About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 15 Maret 2016

Market Brief: Asia Mixed, Ada Peluang Kenaikan IHSG Di Tengah Maraknya Aksi Jual

Ipotnews - Bursa saham Asia, pagi ini (16/3) dibuka bervariasi di tengah penantian investor akan keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS, dan pernyataan The Fed tentang kondisi ekonomi saat ini serta arah kebijakan suku bunga di masa mendatang.

Mengawali perdagangan saham global hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka cenderung mendatar, tertekan oleh penurunan harga saham energi dan pertambangan akibat turunnya harrga minyak dan komoditas logam dasar. Namun pelemahan indeks tertahan oleh kenaikan harga saham di sektor keuangan. Indeks ASX 200 naik tipis 0,04% (2,18 poin) ke level 5.113,60 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,26% (-43,89 poin) ke posisi 17.073,18, setelah dibuka melemah 0,5 persen. Pelemahan indeks terpengaruh oleh penurunan tajam harga saham emiten eksportir, terutama di sektor otomotif dan elektronika, akibat penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 0,38% menjadi 1.977,40. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,25% ke level 20.339,90. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,20% ke level 2.858,71

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu masuk  ke zona hijau, meskipun terbebani oleh tren negatif di bursa saham global, setelah kemarin tenggelam di zona merah. Sejumlah analis memperkirakan indeks akan mampu berbalik ke teritori positif didorong oleh sentimen positif tren apresiasi rupiah. Namun di pihak lain indeks masih berpeluang melanjutkan pelemahan akibat tekanan pelemahan bursa ekuitas regional dan maraknya aksi jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat bervariasinya pergerakan bursa saham global, di tengah pelemahan IHSG kemarin, dan bursa saham Asia serta nilai tukar rupiah pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.820 dan resistance 4.880.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SSIA [SSIA 715 10 (+1,4%)] (Spec Buy, TP: Rp770, Support: Rp680), SRIL [SRIL 293 11 (+3,9%)](Spec Buy; TP: Rp292, Support: Rp267), KLBF [KLBF 1,295 -10 (-0,8%)] (BoW TP: Rp1.320, Support: Rp1.290), PWON [PWON 530 10 (+1,9%)] (Sell TP: Rp530, Support: Rp515).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street hingga pagi tadi berakhir bervariasi cenderung melemah di tengah penantian akan hasil pertemuan FOMC AS. Sentimen pasar memburuk setelah rilis sejumlah data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan, dan penurunan harga minyak. Penurunan tajam harga emiten farmasi dan perawatan kesehatan semakin membebani indeks.

Rilis data penjualan ritel AS untuk Februari turun lebih rendah dari perkiraan sebesar 0,1 persen, namun reivisi angka penjualan Januari turun menjadi 0,4 persen, lebih rendah dari laporan sebelumnya sebesar 0,2 persen. Indeks Harga Produsen untuk Februari turun 0,2 persen, dan persediaan bisnis untuk Januari naik 0,1 persen.

Dow Jones Industrial Average anaik 0,13% (22.40 poin) ke level 17.251,53.
S&P 500 melemah 0,18% (-3.71 poin) menjadi 2.015,93.
Nasdaq Composite melorot 0,45% (-21.61 poin) ditutup di 4.728,67.

Harga ETF saham Indonesia di New York Stocks Exchange turun 1,26% menjadi US$23,59.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga berakhir melemah, tertekan leh penurunan tajam harga saham-saham pertambangan dan harga minyak. Penurunan harga logam dunia menyeret kejatuhan harga saham sektor pertambangan logam dasar hingga 4,7 persen. Perhatian pasar tertuju pada pertemuan kebijakan moneter sejumlah bank sentral dunia, setelah bank sentral Jepang memutuskan untuk tidak menambah stimulus, menjelang hasil rapat The Fed, Rabu ini, yang akan dilanjutkan dengan rapat kebijakan bank sentral Inggris, Norwegia dan Swiss.

FTSE 100 London melorot 0,56% (-34,60 poin) menjadi 6.139,97.
DAX 30 Frankfurt juga turun 0,56% (-56,41 poin) ke level 9.933,85.
CAC 40 Paris anjlok 0,75% (-33,96 poin) berakhir di 4.472,63.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup variatif, terpengaruh oleh suramnya rilis sejumlah data ekonomi AS. Pasar juga menunggu pengumuman keputusan FOMC. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap sejumlah mata uang mitra dagang AS, cenderung mendatar, naik 0,01% menjadi 96,633.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency
Value
Change
% Change
Time (ET)
Euro (EUR-USD)
1.1111
0.0002
+0.02%
6:36 PM
Poundsterling (GBP-USD)
1.4156
0.0005
+0.04%
6:36 PM
Yen (USD-JPY)
113.14
-0.04
-0.04%
6:36 PM
Yuan (USD-CNY)
6.5145
0.0145
+0.22%
11:24 AM
Rupiah (USD-IDR)
13,164.00
107.00
+0.82%
4:59 AM
Sumber : Bloomberg.com, 15/3/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak dunia di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi terus melemah seiring dengan memudarnya harapan akan kesepakata pembekuan batas produsksi minyak para produsen minyyak menhta dunia. Pasar menunggu rilis data persediaan minyak AS yang akan dirilis Rabu ini, yang diperkirakan akan mengalami peningkatan.

Harga minyak WTI untuk penyerahan April turun 84 sen menjadi US$36.34 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei turun 79 sen menjadi US$38.74 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melemah, menjelang keputusan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal AS yang dijadwalkan Rabu ini. Kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, mendorong investor untuk menghindari emas untuk sementara waktu.

Harga emas untuk pengiriman April US$14,1 (- 1,13%) menjadi US$1.231 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$1.233,96.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news