Perdagangan saham global hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,88% yang didorong oleh penguatan harga saham sektor keuangan dan energi, seiring dengan kenaikan harga minyak dan komoditas logam. Kenaikan indeks sedikit terkoreksi menjadi 0,85% (43,91 poin) ke level 5.210,30 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang, melesat 1,64% (278,15 poin) ke posisi 17.217,02 setelah mencatatkan kenaikan 1,31 persen pada awal perdagangan. Harga saham-saham emiten eksportir melaju, terutama di sektor otomotif.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,23% menjadi 1.976,01. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,85% ke posisi 20.371,59. Indeks Shanghai Composite menguat 0,70% ke level 2.830,08
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, diharapkan akan mampu melanjutkan penguatan jelang penutupan bursa akhir pekan lalu, mengikuti tren kenaikan pada pembukaan bursa saham Asia hari ini. Sejumlah analis memperkirakan indeks akan melakukan technical rebound, bertahan di fase konsolidasi menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI dan arah kebijakan moneter Federal Reserve AS.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan bursa saham global, dan penguatan IHSG akhir pekan lalu disertai arus masuk dana investor asing, serta penguatan bursa saham Asia dan nilai tukar rupiah pagi ini berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.780 dan resistance 4.845.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SIMP [SIMP 412
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat melengkapi rally bursa saham global jelang akhir pekan. Para investor menilai positif kebijakan stimulus masif ECB, sehari setelah pasar bergerak liar. Harga saham sektor keuangan bergerak naik, diikuti kenaikan harga saham energi, yang didorong oleh kenaikan harga minyak setelah pernyataan International Energi Agency (IEA) bahwa harga minyak telah mencapai dasarnya.
Dow Jones Industrial Average melesat 1,28% (218,18 poin) menjadi 17.213,31.
S&P 500 melompat 1,64% (33,62 poin) ke level 2.022,19.
Nasdaq Composite melambung 1,85% (86,31 poin) di posisi 4.748,47.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 2,98% menjadi US$23,83.
Bursa aham utama Eropa akhhir pekan lalu juga ditutup dengan membukukan kenaikan tajam, setelah terjadi perubahan drastis sentimen pasar terhadap kebijakan stimulus ECB, Kamis pekan lalu. Pasar bergerak menguat setelah sempat berfluktuasi seiring keraguan para investor di sesi pembukaan perdagangan. Kenaikan harga minyak melambungkan harga saham-saham energi dan komoditas. Secara keseluruhan indeks sektoral bursa Eropa mengalami kenaikan.
FTSE 100 London, melaju 1,71% (103,09 poin) menjadi 6.139,79.
DAX 30 Frankfurt terbang 3,51% (332,98 poin) ke posisi 9.831,13.
CAC 40 Paris melambung 3,27% (142,44 poin) ke level 4.492,79.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap euro, sebagaian besar mata uang dunia, akhir pekan lalu menguat. Kurs dolar terhadap euro meningkat didorong oleh pernyataan pejabat ECB yang mengisyaratan bahwa ECB masih mempunyai cukup perangkat untuk menerbitkan stimulus lanjutan di waktu mendatang. Kenaikan kurs dolar juga dipicu oleh kenaikan harga komoditas akaibat keputusan bank sentral China menaikkan nilai tukar yuan terhadap dolar di pasar uang luar negeri. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,11% menjadi 96,172.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
| Euro (EUR-USD) | 1.1156 | -0.0021 | -0.19% | 3/11/201 |
| Poundsterling (GBP-USD) | 1.1156 | -0.0021 | -0.19% | 3/11/201 |
| Yen (USD-JPY) | 113.86 | 0.67 | +0.59% | 3/11/2016 |
| Yuan (USD-CNY) | 6.4945 | -0.0140 | -0.22% | 3/11/2016 |
| Rupiah (USD-IDR) | 13,074.50 | 22.50 | +0.17% | 3/11/2016 |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di London, akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan kenaikan dipicu pernyataaan International Energy Agency (IEA) bahwa terdapat sinyal bahwa penurunan harga minyak telah mencapai dasarnya, dan didukung kenaikan permintaan sejumlah komoditas China. IEA meyakini output minyak non OPEC akan turun 750.000 barel per hari pada tahun ini, jauh di atas perkiraan sebelumnya 600.000 bph.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa rebound harga komoditas saat ini hanya sekadar sinyal sesaat. Laporan Baker Hughes menyatakan di aktivitas rig di AS berkurang 6 rig pengeboran pada pekan lalu, menjadi 386.
Harga minyak WTI untuk pengiriman April naik 66 sen menjadi US$38,50 per barel, naik 7,18% sepanjang pekan lalu.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Mei naik 36 sen menjadi US$40,41 per barel, naik 4% dibanding pekan sebelumnya.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, kahir pekan lalu ditutup melemah,m tertekan oleh kenaikan tajam di pasar ekuitas AS, dan kenaikan nilai tukar dolar. Emas berada di bawah tekanan lebih lanjut, setelah rilis Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan penurunan harga impor sebesar 0,3 persen selama Februari, dan harga ekspor jatuh sebesar 0,4 persen. Para pedagang juga menunggu pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS 15-16 Maret ini.
Harga emas untuk pengiriman April turun US$3,4 (-1,05%) menjadi US$1.259,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1,69% menjadi US$1.249,76.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar