About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 14 Oktober 2015

Market Brief: Asia Belokkan Tren Pelemahan Global, IHSG Cenderung Melemah

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (15/10) dibuka bergairah, memutus tren penurunan yang memerahkan bursa saham Eropa dan AS hingga pagi tadi.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia menguat 0,2% dan terus melaju 0,55% (28,75 poin) ke level 5.226,00 pada pukul 08.30 WIB. Indeks terangkat oleh kenaikan harga saham-saham emiten pertambangan seiring melesatnya harga emas. Harga saham emiten energi juga meningkat.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang juga melaju 0,55% (98,41 poin) ke level 17.989,41, terpengaruh penurunan nilai tukar yen - yang sebelumnya sempat menguat - terhadap dolar.

Harga saham emiten otomotif dan elektronik yang melemah pada saat pembukaan, bangkit kembali dengan sedikit menyisakaan penurunan pada beberapa emiten.

Indeks Kospi, Korea Selatan melesat 0,78% ke level 2.025,22, sejalan dengan optimisme bahwa bank sentral Korea akan kembali mempertahankan suku bunga acuan pada hari ini.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diharapkanmampu masuk ke zona hijau mengikuti tren pembukaan bursa saham Asia pagi ini. Analis mengatakan, aksi ambil untung masih akan berlangsung, memanfaatkan utang gap, sehingga berpotensi melanjutkan tren pelemahan. Pergerakan nilai tukar rupiah dan hargga minyak mentah dunia akan ikut mempengaruhi IHSG.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan pada mayoritas bursa saham global, dan keluarnya dana asing, di tengah penantian akan paket kebijakan ekonomi IV yang akan dirilis hari ini, serta menguatnya nilai tukar rupiah berpotensi menggerakkan IHSG secara bervariasi dengan kecenderungan melemah.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.388 dan resistance 4.580. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ADHI [ADHI 2,115 -5 (-0,2%)] (Buy), WTON [WTON 1,030 20 (+2,0%)] (Spec Buy), BBRI [BBRI 10,025 -775 (-7,2%)] (Sell) dan ASII [ASII 6,125 -575 (-8,6%)] (Sell).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir suram, membukukan angka negatif pada semua indeks saham acuan. Proyeksi laba dan laporan penjualan ritel yang mencerminkan kelesuan di sektor tersebut menekan harga saham-saham emiten ritel, dan Wal-Mart anjlok hingga 10 persen, sehingga menekan indeks ke teritori negatif.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel AS untuk September naik 0,1 persen, namun hanya separuh dari perkiraan analis.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,92% (-157,14 poin) ke posisi 16.924,75.
S&P 500 melemah 0,47% (-9,45 poin) menjadi 1.994,24.
Nasdaq Composite turun 0,29% (-13,76 poin) ke posisi 4.782,85.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,83% menjadi US$20,77.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berguguran dan ditutup dengan membukukan penurunan pada semua indeks saham acuan. Investor masih terpengaruh oleh rilis data ekonomi China yang memperlihatkan perlambatan.

FTSE 100 Inggris rontok tertekan oleh penurunan saham pengembang perumahan. DAX 30 Jerman anjlok tertekan oleh penurunan harga saham-saham ungggulan, dan CAC 40 Perancis juga tertekan oleh data indeks harga konsumen untuk September yang turun 0,4 persen.

FTSE 100 London, melorot 1,15% (-72,67 poin) menjadi 6.269,61.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,17% (-116,97 poin) di level 9.915,85.
CAC 40 Paris, turun 0,74% (-34,35 poin) ke posisi 4.609,03.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang uang dunia, tadi pagi juga melemah, terpengaruh oleh pelemahan data ekonomi AS yang membuyarkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada akhir 2015.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir turun 0,5 persen selama September, jauh melebihi konsensus pasar -0,1 persen.

Melambatnya data ekonomi secara keseluruhan mengangkat kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi AS mungkin akan kehilangan momentum dalam menghadapi pelemahhan perekonomian global.

Dolar berada di bawah tekanan lebih lanjut setelah rilis Beige Book Federal Reserve menyebutkan penguatan greenback telah menekan sektor pariwisata dan manufaktur.

Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,87 persen menjadi 93,939 pada akhir perdagangan.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate di bursa New York, pagi tadi ditutup dengan sedikit melemah. Meningkatkan kekhawatiran akan berlimpahnya pasokan minyak dunia mengalahkan optimisme akan berlanjutnya penurunan produksi minyak AS.

Melemahnya data ekonomi China, belanja konsumen AS memperburuk sentimen negatif ekpektasi penurunan pertumbuhan permintaan minyak dan antisipasi masuknya kembali pasokan minyak Iran tahun depan oleh International Energy Agency.

OPEC juga melaporkan kenaikan produksi minyak pada September, lebih banyak 110.000 barel perhari dibanding Agustus, atau 2 juta bpd melebihi perkiraan permintaan 2015.

Harga minyak WTI untuk pengiriman November turun 2 sen menjadi US$46,64 perbarel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan November turun 6 sen, menjadi US$49,15 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup denggan membukukan kenaikan. Data ekonomi AS yang lemah, dan penurunan kurs dolar memberikan dukungan terhadap harga logam mulia.

Laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan ritel hanya meningkat 0,1 persen pada September. Logam mulia juga mendapat dorongan dari laporan penurunan Indeks Harga Produsen menjadi 0,5 persen pada September.

Pedagang masih memantau laporan Indeks Harga Konsumen dari Departemen Tenaga Kerja AS yang akan dirilis Kamis untuk indikasi tentang keadaan inflasi di AS.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$14,4 (1,24%) menjadi US$1.179,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot melesat 1,6% ke level US$1.187,56 per ounce. (AFP, CNBC, Reuters)



Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Belokkan_Tren_Pelemahan_Global__IHSG_Cenderung_Melemah&level2=newsandopinion&id=3898897&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-23-Solo%20Pos.jpg#.Vh8Q_dKUde8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news