHSG kemarin, di tengah pelemahan awal perdagangan bursa saham asia dan pelemahan nilai tukar rupiah pagi ini berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.800 dan resistance 4.860.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WSKT [WSKT 1,905 5 (+0,3%)](Spec Buy, TP: Rp1.915, Support: Rp1.890), SMGR [SMGR 10,400 -25 (-0,2%)] (BoW TP: Rp10.500, Support: Rp10.300), PTBA [PTBA 6,475 675 (+11,6%)] (SoS TP: Rp6.950, Support: Rp6.100), INCO [INCO 1,940 160 (+9,0%)] (SoS TP: Rp2.010, Support: Rp1.795).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir mixed, terdorong oleh kenaikan harga minyak dan komditas pertambangan logam, sementara penurunan harga sejumlah saham teknologi menekan indeks Nasdaq. Harga saham energi berlompatan seiring dengan melonjaknya harga minyak lebih dari 5 persen.

Dow Jones Industrial Average naik 0,40% (67.18 poin) menjadi 17.073,95.
S&P 500 sedikit menguat 0,09% (1.77 poin) ke level 2.001,76.
Nasdaq Composite turun 0,19% (-8.77 poin) ke posisi 4.708,25.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,55% menjadi US$23,69.

Bursa saham utama Eropa tadi malam melemah, dengan menempatkan semua indeks saham acuan utama di zona merah. Kenaikan harga minyak dan komoditas pertambangan, tak mampu mendongkrak indeks yang tertekan oleh laporan kinerja sejumlah emiten dan kinerja ekonomi China yang tidak memuaskan. Investor menunggu sinyal arah pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa Kamis besok.

FTSE 100 London melemah 0,27% (-17,03 poin) menjadi 6.182,40.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,46% (-45,24 poin) ke level 9.778,93.
CAC 40 Paris turun 0,32% (-14,33 poin) ke posisi 4.442,29.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York terhadap sebagian besar mata uang utama dunia pagi tadi melemah, terpengaruh oleh kenaikan harga minyak yang memicu permintaan pasar terhadap mata uang berisiko yang sensitif terhadap harga komoditas, termasuk euro. Harga minyak dan logam naik terdoronng oleh pernyataan Beijing bahwa ekonomi China tak akan mengalamai hard landing. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,24 persen menjadi 97,13 pada akhir perdagangan.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Currency
Value
Change
% Change
Time (ET)
Euro (EUR-USD)
1.1013
-0.0001
-0.01%
6:03 PM
Poundsterling (GBP-USD)
1.4262
-0.0003
-0.02%
6:03 PM
Yen (USD-JPY)
113.34
-0.12
-0.11%
6:06 PM
Yuan (USD-CNY)
6.5168
0.0088
+0.14%
10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)
13,085.00
-47.00
-0.36%
3:59 AM
Sumber : Bloomberg.com, 7/3/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat, naik lebih dari 5 persen, ditopang oleh bangkitnya kembali harapan investor akan berkurangnya pasokan minyak global. Pasar menanggapi positif pernyataan Menteri Perminyakan Uni Emirat Arab bahwa harga minyak saat ini memaksa semua produsen uuntuk membekukan produksinya. Pasar juga mendapatkan sinyal positif, setelah Chia merilis rencana ekonomi lima tahun dan AS melaporkan pertumbuhan data ketenagakerjaan, kemarin. Departemen Energi AS mngekspektasikan produksi minyak AS akan turun dalam enam bulan berturut-turut pada April nanti.

Harga minyak WTI untuk penyerahan April naik $1.98 (5,5%) menjadi $37.90 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei naik $2.12 (5,3%) menjadi $40.84 per barrel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melemah, tertekan oleh kenaikan indeks harga saham acuan di bursa Wall Street yang terangkat oleh kenakan harga minyak global. Harga emas di bursa berjangka juga turun akibat technical sellingsetelah melonjak lebih dari empat persen pada pekan lalu, dan sejumlah analis mengatakan harga emas sudah overheated. Kejatuhan harga emas sedikti terthan oleh pelemahan dolar AS.

Harga emas untuk pengiriman April turun US$6,7 (0,53%) menjadi US$1.264,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,63% menjadi US$1.266,96 per ounce
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news