Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini dibuka masih dalam suasana muram, tertekan oleh berlanjutnya tren pelemahan di bursa saham Eropa dan AS.
Bursa saham China, Taiwan, Hong Kong dan Korea Selatan hari ini masih libur merayakan Tahun Baru Imlek, sedangkan bursa Singapura dan Malaysia mulai beraktivitas kembali.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan kejatuhan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,31%, terbebani oleh penurunan tajam harga saham di sektor energi, pertambangan dan keuangan. Tekanan penurunan indeks berkurang menjadi 1,12% (-54,08 poin) ke level 4.778,00 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,96% (-153,67 poin) ke level 15.931,77, setelah sempat menguat 0,38% pada awal perdagangan.Indeks turun kembali dengan cepat, terpengaruh oleh penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS yang menekan sejumlah harga saham emiten eksportir di sektor otomotif dan elektronika. Harga saham emiten perbankan dan energi juga melemah mengikuti tren pelemahan global.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih akan diwarnai tekanan aksi jual di tengah tren pelemahan bursa saham global, setelah kemarin tenggelam di zona merah.Namun sejumlah analis memperkirakan, indeks akan berada pada tren optimisme penguatan dan berpeluang berbalik ke zona hijau, ditopang stabilitas ekonomi domestik.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan yang terjadi pada bursa saham gobal dan di awal perdagangan Asia, ditengah percobaan pembalikan arah pada IHSG kemarin yang disertai masuknya dana investor asing, serta penguatan pada nilai tukar rupiah pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.735 dan resistance 4.810. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBNI [BBNI 5,325 25 (+0,5%)] (Buy), AISA [AISA 1,145 15 (+1,3%)] (Buy), PWON [PWON 455 0 (+0,0%)](BoW) dan AKRA [AKRA 8,050 -125 (-1,5%)] (Sell).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan pelemahan pada semua indeks saham acuan, melanjutkan tren pelemahan di bursa Asia dan Eropa, seiring dengan berlanjutnya kejatuhan harga minyak ke bawah US$28 per barel. Harga saham energi berguguran, setelah rilis International Energy Agency (IEA) yang menyatakan bahwa permintaan minnyak global akan melemah sepanjang 2016.
Pasar menunggu testemoni pimpinan The Fed di depan Kongres hari ini. Jika The Fed bersikeras untuk menaikkan suku bunga, analis memperkirakan, aksi jual akan kembali menggempur bursa saham global. Pasar juga mewaspadai perkembangan di pasar obligasi yang mengindikasikan adanya resesi.
The Dow Jones Industrial Average turun 0,08% (-12.67 poin) ke level 16.014,38.
S&P 500 melemah 0,07% (-1.23) poin menjadi 1.852,21.
Nasdaq Composite Index melorot 0,35% (-14.99 poin) ke posisi 4.268.,6.
S&P 500 melemah 0,07% (-1.23) poin menjadi 1.852,21.
Nasdaq Composite Index melorot 0,35% (-14.99 poin) ke posisi 4.268.,6.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,68% menjadi US$22,22.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di teritori negatif, dengan mencatatkan angka minus pada semua indeks saham acuan, tertekan oleh pesimisme investor akan prospek pertumbuhan ekonomi global.
Investor terus mewaspadai perkembangan harga saham sektor perbankan yang melorot hingga 4 persen. Harga saham di sektor pertambangan juga anjlok hingga 5 persen, mengiringi kejatuhan harga saham energi.
FTSE 100 London turun 1,00% (-57,17 poin) menjadi 5.632,19.
DAX 30 Frankfurt susut 1,11% (-99,96 poin) ditutup di 8.879,40.
CAC 40 Paris merosot 1,69% (-68,77 poin) berakhir di 3.997,54.
DAX 30 Frankfurt susut 1,11% (-99,96 poin) ditutup di 8.879,40.
CAC 40 Paris merosot 1,69% (-68,77 poin) berakhir di 3.997,54.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan tajam terhadap sebagian besar mata uang dunia, mengikuti aksi jual di bursa saham global dan kejatuhan harga minyak.Gejolak pasar di seluruh dunia memicu permintaan terhadap mata uangsafe-haven seperti yen dan franc Swiss.
Pasar menyangsikan kemampuan The Fed untuk menaikkan suku bunga, sehingga kehilangan patokan dalam menentukan nilai dolar. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra ddagang AS, turun 0,53 persen menjadi 96,063.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot


Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate di bursa komoditas New York, dan Brent North Sea di bursa London, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan tajam, dihantam peringatan IEA bahwa harga minyak bisa turun lebih dalam lagi karena pasokan minyak terus bertumbuh sementara permintaan semakin melemah.
IEA menilai, permintaan minyak 2016 akan turun menjadi 1,2 juta barel per hari, dari 1,6 juta bph pada 2015. Pasar masih menyangsikan kemauan OPEC dan produsen minyak non OPEC untuk memangkas produksi minyak global.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret turun US$1,75 (-5,9%) menjadi US$27,94 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan April turun US$2,53 (-7,7%) menjadi US$30,32 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan April turun US$2,53 (-7,7%) menjadi US$30,32 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi ditutup menguat, melanjutkan kenaikan harga selama lima hari berturut-turut, semakin mendekati US$1.200 per ounce.
Pelemahan kurs dolar dan pasar saham mendukung kenaikan harga emas. Kekhawatiran bahwa ekonomi global akan memasuki masa resesi dan kejatuhan harga saham perbankan di bursa saham mendoronng kenaikan harga emass hingga 7 persen sejak awal pekan lalu.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$0,70 (0,06%) menjadi US$1.198,60 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,01% menjadi US$1.188,55.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga emas di pasar spot naik 0,01% menjadi US$1.188,55.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Pelemahan_Global_Berlanjut__Membebani_Peluang_Laju_IHSG&level2=newsandopinion&id=4116724&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-9-Antara%20news.jpg#.Vrqwe9Kqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar