Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka melorot terseret penurunan harga komoditas pertambangan logam. Indeks ASX 200 turun 0,51% (-26,47 poin) menjadi 5.123,60 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 0,89% (-150,23 poin) ke level 16.702,12, setelah sempat amblas 1,14 persen pada saat pembukaan. Pelemahan yen tak mampu mengangkat harga saham eksportir dan bahkan mencatatkan nilai minus pada sejumlah saham otomotif.
Indeks Kospi, Korea Selatan naik tipis 0,09% menjadi 1.971,17. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,42% menjadi 19.900,67. Indeks Shanghai Composite, China anjlok 0,82% menjadi 2.781,60
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berada dalam tekanan tren penurunan indeks saham acuan di bursa saham global, setelah kemarin tenggelam di zona merah akibat maraknya aksi jual asing dan lokal. Analis memperkirakan, indeks akan kembali ke jalur hijau, bertahan di jalur uptrend jangka pendek, setelah kemarin mengalami koreksi wajar.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan bursa saham global, dan bursa saham Asia pada perdagangan pagi ini, serta pelemahan IHSG kemarin yang diiringi arus keluar dana investor asing, berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.770 dan resistance 4.820.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ASII [ASII 6,925
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah dengan hanya menyisakan indeks S&P 500 di zona hijau. Pasar kehilangan gairah untuk berburu saham setelah pimpinan ECB menyatakan tidak mengantisipasi adanya pemangkasan suku bunga di masa mendatang.
Pasar meragukan efektifitas kebijakan moneter ECB tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi zona euro. Kejatuhan harga minyak juga menekan laju indeks. Rilis data klaim pengangguran mingguan yang turun 18.000 menjadi 259.000 akhir pekan lalu, tak mampu mendorong indeks saham acuan ke zona hijau.
Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,03% (-5.23 poin) menjadi 16.995,13.
S&P 500 naik tipis 0,02% (0.31 poin) ke posisi 1.989,57.
Nasdaq Composite Index melemah 0,27% (-12.22 poin) ke level 4.661,16.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,39% menjadi US$23,14.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona merah, terpangkas oleh keputusan dan tertekan oleh kejatuhan harga komoditas. Indeks berguguran setelah pernyataan pimpinan ECB, mengirimkan semua sektor ke teritori negatif. Kejatuhan harga minyak dan komoditas semakin memperdalam penurunan indeks.
Indeks sempat melesat setelah ECB memutuskan untuk memangkas suku bunga deposito menjadi -0,4 dari -0,3 persen, bunga pembiayaan turun 5 basis poin menjadi 0 persen, dan menaikkan program pembelian aset dari 60 miliar euro menjadi 80 miliar euro mulai April nanti.
ETF 100 London anjlok 1,78% (-109,62 poin) ke level 6.036,70.
DAX 30 Frankfurt terjungkal 2,31% (-224,94 poin) berakhir di 9.498,15.
CAC 40 Paris merosot 1,70% (-75,30 poin) ditutupp di 4.350,35.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia di pasar uang AS, pagi tadi melemah setelah ECB memutuskan untuk meningkatkan program stimulusnya, namun mengisyaratkan tidak akan ada pemangkasan suku bunga di masa mendatang. Nilai tukar euro terhadap dolar AS melonjak 1,8 persen pada akhir perdagangan. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 1,04 persen menjadi 96,159.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
| Euro (EUR-USD) | 1.1178 | 0.0001 | +0.01% | 5:29 PM |
| Poundsterling (GBP-USD) | 1.4281 | 0.0000 | 0.00% | 5:29 PM |
| Yen (USD-JPY) | 113.18 | -0.01 | -0.01% | 5:35 PM |
| Yuan (USD-CNY) | 6.5085 | -0.0045 | -0.07% | 10:29 AM |
| Rupiah (USD-IDR) | 13,052.00 | -105.00 | -0.80% | 3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di bursa London, hingga pagi tadi berakhir melemah, tertekan oleh meningkatnya keraguan akan kelangsungan rencana pertemuan para produsen minyak dunia membahas pembatasan produksi, pada 20 Maret mendatang. Pertemuan tersebut dinilai tidak akan efektif setelah Irak menyatakan tidak bersedia untuk membatasi produksi, dan Iran tak kunjung menyatakan kesediaannya untuk ikut dalam pembahsan tersebut.
Harga minyak WTI untuk penyerahan April, turun 45 sen menjadi US$37,84 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei turun US$1,02 menjadi US$40,05 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi menguat tajam, karena investor mengkhawatirkan pelemahan ekonomi Eropa setelah rilis stimulus moneter ECB. Investor mulai memburu emas sebagai safe haven setelah pengumuman ECB menurunkan suku bunga deposito dari -0,3 persen menjadi -0,4 persen.
Pelemahan indeks dolar ikut mendongkrak harga emas. Para trader menantikan pertemuan Federal Open Market Committee, pekan depan, untuk mencari indikasi mengenai waktu kenaikan suku bunga bank sentral Amerika.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$15,4 (1,22%) menjadi US$1.272,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,25% menjadi US$1.268,16.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar