About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 09 Maret 2016

Market Brief: Global Melaju, Waspadai Pergerakan Harga Minyak

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (10/3) dibuka sedikit menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham AS, jelang rilis data inflasi China. Namun kenaikan harga minyak yang mendorong bursa saham Eropa dan AS, di bursa Asia pagi ini, turun 0,21%.

Mengawali perdagangan hari ini indeks ASX 200 Australia bergerak labil, cenderung mendatar. Kenaikan harga minyak mendorong kenaikan harga saham emiten energi, namun di lain pihak indeks tertekan oleh pelemahan harga komoditas logam. Indeks tercatat menguat 0,10% (5,11 poin) ke level 5.162,30 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,74% (123,67 poin) ke level 16.765,8, setelah dibuka menguat 0,66 persen terdorong oleh kenaikan harga saham-saham emiten energi. Pelemahan dolar AS terhadap yen, meredam laju kenaikan indeks.

Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 0,33% ke level 1.959,49. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,30% menjadi 20.055,42. Indeks Shanghai Composite melorot 0,52% menjadi 2.847,57.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan kembali melanjutkan penguatan, mengikuti tren kenaikan di bursa saham global, setelah terbenam di zona merah di akhir perdagangan Selasa kemarin. Analis memperkirakan akan kembali melanjutkan tren penguatan. Namun pembalikan arah laju harga minyak dunia berpotensi menekan indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada bursa saham global, termasuk bursa saham Asia pagi ini, dan nilai tukar rupiah yang dibuka menguat serta arus masuk aliran dana investor asing, di tengah pelemahan IHSG di perdagangan sebelumnya, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.780 dan resistance 4.840.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ISAT [ISAT 5,650 -25 (-0,4%)] (Spec Buy, TP: Rp5.800, Support: Rp5.550), UNVR [UNVR 42,400 -1100 (-2,5%)] (BoW; TP: Rp44.475, Support: Rp42.500), TINS [TINS 725 0 (+0,0%)] (SoS TP: Rp770, Support: Rp700), ADRO [ADRO 780 -10 (-1,3%)] (SoS TP: Rp815, Support: Rp725)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat mengikuti lompatan harga minyak dunia yang mendorong kenaikan harga saham-saham terkait minyak. Harga saham-saham teknologi melaju di tengah minimnya volume transaksi saham. Analis mengatakan, pasar menunggu hasil pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini, dan pertemuan Federal Reserve AS, serta bank sentral Jepang, pekan depan.

Rilis sejumlah data ekonomi menunjukkan kenaikan permohonan hipotik sebesar 0,2 persen, persediaan barang dagangan naik 0,3 persen, namun penjualan turun 1,13 persen. GDP Rapid Update versi CNBC naik 0,1 persen menjadi 2,2 persen, sesuai dengan model perikiraan GDPNow versi The Fed Atlanta.

Dow Jones Industrial Average naik 0,21% (36,26 poin) menjadi 17.000,36.
S&P 500 melaju 0,51% (10,00 poin) ke level 1.989,26.
Nasdaq Composite melesat 0,55% (25,55 poin) ditutup di 4.674,38.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,61% menjadi US$23,23.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam berakhir di zona hijau, membalik tren pelemahan yang terjadi di bursa Asia, didorong harapan akan adanya stimulus baru dari ECB di tengah kondisi inflasi zona euro yang negatif. Pasar masih berhati-hati menyikapi peringatan IMF akan adanya peningkatan penilaian “bebahaya” bahwa pembuat kebijakan kehabisan ide atau kemauan untuk mengatasi resesi, yang menyerukan agar pemerintah melakukan tindakan untuk mencegah resesi global.

FTSE 100 London naik 0,34% (20,88 poin) menjadi 6.146,32.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,31% (30,27 poin) ke level 9.723,09.
CAC 40 Paris melaju 0,49% (21,63 poin) ke posisi 4.425,65.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan akhir pekan ini. Hasil pertemuan ECB diperkirakan akan semakin jauh mendorong suku bunga ke teritori negatif, aebesar 10 basis poin menjadi -0,40 persen. dan akan lebih banyak lagi pembelian obligasi untuk mendorong perekonomian zona euro. Namun analis memperkirakan stimulus moneter ECB tak akan sebesar dugaan para trader. Indeks Dolar, yang mengukur greenbackterhadap enam mata uang utama, tercatat turun 0,09 persen menjadi 97,17.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Currency
Value
Change
% Change
Time (ET)
Euro (EUR-USD)
1.1001
0.0002
+0.02%
5:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)
1.1001
0.0002
+0.02%
5:32 PM
Yen (USD-JPY)
113.31
-0.04
-0.04%
5:35 PM
Yuan (USD-CNY)
6.5130
0.0083
+0.13%
10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)
13,157.00
-3.00
-0.02%
3:58 AM
Sumber : Bloomberg.com, 9/3/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di bursa London, hingga tadi pagi menguat tajam didorong oleh penurunan persediaan bahan bakar minyak AS, dan pelemahan dolar AS. Departemen Energi AS melaporka, kendati cadangan minyak mentah komersial hingga akhir pekan lalu, naik 3,9 juta barel namun persediaan BBM bensin anjlok 4,5 juta dolar, tiga kali lebih besar dibanding perkiraan. Sedangkan persediaan BBM solar dan minyak pemanas turun 1,1 juta barel.

Harga minyak WTI untuk penyerahan April naik US$1,79 (4,9%) menjadi US$38,29 per barel.
Harga minak Brent untuk pengiriman Mei naik US$1,42 (3,6%) menjadi US$41,07 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, tertekan oleh penguatan bursa ekuitas Amerika Serikat, didukung oleh rebound harga minyak dunia. Pelemahan dolar AS jelang pertemuan ECB, menahan kejatuhan harga emas. Pasar menunggu pertemuan The Fed pekan depan.

Harga emas untuk pengiriman April turun US$5,5 (-0,44%) menjadi US$1.257,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi US$1.250,71 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news