Mengawali perdagangan saham global hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melorot, tertekan oleh pelemahan harga saham emiten keuangan dan energi. Pelemahan indeks berlanjut dengan mencatatkan penurunan sebesar 0,55% (-28,22 poin) ke level 5.138,40 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,10%, setelah dibuka menguat 0,18 persen. Harga saham-saham ekportir bergerak bervariasi, di tengah kenaikan kurs yen terhadap sejumlah mata uang Eropa.
Indeks Kospi, Korea Selatan, bergerak mendatar, turun tipis 0,07% menjadi 1.995,32. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,18% ke posisi 20.629,40. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,27% ke level 2.991,17.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu meredam tekanan jual yang terjadi sepanjang hari kemarin, di tengah tren pelemahan di bursa saham AS dan Asia pagi ini. Sejumlah analis memperkirakan, indeks akan berbalik menguat dan bertahan di fase konsolidasi. Namun minimnya sentimen positif akan cenderung mendorong pasar untuk melanjutkan aksi jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat bervariasinya pergerakan bursa saham global, pelemahan IHSG kemarin dan bursa saham asia pagi ini, di tengah penguatan nilai tukar rupiah berpotensi membuat IHSG bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.830 dan resistance 4.880.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: LSIP [LSIP 1,710
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir variatif dengan kecenderungan melemah, tertekan oleh penurunan harga saham-saham perusahaan penerbangan dan perjalanan yang terdampak oleh serangan bom ISIS di stasiun kereta dan bandara Brussel yang menewaskan tak kurang dari 30 orang. Rilis data harga perumahan untuk Januari naik 0,5 persen dibanding bulan sebelumnya, naik 6,0 persen dibanding Januari 2015.
Dow Jones Industrial Average turun 0,23% (-41,30 poin) menjadi 17.582,57.
S&P 500 melemah 0,09% (-1,80 poin) di posisi 2.049,80.
Nasdaq Composite naik 0,27% (12,79 poin) ke level 4.821,66.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,30% menjadi US$23,59.
Bursa saham Eropa tadi malam ditutup menguat, dengan menempatkan semua indeks saham acuan di zona positif, kendati sempat terguncang oleh ledakan bom ISIS di Brussel, Belgia. Harga saham-saham perusahaan perjalanan, penerbangan dan perhotelan turun tajam, terdampak aksi teror. Rilis indeks aktivitas sektor manufaktur Perancis dan Jerman, serta indeks iklim bisnnis Jerman yang positif, ikut menopang indeks saham acuan utama Eropa.
FTSE 100, London menguat 0,13% (8,16 poin) menjadi 6.192,74.
DAX 30, Frankfurt melajju 0,42% (41,36 poin) ke level 9.990,00.
CAC 40, Paris naik tipis 0,09% (4,17 poin) di posisi 4.431,97.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York, terutama terhadap mata uang Eropa menguat tajam pagi tadi, setelah bom meledak di Belgia, memperkuat isu keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Penguatan dolar tertahan oleh rilis Indeks Pembelian Manajer (PMI) sektor manufaktur AS di posisi 51,4 untuk periode Maret, gagal melampaui konsensus pasar sebesar 52,4. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,39 persen menjadi 95,66.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1219 |
0.0002 |
+0.02% |
7:08 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4217 |
0.0009 |
+0.06% |
7:09 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
112.29 |
-0.08 |
-0.07% |
7:03 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.4902 |
0.0057 |
+0.09% |
11:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,184.00 |
32.50 |
+0.25% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, dan Brent North Sea di London berakhir bevariasi, setelah ledakan bom di Brussel. Analis mengatakan aksi teror bertendensi memperlemah aktivitas ekonomi sehingga menyebabkan tekanan pada harga minyak. Pelemahan harga minyak tertahan oleh pernyataan Sekjen OPEC bahwa sekitar 15-16 negara akan bergabung membicarakan pembatasan produksi minyak di Doha 17 April mendatang. Sentimen positif akan kemungkinan bergabungnya Iran dalam pertemuan tersebut, melemah kembali setelah Libya memastikan untuk absen.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei turun 7 sen menjadi US$41,45 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei naik 25 sen menjadi US$41.79 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, terpengaruh oleh kekhawatiran investor akan dampak serangan teror di Belgia terhadap aktivitas ekonomi Eropa. Kenaikan harga emas juga didukung oleh rilis indeks aktivitas manufaktur AS periode Maret yang lebih rendah dari konsensus pasar. Penguatan harga emas tertahan oleh penguatan dolar.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$4,40 (0,35%) menjadi US$1.248,60 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,35% menjadi US$1.247,66 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar