About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Minggu, 20 Maret 2016

Market Brief: Asia Dibuka Datar, Aksi Ambil Untung Hadang Laju IHSG

Ipotnews - Awali pekan ini, (21/3), bursa saham Asia dibuka cenderung mendatar, di tengah tekanan penurunan harga minyak dan komoditas logam dunia. Analis memperkirakan, aktivitas perdagangan saham global pekan ini cenderung meredup jelang libur Paskah.

Membuka perdagangan saham global hari ini, bursa saham Australia dibuka cenderung melemah dengan mencatatkan indeks ASX 200 di teritori negatif tertekan oleh penurunan harga saham-saham energi dan keuangan. Indeks ASX 200 turun 0,19% (-9,72 poin) ke level 5.173,40 pada pukul 8:00 WIB. Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan naik tipis 0,07% ke level 1.993,54.

Indeks Hang Seng Hongkong dibuka menguat 0,12% menjadi 20.696,02. Indeks Shanghai Composite melaju 0,73% menjadi 2.976,64. Bursa saham Jepang hari ini libur.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan tren penguatan setelah akhir pekan lalu berhasil keluar dari zona merah dengan ditutup mendatar, dan mencatatkan level resisten minguuan tertinggi sejak 9 bulan lalu. Sejumlah analis memperkirakan, hari ini indeks akan kembali melanjutkan kenaikan didukung sentimen positif apreaisi rupiah yang ditopang aliran masuk dana asing, dan penurunan BI rate. Namun tarik-ulur aksi jual dan ambil untung, akan menghambat laju penguatan indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan bursa saham global dan IHSG akhir pekan lalu, yang disertai arus masuk aliran dana investor asing yang cukup besar, di tengah pelemahan pada mayoritas bursa saham Asia, serta nilai tukar rupiah pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.860 dan resistance 4.910.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,480 20 (+0,6%)] (Buy, TP: Rp3.550, Support: Rp3.430), UNVR [UNVR 44,725 275 (+0,6%)] (Spec Buy TP: Rp45.350, Support: Rp43.450), WSKT [WSKT 2,015 10 (+0,5%)] (SoS TP: Rp0.045, Support: Rp1.960), ASII [ASII 7,475 25 (+0,3%)] (SoS TP: Rp7.525, Support: Rp7.375)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan di bursa saham AS, akhir pekan lalu berakhir ceria, memperpanjang tren kenaikan mingguan beruntun sejak November, seiring penguatan sektor perbankan. Penguatan indeks merupakan reaksi lanjutan dari keputusan The Fed pada Rabu pekan lalu, untuk mempertahankan suku bunga dan menurunkan frekuensi kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,69% (120,81 poin) menjadi 17.602,3, naik 2,26% sepanjang pekan.
S&P 500 menguat 0,44% (8,99 poin) ke posisi 2.049,58, naik 1,35% sepanjang pekan.
Nasdaq Composite naik 0,43% (20,66 poin) ditutup di 4.795,65, naik 0,99% sepanjang pekan.

Harga ETF saham Indonesia di New York Stocks Exchange naik 1,28% menjadi US$23,98.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu berakhir mixed cenderung menguat dengan hanya menempatkan indeks FTSE 100 di zona merah. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham energi dan pertambangan akibat melemahnya harga minyak dan hasil tambang logam, terutama emas dan perak.

FTSE 100 London, melemah 0,19% (-11,48 poin) ke level 6.189,64.
DAX 30 Frankfust melaju 0,59% (58,60 poin)  ke posisi 9.950,80.
CAC 40 Paris naik 0,44% (19,62 poin) ditutup di 4.462,51.

Nilai Tukar Dolar AS

Nikai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia akhir pekan lalu ditutup menguat, mengakhiri tekanan penurunan selama dua hari sebelumnya terkena dampak keputusan The Fed mempertahankan suku bunga. Penguatan dolar antara lain terpengaruh oleh pendapat ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) akan kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut jika proyeksi ekonomi zona euro  memburuk. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,34%, menjadi 95,086, namun secara keseluruhan indeks melemah lebih dari 1 persen sepanjang pekan lalu.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb21
Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent Noth Sea di bursa London akhir pekan lalu ditutup melemah, seiring dengan kenaikan jumlah anjungan minyak AS untuk pertama kalinya sejak Desember lalu, sebanyak 1 rig. Kendati demikian, harga minyak masih mencatatkan kenaikan sekitar 2 persen pada pekan lalu.

Harga minyak Brent untuk penyerahan Mei turun 34 sen (-0,8%) menjadi US$ 41,2 per barel.
Harga minyak WTI untuk pengiriman April turun 76 sen (-1,9%) menjadi US$ 39,44 per barel

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melemah, tertekan oleh kenaikan nilai tukar dolar AS. Emas berada di bawah tekanan lebih lanjut karena pasar ekuitas AS kembali mencatatkan kenaikan mingguan.

Harga emas untuk pengiriman April turun US$10,7 (-0,85%) menjadi US$1.254,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,19% menjadi US$1.254,81 per ounce.


(AFP, CNBC, Reuters)


Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Dibuka_Datar__Aksi_Ambil_Untung_Hadang_Laju_IHSG&level2=newsandopinion&id=4194005&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-bloomberg5.jpg#.Vu9T4NKqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news