Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia merosot 0,85 persen, terbebani oleh kemerosotan harga saham emiten di sektor keuangan, energi dan pertambangan hingga lebih 2 persen. Penurunan indeks berlanjut menjadi -1,02% (-52,57 poin) ke level 5.089,70 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang, juga anjlok 0,77% (-130,41 poin) ke posisi 16.870,57, setelah dibuka di teritori negatif, turun 0,79 persen.
Sebagian besar harga saham-saham emiten eksportir utama Jepang merosot, terpengaruh oleh kenaikan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Penurunan harga minyak, menekan harga saham emiten terkait energi.
Indeks Kospi, Korea Selatan, anjlok 0,56% menjadi 1.983,92.Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka rontok 0,80% ke level 20.450,69. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,77% di posisi 2.986,80
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)hari ini berada di bawah tekanan tren pelemahan indeks di bursa saham AS dan Asia, setelah kemarin terbenam di zona merah.
Sejumlah analis memperkirakan, laju indeks akan berbalik menguat, berpeluang mengalami technical rebound seiring dengan meningkatnya volume beli. Namun indeks masih berpotensi melanjutkan pelemahan, terpengaruh oleh sentimen negatif penurunan bursa saham global.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan pada mayoritas bursa saham global, IHSG kemarin dan bursa saham Asia, serta nilai tukar rupiah pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.820 dan resistance 4.885.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 11,275
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan, tertekan oleh pelemahan lanjutan pada harga saham emiten penerbangan dan perjalanan, setelah aksi teroris di Brussel, Belgia. Penurunan harga minyak memicu kejatuhan harga saham-saham energi.
Dow Jones Industrial Average turun 0,45% (-79.98 poin) menjadi 17.502,59.
S&P 500 melorot 0,64% (-13.09 poin) ke level 2.036,71.
Nasdaq Composite Index rontok 1,10% (-52.80 poin) ditutup di 4.768,86.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange anjlok 1,16% menjadi US$23,21.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir variatif dengan hanya menempatkan indeks CAC 40 Perancis di zona merah.
Pasar berusaha keluar dari tekanan pelemahan akibat dampak serangan ISIS di Brussel, Belgia, kendati harga minyak dan komoditas pertambangan bergerak melemah. Harga saham perjalanan dan wisata sebagian mengalami rebound, setelah turun tajam, sehari sebelumnya.
FTSE 100, London menguat 0,10% (6,37 poin) menjadi 6.199,11.
DAX 30, Frankfurt naik 0,33% (32,93 poin) ke level 10.022,93.
CAC 40 Paris turun 0,18% (-7,99 poin) di posisi 4.423,98.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York, pagi tadi menguat terhadap sebagian besar mata uang dunia karena sejumlah petinggi The Fed mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga bulan depan.
Kenaikan dolar juga didukung rilis data penjualan rumah baru di AS untuk periode Februari yang naik 2 persen, mencapai 512.000 unit, setara dengan konsensus pasar.
Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,43 persen menjadi 96,057.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1181 |
0.0000 |
0.00% |
7:12 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4114 |
-0.0003 |
-0.02% |
7:13 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
112.43 |
0.05 |
+0.04% |
7:07 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.5066 |
0.0164 |
+0.25% |
11:21 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,182.50 |
-1.50 |
-0.01% |
4:58 AM |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di London hingga pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penurunan tajam, tertekan oleh rilis data persediaan minyak mentah AS yang meningkat sepanjang pekan lalu.
Badan Informasi Energi AS (EIA), melaporkan persediaan minyak mentah AS hingga pekan lalu melonjak 9,36 juta barel menjadi 532,5 juta barel, naik 65,9 juta barel dibanding tahun lalu, hampir empat kali lipat ekspektasi analis.
Produksi minyak mentah AS turun 30.000 barel menjadi 9,038 juta barel per hari, dan stok BBBM turun 4,6 juta barel.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Mei, turun US$1,66 menjadi US$39,79 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Mei turun US$1,32 menjadi US$40,47 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange turun tajam pagi tadi didorong penguatan nilai tukar dollar AS setelah petinggi Federal Reserve mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada awal April.
Harga emas untuk pengiriman April turun US$24,60 (-1,97%) menjadi US$1.224,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 2% menjadi US$1.220,50 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar