About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Jumat, 09 Oktober 2015

Market Summary: Transaksi Semarak, IHSG Naik 2,18 Persen di Akhir Pekan

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus melaju di zona hijau pada perdagangan Jumat (9/10) akhir pekan ini setelah menguat +2,18 persen. Posisi IHSG naik 97,91 poin dan finis pada level 4.589,34 poin.

Indeks LQ45 naik 2,65% ke posisi 788,95 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,37% ke posisi 615,42 poin. Indeks IDX30 naik 2,54% ke level 410,27 poin. Indeks SRI KEHATI menguat 2,25% ke level 266,75 poin. Indeks SMInfra18 naik 1,92% ke posisi 298,54 poin.

Nilai transaksi tercatat Rp7,823 triliun. Volume trading sebanyak 9,028 miliar saham. Pemodal asing membukukan net buy (beli bersih) Rp199 miliar.

Sektor
Agri +0,86%
Mining +3,48%
Properti +2,63%
Infrastruktur +1,29%
Finance +2,51%
Trade +1,88%
Manufaktur +2,23%
Consumer +0,46%
Basic-ind +2,41%
Misc-ind +4,94%

Saham-saham mining melonjak signifikan seiring lonjakan harga minyak di pasar global yang naik tajam. Beberapa saham mining yang naik seperti ADRO +9,68%. ANTM +0,42%. BYAN +2,50%. ELSA +2,59%. HRUM +2,78%. INCO +7,44%. PTBA +7,50%. TINS +3,65%.  

Seluruh sektor dalam IHSG bergerak menguat. Sektor aneka industri (misc-ind) menjadi sektor yang naik paling signifikan ditopang oleh saham-saham di antaranya ASII yang menguat +5,93%. AUTO +2,24%. GJTL +9,17%. INDR +12,50%. PRAS +3,08%. SMSM +0,22%.

Saham-saham lain yang adalah dari sektor properti dan finance. Saham properti seperti PWON naik +6,7%. ASRI +6,6%. BSDE +6,4%. Sedangkan saham-saham finansial yang menguat adalah BCA +0,8%. Bank Mandiri naik +2,2%. BRI naik +5,8%. BNI +4,0%.

USD/IDR
Sempat melemah 0,02% pada perdagangan Kamis kemarin, hari ini rupiah menguat 1,20% ke level Rp13.397 per dolar AS.

Asia
Indeks di pasar saham Asia berjejer menguat pada jeda perdagangan hari Jumat (9/10) mengekor pergerakan positif pasar saham Wall Street Amerika Serikat. Penguatan pasar saham Asia dipicu langkah the Fed yang menunda kenaikan suku bunga.

Analis Credit Suisse Damien Boey menilai apa yang terjadi adalah soal persepsi bahwa kebijakan (moneter) the Fed tetap longgar mengantarkan pelemahan dolar AS dan menolong emerging market seperti China menguat. Namun dia tak yakin bahwa masalah bagi China belum berakhir meskipun pelemahan apa yang investor cermati belum tercermin.

Risalah meeting the Fed bulan September lalu mengindikasikan tetap mewaspadai inflasi domestik di AS dan dampak dari pelemahan ekonomi global.

Penguatan tersebut karena para investor mencermati risalah meeting the Fed bulan September. "Ini adalah kombinasi penguatan harga minyak dan risalah meeting the Fed telah mendongkrak indeks saham," kata Peter Cardillo, Chief Economist Rockwell Global Capital seperti dikutip CNBC.

Indeks Nikkei 225 naik 1,64% (297,50 poin) ke posisi 18.438,67 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,46% (103,89 poin) ke level 22.458,80 poin
Indeks Shanghai (China) naik 1,27% (39,79 poin) ke posisi 3183,15
Indeks Strait Times (Singapura) drop 1,61% (47,44 poin) ke level 2.994,47 poin.

Bursa Eropa
Indeks utama pasar saham Eropa dibuka menguat pada perdagangan hari Jumat (9/10) pagi waktu setempat setelah bursa saham seperti Asia dan Wall Street menguat setelah the Fed menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga acuan sampai tahun depan.

Indeks FTSE 100 naik 0,81% ke level 6.426,46 poin
Indeks DAX 30 rally 1,0% ke posisi 10.100,78 poin
Indeks CAC 40 naik 1,0% ke level 4.723,28 poin

Oil
Harga minyak memperpanjang penguatan pada perdagangan hari Jumat (9/10) di tengah harapan permintaan yang meningkat dan turunnya produksi minyak di Amerika Serikat akan mengurangi pasokan. Banjir pasokan di pasar global menekan harga minyak selama lebih dari 1 tahun terakhir.

Harga minyak WTI naik 0,49% ke posisi 49,67 dolar AS per barel. Sementara minyak Brent naik 0,45% sen ke posisi 53,29 dolar AS per barel.

(afp/cnbc/awsj)




Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Transaksi_Semarak__IHSG_Naik_2_18_Persen_di_Akhir_Pekan&level2=newsandopinion&id=3892058&img=level1_topnews_2&urlImage=bei%20wartaekonomi2.jpg#.VheR4m5RLgw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news