About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 12 Oktober 2015

Market Brief: Global Cenderung Melemah, Profit Taking Iringi Langkah IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia, pagi ini (13/10) dibuka melemah, gagal mempertahankan tren positif yang berlangsung sejak pekan lalu.

Investor menunggu data perdagangan China untuk September yang akan dirilis hari ini. Indeks Nikkei 225 mengawali perdagangan pekan ini dengan mencatatkan pelemahan 0,65% (-120,59 poin) menjadi 18.318,08 pada pukul 08.15 WIB. Indeks terbebani oleh penurunan harga saham emiten berkapitalisasi besar.

Rilis hasil pertemuan bank sentral Jepang yang secara implisit menyatakan untuk tidak mengucurkan dana program pelonggaran kuantitatif dalam waktu dekat, dengan mempertahankan kenaikan base money tahunan sebesar 80 triliun yen (US$666 miliar), tidak mendapat respons positif dari pasar.

Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia juga melemah 0,65% (-34,27 poin) menjadi 5.198,60. Kejatuhan harga minyak lebih dari 5 persen dalam semalam, menekan harga saham-saham emiten terkait minyak. Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,29% menjadi 2.015,76.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu bertahan di zona hijau melawan tekanan penurunan yang berhembus di bursa saham Asia.

Analis memperkirakan indeks akan berusaha melanjutkan tren kenaikan jangka pendek memanfaatkan arus masuk modal yang kembali mengalir deras. Aksi ambil untung akan mewarnai perdagangan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada mayoritas bursa saham global dan IHSG kemarin, serta masuknya kembali dana asing di tengah aksi profit taking, berpotensi menggerakkan IHSG secara bervariasi dengan kecenderungan menguat.

Indeks akan bergerak pada rentang support 4.585 dan resistance 4.675. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INCO [INCO 2,510 200 (+8,7%)] (Buy), LSIP [LSIP 1,385 40 (+3,0%)] (Spec Buy), TLKM [TLKM 2,695 -5 (-0,2%)] (BoW) dan CPIN [CPIN 2,575 125 (+5,1%)] (SoS).



Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir menguat, menjaga momentum positif reli pekan lalu meskipun saham-saham yang terkait minyak melemah.

Harga saham terkait minyak bumi melorot menyusul penurunan besar dalam harga minyak. Volume perdagangan tipis karena AS merayakan Hari Columbus,sehingga sebagian besar aktivitas pemerintah dan masyarakat libur. Pasar "treasury" tutup.

Sebagian besar investor menunggu rilis kinerja keuangan emiten besar dan isi pidato sejumlah pejabat The Fed yang dijadwalkan dalam pekan ini.

Dow Jones Industrial Average naik 0,28% (47,37 poin) menjadi 17.131,86.
S&P 500 bergerak 0,13% (2,57 poin) di posisi 2.017,46.
Nasdaq Composite tumbuh 0,17% (8,17 poin) ke llevel 4.838,64.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange gagal mempertahankan momentum kenaikan, melemah 0,64% menjadi US$21,88.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam ditutup bervariasi dengan hanya mencatatkan kenaikan pada indeks acuan DAX 30 Jerman, terangkat oleh kenaikan harga saham emiten utilitas.

Indeks FTSE 100 Inggris melorot, tertakan oleh penurunan harga saham emiten minyak dan pertambangan, seiring dengan menurunnya harga komodiitas minyak dan energi lainnya.

Indeks CAC 40 Perancis juga menyusut, terpengaruh oleh rilis kinerja keuangan sejumlah emiten yang membukukan penurunan tajam.

FTSE 100 London, melorot 0,70% (-44,98 poin) menjadi 6.371,18.
CAC 40 Paris, melemah 0,27% (-12,69 poin) ke posisi 4.688,70.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,23% (23,23 poin) berakhhir di 10.119,83.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia, pagi tadi sempat merosot ke level terendah dalam tiga pekan, karena para investor menurunkan harapan mereka untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Sejumlah komentar bernada pesimistis dari sejumlah pejabat Federal Reserve terhadap inflasi jangka pendek dan data ketenagakerjaan yang lemah semakin menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini.

Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, sempat turun 94,619, sebelum akhirnya merayap naik menjadi 94,832.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot



Komoditas

Harga minyak global pagi tadi melorot tajam, diterpa kekhawatiran klebihan pasokan dan aksi ambil untung para trader memanfaatkan momentum penguatan harga minyak pada pekan lalu.

Harga minyak sempat melaju, menyusul laporan OPEC yang menunjukkan penurunan pesat produksi minyak non-OPEC, dan mengatakan faktor-faktor yang telah menekan harga minyak mentah "mulai menunjukkan tanda-tanda pengurangan."

Namun, harga minyak segera berubah negatif, yang sebagian disebabkan aksi ambil untung memanfaatkan kenaikan harga minyak yang mencapai 9% pada pekan lalu.

Analis juga masih melihat banyak bukti kelebihan pasokan minyak global akan bertahan di atas kebutuhan.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman November anjlok US$2,53 (-5,1%) menjadi US$47,10 per barel. 
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan November turun US$2,79 menjadi US$49,86 dolar per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir menguat karena para pedagang mulai memperhitungkan potensi penundaan kenaikan suku bunga bank sentral AS.

Pelemahhan dolar AS ikut mendorong kenaikan harga emas ke level tertinggi sejak Juli lalu. Harga emas di pasar spot sempat mencapai US$1.169,00 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$8,6 (0,74%) menjadi US$1.164,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,4% US$1.161,80 per ounce. (AFP, CNBC. Reuters)



Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Cenderung_Melemah__Profit_Taking_Iringi_Langkah_IHSG__&level2=newsandopinion&id=3896168&img=level1_topnews_1&urlImage=#.Vhxt09KUde8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news