Ipotnews - Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) masih terus melaju di zona hijau pada perdagangan
Jumat (9/10) akhir pekan ini setelah menguat +2,18 persen. Posisi IHSG
naik 97,91 poin dan finis pada level 4.589,34 poin.
Indeks
LQ45 naik 2,65% ke posisi 788,95 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik
2,37% ke posisi 615,42 poin. Indeks IDX30 naik 2,54% ke level 410,27
poin. Indeks SRI KEHATI menguat 2,25% ke level 266,75 poin. Indeks
SMInfra18 naik 1,92% ke posisi 298,54 poin.
Nilai transaksi
tercatat Rp7,823 triliun. Volume trading sebanyak 9,028 miliar saham.
Pemodal asing membukukan net buy (beli bersih) Rp199 miliar.
Sektor
Agri +0,86%
Mining +3,48%
Properti +2,63%
Infrastruktur +1,29%
Finance +2,51%
Trade +1,88%
Manufaktur +2,23%
Consumer +0,46%
Basic-ind +2,41%
Misc-ind +4,94%
Saham-saham
mining melonjak signifikan seiring lonjakan harga minyak di pasar
global yang naik tajam. Beberapa saham mining yang naik seperti ADRO
+9,68%. ANTM +0,42%. BYAN +2,50%. ELSA +2,59%. HRUM +2,78%. INCO +7,44%.
PTBA +7,50%. TINS +3,65%. Â
Seluruh sektor dalam IHSG
bergerak menguat. Sektor aneka industri (misc-ind) menjadi sektor yang
naik paling signifikan ditopang oleh saham-saham di antaranya ASII yang
menguat +5,93%. AUTO +2,24%. GJTL +9,17%. INDR +12,50%. PRAS +3,08%.
SMSM +0,22%.
Saham-saham lain yang adalah dari sektor properti
dan finance. Saham properti seperti PWON naik +6,7%. ASRI +6,6%. BSDE
+6,4%. Sedangkan saham-saham finansial yang menguat adalah BCA +0,8%.
Bank Mandiri naik +2,2%. BRI naik +5,8%. BNI +4,0%.
USD/IDR
Sempat melemah 0,02% pada perdagangan Kamis kemarin, hari ini rupiah menguat 1,20% ke level Rp13.397 per dolar AS.
Asia
Indeks
di pasar saham Asia berjejer menguat pada jeda perdagangan hari Jumat
(9/10) mengekor pergerakan positif pasar saham Wall Street Amerika
Serikat. Penguatan pasar saham Asia dipicu langkah the Fed yang menunda
kenaikan suku bunga.
Analis Credit Suisse Damien Boey menilai
apa yang terjadi adalah soal persepsi bahwa kebijakan (moneter) the Fed
tetap longgar mengantarkan pelemahan dolar AS dan menolong emerging
market seperti China menguat. Namun dia tak yakin bahwa masalah bagi
China belum berakhir meskipun pelemahan apa yang investor cermati belum
tercermin.
Risalah meeting the Fed bulan September lalu
mengindikasikan tetap mewaspadai inflasi domestik di AS dan dampak dari
pelemahan ekonomi global.
Penguatan tersebut karena para
investor mencermati risalah meeting the Fed bulan September. "Ini adalah
kombinasi penguatan harga minyak dan risalah meeting the Fed telah
mendongkrak indeks saham," kata Peter Cardillo, Chief Economist Rockwell
Global Capital seperti dikutip CNBC.
Indeks Nikkei 225 naik 1,64% (297,50 poin) ke posisi 18.438,67 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,46% (103,89 poin) ke level 22.458,80 poin
Indeks Shanghai (China) naik 1,27% (39,79 poin) ke posisi 3183,15
Indeks Strait Times (Singapura) drop 1,61% (47,44 poin) ke level 2.994,47 poin.
Bursa Eropa
Indeks
utama pasar saham Eropa dibuka menguat pada perdagangan hari Jumat
(9/10) pagi waktu setempat setelah bursa saham seperti Asia dan Wall
Street menguat setelah the Fed menyatakan tidak akan menaikkan suku
bunga acuan sampai tahun depan.
Indeks FTSE 100 naik 0,81% ke level 6.426,46 poin
Indeks DAX 30 rally 1,0% ke posisi 10.100,78 poin
Indeks CAC 40 naik 1,0% ke level 4.723,28 poin
Oil
Harga
minyak memperpanjang penguatan pada perdagangan hari Jumat (9/10) di
tengah harapan permintaan yang meningkat dan turunnya produksi minyak di
Amerika Serikat akan mengurangi pasokan. Banjir pasokan di pasar global
menekan harga minyak selama lebih dari 1 tahun terakhir.
Harga
minyak WTI naik 0,49% ke posisi 49,67 dolar AS per barel. Sementara
minyak Brent naik 0,45% sen ke posisi 53,29 dolar AS per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Transaksi_Semarak__IHSG_Naik_2_18_Persen_di_Akhir_Pekan&level2=newsandopinion&id=3892058&img=level1_topnews_2&urlImage=bei%20wartaekonomi2.jpg#.VheR4m5RLgw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar