Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam -3,19% (147,63 poin) ke level 4483,07 poin mengikuti jejak koreksi yang terjadi di pasar saham Asia. Sentimen neraca perdagangan Tiongkok yang buruk mengantarkan regional Asia bergerak di zona merah.
Indeks LQ45 turun 4,23% ke posisi 763,11 poin. Jakarta Islamic Index (JII) drop 4,21% ke posisi 592,97 poin. Indeks IDX30 melemah 4,34% ke level 396,71 poin. Indeks SRI KEHATI anjlok 4,17% ke level 258,34 poin. Indeks SMInfra18 melorot 3,20% ke posisi 291,56 poin.
Nilai transaksi tercatat Rp6,178 triliun. Volume trading sebanyak 6,854 miliar saham. Pemodal asing membukukan net sell (jual bersih) Rp364 miliar.
Sektor
Consumer -2,43%
Agri -0,07%
Manufaktur -4,11%
Misc-ind -7,24%
Mining -2,96%
Infrastruktur -2,64%
Trade -2,09%
Finance -3,41%
Properti -2,96%
Basic-ind -4,57%
Sektor aneka industri (misc-ind) melemah paling buruk dimotori saham-saham antara lain ASII yang melemah 8,58 persen. GJTL -5,26%. PRAS -2,22%. SMSM -2,49%. SRIL -4,13%.
Saham-saham industri dasar (basic-ind) ikut memperburuk performa IHSG. Saham-saham industri dasar yang melemah di antaranya: AMFG -0,77 persen. ARNA -1,0 persen. CPIN -4,27 persen. DAJK -3,28 persen. IGAR -3,85 persen. INCI -0,95 persen. INTP -9,66 persen. KRAS -2,90 persen. SMGR -4,35 persen.
USD/IDR
Rupiah melemah tajam 1,11% pada perdagangan Senin ke level Rp13.618 per dolar AS.
Asia
Bursa saham Asia (kecuali China) turun tajam ke zona merah pada penutupan trading hari Selasa (13/10) dengan saham-saham komoditi menjadi lokomotif pelemahan setelah data neraca perdagangan Tiongkok membangkitkan lagi kekhawatiran terhadap perekonomian negara tersebut.
Pelemahan neraca perdagangan Tiongkok juga menyebabkan koreksi mata uang di Asia. Dolar Australia dan Dolar New Zealand melanjutkan koreksi setelah publikasi data Tiongkok itu. Ekspor Tiongkok drop 3,7 persen pada periode September. Sementara impor turun 20,4 persen meski mencatat surplus senilai 60,34 miliar dolar AS.
Analis IG Market Angus Nicholson berpendapat ekspor Tiongkok lebih baik dari perkiraan dan impor turun lebih buruk tetapi kedua indikator tersebut berlanjut melemah secara year on year. Sementara analis Standard Chartered Callum Henderson sependapat bahwa pelemahan impor yang lebih dalam diartikan sentimen sangat buruk bagi emerging market.
Indeks Nikkei 225 melemah 1,11% (203,93 poin) ke posisi 18.234,74 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) drop 0,57% (130,47 poin) ke level 22.600,46 poin
Indeks Shanghai (China) naik 0,17% (5,57 poin) ke posisi 3293,23
Indeks Strait Times (Singapura) drop 1,38% (41,97 poin) ke level 2.990,14 poin.
Bursa Eropa
Indeks utama pasar saham Eropa bergerak flat pada pembukaan trading hari Senin (10/12) setelah sempat menguat sehari sebelum akhir pekan lalu. Para pemodal di pasar Eropa mencermati apakah the Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Indeks FTSE 100 drop 0,70% ke level 6.326,30 poin
Indeks DAX 30 jatuh 1,0% ke posisi 10.013,80 poin
Indeks CAC 40 melemah 1,44% ke level 4.620,96 poin
Oil
Bargain hunting mengerek harga minyak di pasar Asia rebound setelah turun tajam sehari sebelumnya seiring kekhawatiran berkepanjangan terhadap banjir pasokan global menutup peluang kenaikan.
Harga minyak WTI naik 0,64% ke posisi 47,40 dolar AS per barel. Sementara minyak Brent naik 0,48% ke posisi 50,10 dolar AS per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Rupiah_dan_IHSG_Kompak_Melemah_Signifikan&level2=newsandopinion&id=3897435&img=level1_topnews_2&urlImage=Indeks%20Regional.jpg#.VhzcD9KUde8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar