About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 15 Oktober 2015

Market Brief: Global Hijau Cerah, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (16/10), bursa saham Asia dibuka bersemangat dengan membukukan kenaikan pada semua indeks acuan, melanjutkan tren kenaikan di bursa saham Eropa dan AS.

Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka dengan melanjutkan penguatan sepanjang hari kemarin, melesat 1% (181,69 poin) menjadi 18.278,59 pada pukul 08.20 WIB. Kenaikan indeks didukung oleh penguatan saham-saham eksportir blue chips seiring pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia melaju 0,92% (48,15 poin) ke level 5.278,20, ditopang oleh kenaikan harga saham perbankan dan sebagian saham emiten pertambangan.

Indeks Kospi, Korea Selatan bergerak mendatar di kisaran 2.033,48. Indeks Taiex - Taiwan, Straits Times - Singapura, juga bergerak naik, masing-masing sebesar 0,1% dan 0,7%.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu melanjutkan penguatan, mengikuti tren kenaikan di bursa saham global. Analis memperkirakan, indeks berpeluang melanjutkan tren penguatan memasuki pola kenaikan jangka menengah, meskipun ada potensi penurunan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada mayoritas bursa saham global, pada IHSG kemarin dan pada nilai tukar rupiah, berpotensi mendorong IHSG untuk melanjutkan penguatan.

IHSG akan bergerak pada rentang support 4.460 dan resistance 4.555. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ITMG [ITMG 10,550 -150 (-1,4%)] (Buy), PTPP [PTPP 3,680 25 (+0,7%)] (Spec Buy), KLBF [KLBF 1,440 -30 (-2,0%)] (BoW) dan BBNI [BBNI 5,100 75 (+1,5%)] (SoS).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan signifikan, mengikuti tren kenaikan pasar ekuitas global yang didorong oleh meningkatnya kepercayaan bahwa Federal Reserve AS akan menunda kenaikan suku bunga.

Analis menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed semakin rendah menyusul aliran laporan ekonomi AS yang biasa-biasa saja. Data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk September yang dirilis kemarin mencatatkan penurunan 0,2%. Saham-saham sektor keuangan dan farmasi berlompatan dengan mencatatkan kenaikan hingga di atas 4%.

-Dow Jones Industrial Average melaju 1,28% (217,00 poin) ditutup di 17.141,75.
-S&P 500 melonjak 1,49% (29,62 poin) menjadi 2.023,86.
-Nasdaq Composite melesat 1,82% (87,25 poin) ke level 4.870,10.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 2,02% menjadi US$21,19.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga berakhir dengan membukukan kenaikan. Investor mengabaikan penurunan harga minyak dan lebih berkonsentrasi pada laporan keuangan sejumlah emiten besar.

Rilis data inflasi konsumen AS yang menunjukkan penurunan, meningkatkan ekspektasi akan penundaan kenaikan suku bunga The Fed.

-FTSE 100 London, naik 1,10% (69,06 poin) ke posisi 6.338,67,
-DAX 30 Frankfurt melesat 1,50% (148,95 poin) ke level 10.064,80.
-CAC 40 Paris melajju 1,44% (64,10 poin) menjadi 4.675,29.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang utama dunia, pagi tadi menguat, ditopang oleh data inflasi inti domestik untuk bulan September yang menguat melebihi ekspektasi, menumbuhkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini.

Kenaikan IHK AS untuk September sebesar 0,2% - tidak termasuk pangan dan energi - secara akumulatif membukukan kenaikan 1,9% (year on year), mendekati target inflasi The Fed sebesar 2%.

Namun pernyataan Presiden The Fed New York, yang dipersepsikan para traders sebagai jauhnya kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember nanti, menghambat reli dolar.

Suramnya indikator aktivitas sektor manufaktur yang di rilis The Fed New York dan Philadelphia juga menghadang laju kenaikan dolar. Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS naik 0,44% menjadi 94,371.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot



Komoditas

Harga minyak dunia, pagi tadi kembali membukukan penurunan memasuki hari keempat berturut-turut, tertekan oleh laporan kenaikan cadangan minyak mentah AS sehingga menambah kekhawatiran akan kelebihan pasokan global.

Laporan Departemen Energi AS menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah komersial melonjak 7,6 juta barel selama minggu lalu, hampir tiga kali prediksi para ahli, menjadi 468,6 juta barel. Di pihak lain, angka produksi mingguan AS turun 76.000 barel menjadi 9,17 juta barel per hari.

-Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman November, turun 26 sen (-0,6%) menjadi US$46,38 per barel.
-Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan November, turun 39 sen menjadi US$48,76 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berhasil mencatatkan kenaikan, karena mendapat dukungan secara teknikal setelah rilis data inflasi AS yang kurang memuaskan.

Analis mengatakan, investor menilai kondisi tersebut mengindikasikan penurunan peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga pada akhir 2015.

Dua target The Fed adalah menekan angka pengangguran menjad 5% dan mendorong inflasi sebesar 2%. Analis mencatat, laporan kenaikan inflasi tahunan belum memenuhi persyaratan 2%.

-Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$7,7 (0,65%) menjadi US$1.187,50 er ounce.
-Harga emas di pasar spot cenderung mendatar di kisaran US$1.184,76 per ounce. (AFP, CNBC, Reuters).




Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Hijau_Cerah__IHSG_Berpotensi_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=3901772&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-7-Bisnis%20Indonesia.jpg#.ViBwOG5RLgw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news