Investor masih menunggu pembukaan bursa China, setelah Deputi Gubernur Bank Sentral China mengatakan bahwa koreksi di bursa saham "hampir berakhir".
Indeks ASX 200 melemah 0,76% (-39,99 poin) ke level 5.239,70 pada pukul 08.30 WIB. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham-saham emiten perbankan dan pertambangan.
Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak mendatar 0,02% di level 2.019,86. Indeks Straits Times, Singapura dibuka melemah 0,4%.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu bertahan di teritori positif, setelah berhasil membukukan kenaikan sepanjang pekan lalu.
Analis memperkirakan, penguatan rupiah masih memberikan sentimen positif laju indeks saham, sehingga berpeluang melanjutkan penguatan di tengah peluang terjadinya pembalikan arah akibat aksi ambil untung.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan di bursa saham global dan IHSG akhir pekan kemarin, serta kembali masuknya dana asing berpotensi mendorong IHSG untuk melanjutkan penguatan, bergerak pada rentang support 4.540 dan resistance 4.640.
Waspadai adanya peluang profit taking, karena IHSG sudah naik cukup signifikan sepanjang pekan lalu. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 2,710
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan kenaikan, memperkuat tren kenaikan sepanjang pekan lalu.
Analis mengatakan sentimen investor menguat berkat meningkatnya kepercayaan bahwa Federal Reserve AS akan menunda menaikkan suku bunganya untuk beberapa waktu mendatang dan ekonomi masih bekerja baik serta suku bunga akan tetap rendah hingga tahun depan. Investor masih menahan diri, menunggu rilis data kinerja keuangan emiten kuartal ketiga.
Dow Jones Industrial Average naik 0,20% (33,74 poin) ke17.084,49, naik 3,7% sepanjang pekan.
S&P 500 naik tipis 0,07% (1,46 poin) menjadi 2.014,89, naik 3,26% sepenjang pekan lalu..
Nasdaq Composite melaju 0,41% (19,68 poin) ke posisi 4.830,47.
Harga ETF saham Indonesia di New York Stocks Exchange meleat 3,97% ke posisi US$22,02.
Bursa saham Eropa akhir pekan lalu juga berakhir dengan membukukan kenaikan, mengikuti tren positif di bursa saham global dan penguatan harga minyak, serta meredanya kekhawatiran akan kenaikan suku bunga.
Tren kenaikan harga minyak dan pengaruhnya terhadap harga saham emiten terkait minyak menjadi perhatian investor, setelah PIRA Energy Group mengekspektasikan kenaikan harga minyak hingga US$70 pada akhir 2016.
FTSE 100 London, menguat 0,65% (41,34 poin) menjadi 6.416,16.
DAX 30 Frankfurt, melesat 1,04% (103,53 poin) ke level 10.096,60.
CAC 40 Paris, melaju 0,54% (25,48 poin) ke posisi 4.701,39.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia akhir pekan lalu kembali melemah, melanjutkan efek rilis risalah pertemuan The Fed memutuskan penundaan kenaikan suku bunga karena kekhawatiran akan penurunan inflasi dan data ketenagakerjaan AS.
Analis mengatakan, risalah pertemenuan The Fed medorong investor untuk mengambil posisi jual dolar, sehingga menekan kurs dolar. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,55 persen menjadi 94,813.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak dunia akhir pekan lalu berakhir bervariasi dipicu beragam sentimen mulai dari kelebihan pasokan minyak hingga penurunan pengeboran minyak di Amerika Serikat (AS) dalam enam pekan terakhir.
Harga minyak dunia, baik Brent North Sea dan West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan kenaikan 9 persen pada pekan ini meski harga minyak Brent turun pada Jumat pekan ini, terbesar dalam enam minggu terakhir.
Sejumlah pelaku pasar pun khawatir dengan hasil produksi di Kanada sehingga menambah dukungan untuk penguatan harga minyak mentah WTI.
Perusahaan jasa perminyyakan Baker Hughes kembali melaporkan pengurangan jumlah operasi anjungan minyak AS sebanyak 9 rig, sehingga jumlah yang berhenti beroperasi hingga akhir pekan lalu mencapao 605 rig dari 1.609 rig tahun lalu.
Harga minyak WTI untuk pengiriman November naik 20 sen menjadi US$ 49,63, tertinggi sejak akhir Juli.
Harga minyak Brent untuk penyerahan November justru turun 40 sen menjadi US$ 52,65.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu kembali menguat terangkat oleh pelemahan dolar AS seiring rilis risalah pertemuan The Fed September lalu.
Para analis mengatakan bahwa risalah pertemuan The Fed yang "dovish" dan penundaan kenaikan suku bunga mendukung harga emas. Pelemahan data ekonomi AS dan kekhawatiran akan perekonomian global menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, mendongkrak harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$11,60 (1,01%) menjadi US$1.155,90 per ounce, naik 1,70% sepanjang pekan.
Harga emas di pasar spot naik 1,6% menjadi US$1.156,81 per ounce, naik 1,5% sepanjang pekan. (AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Tren_Penguatan_Berpeluang_Berlanjut__Waspadai_Profit_Taking&level2=newsandopinion&id=3893774&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-Kontan.jpg#.Vhsl3W5RLgw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar