Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 sebesar 1,28 persen yang didorong oleh kenaikaan harga saham subsektor energi dan pertambangan hingga lebih dari 3 persen. Laju indeks ASX 200 sedikit melambat menjadi 1,23% (63,17 poin) di level 5.182,20 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan sebesar 1,48% (250,87 poin) ke posisi 17.225,32, setelah dibuka melesat 1,21 persen, kendati kurs yen meningkat terhadap dolar AS. Pasar menunggu rilis data perdagangan Jepang untuk periode Februari.
Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,95% menjadi 1.993,62. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 1,59% ke level 20.580,06.Indeks Shanghai Composite, China naik 0,17% menjadi 2.875,41
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, diharapkan akan mampu melanjutkan tren kenaikan jangka pendek, mengikuti tren penguatan indeks di bursa saham AS dan Asia, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan aksi jual jelang akhir perdagangan. Keputusan suku bunga Bank Indonesia hari ini, diharapkan akan memperkuat laju IHSG di teritori positif. Sejumlah analis memperkirakan indeks berpotensi melanjutkan penguatan, menghalau tekanan jual melanjutkan manuver di zona hijau.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan bursa saham global, dan IHSG kemarin, serta bursa saham Asia dan nilai tukar rupiah pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.825 dan resistance 4.910.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WIKA [WIKA 2,665
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat setelah hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga The Fed di kisaran 0,25-0,5 persen. Rapat kebijakan The Fed juga merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi AS menjadi hanya 2,2 persen dari sebeluumnya 2,4 persen. The Fed juga merevisi rencana kenaikkan suku bunga menjadi hanya 2 kali ke kisaran 0,9 persen, dari rencana semula 4 kali pada tahun ini ke kisaran 1,4 persen. Kenaikan harga minyak dan komoditas dunia ikut mendongkrak indeks.
Dow Jones Industrial Average naik 0,43% (74.23 poin) menjadi 17.325,76.
S&P 500 melaju 0,56% (11.29 poin) ke level 2.027,22.
Nasdaq Composite melesat 0,75% (35.30 poin) ditutup di 4.763,97.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,82% menjadi US%24,02.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup bervariasi, menunggu keputusan suku bunga The Fed sambil mencermati pengumuman anggaran Inggris. Pasar tidak terlalu merespon kenaikan harga minyak setelah menteri energi Qatar memastikan akan menyatakan akan menggelar pertemuan produsen minyak OPEC dan non-OPEC pada April mendatang.
FTSE 100 London melaju 0,58% (35,52 poin) menjadi 6.175,49.
DAX 30 Frankfurt naik 0,50% (49,56 poin) ke posisi 9.993,41.
CAC 40 Paris turun 0,22% (-9,63 poin) ke level 4.463,00.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi tercatat melemah, setelah rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga The Fed sebesar 0,25-0,5 persen. Pasar menilai keputusan tersebut menunjukkan sikap bank sentral yang lebih mengakomodasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari perkiraan.
Rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) perkotaan AS periode Februari menunjukkan penurunan sebesar 0,2 persen, setara dengan ekspektasi pasar. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,83 persen menjadi 95,829.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
| Euro (EUR-USD) | 1.1211 | -0.0013 | -0.12% | 6:41 PM |
| Poundsterling (GBP-USD) | 1.4242 | -0.0017 | -0.12% | 6:41 PM |
| Yen (USD-JPY) | 112.8300 | 0.2700 | +0.24% | 6:41 PM |
| Yuan (USD-CNY) | 6.5220 | 0.0075 | +0.12% | 11:29 AM |
| Rupiah (USD-IDR) | 13,266.5000 | 102.5000 | +0.78% | 4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak positif dan ditutup dengan mencatatkan kenaikan, setelah menteri energi Qatar mengungkapkan rencana pertemuan produsen minyak dunia di Doha pada April mendatang. Menteri energi Rusia, menyatakan Iran mengindikasikan “kesiapan untuk berpartisipasi dalam pertemuan” tersebut. Pasar mengabaikan laporan stok bahan bakar AS hingga akhir pekan lalu memperlihatkan kenaikan sebesar 1,3 juta barel menjadi 523,2 juta barel.
Harga minyak WTI untuk pengiriman April, naik US$2,12 (5,8%) menjadi US$38,46 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Mei naik US$1,59 (4,1%) menjadi US$40,33 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, sebelum hasil pertemuan FOMC AS dirilis. Namun keyakinan para investor bahwa The Fed akan menahan suku bunga mendorong kenaikan di pasar spot.
Harga emas untuk pengiriman April turun US$1,2 (-0,1%) menjadi US$1.229,8 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 2,5% menjadi US$1.262,33 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar