About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 22 Februari 2016

Market Brief: Minyak Dongkrak Bursa Global, Aksi Jual Asing Bayangi Laju IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (23/2) dibuka menguat, melanjutkan tren penguatan kemarin yang berlanjut ke bursa saham Eropa dan ASS, didorong sentimen positif kenaikan harga minyak.

Perdagangan saham global hari ini diawali dengan kenaikan indeks ASX 200 Australia, sebesar 0,36 persen yang ditopang oleh lonjakan harga saham emiten di sektor energi dan pertambangan. Namun laju indeks melemah menjadi 0.09% (4,28 poin) ke level 5.005,50, pada pukul 08.15 WIB. Perhatian pasar tertuju pada harga saham-saham emiten pertanbangan setelah BHP Biliton mengumumkan kerugian sebesar US$5,67 juta akibat kemerosotan harga komoditas pertambangan mineral, logam dan batubara.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang tercatat naik 0,63% (101,09 poin) ke posisi 16.212,14, setelah dibuka melesat lebih dari 1 persen. Lonjakan indeks didorong oleh kenaikan harga saham emiten terkait minyak dan emiten eksportir, terpengaruh penguatan harga minyak dan pelemahan yen terhadap dolar AS.

Indeks Kospi, Korea Selatan, naik 0,20% menjadi 1.920,24. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,22% ke level 19.506,94. Indeks Shanghai Composite turun 0,05% menjadi 2.9225,71.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) hari diharapkan akan memantapkan manuvernya di zona hijau mengikuti tren penguatan di bursa saham global, setelah kemarin berfluktuasi tajam sepanjang sesi perdagangan dan menguat menjelang penutupan bursa. Sejumlah analis memperkirakan indeks akan melanjutkan penguatan didorong aksi beli ekuitas big cap dan lapis kedua, didukung stabilitas rupiah dan harga minyak global. Namun tekanan aksi jual disertai net sell asing yang tinggi akan menyebabkan pelemahan secara terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan pada bursa saham gobal, IHSG dan nilai tukar rupiah kemarin di tengah derasnya arus keluar dana investor asing berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.680 dan resistance 4.735. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INCO [INCO 1,595 90 (+6,0%)] (Buy), WSKT [WSKT 1,930 5 (+0,3%)] (Spec Buy), ICBP [ICBP 15,400 300 (+2,0%)] (Spec Buy) dan BBNI [BBNI 5,000 -100 (-2,0%)] (Sell)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi menguat signifikan dan berakhir di teritori positif, melanjutkan tren kenaikan indeks saham Asia dan Eropa. Harga saham emiten terkait minyak dan teknologi berlompatan  ditopang kenaikan harga minyak global.

Proyeksi International Energi Agency tentang penurunan produksi minyak AS hingga 2017, dan pernyataan Sekjen OPEC tentang kesediaannya untuk bekerja sama dengan produsen minyak non-OPEC untuk mendapatkan solusi minyak, menjadi pendorong kenaikan harga minyak.

Dow Jones Industrial Average melesat 1,39% (228,67 poin) menjadi 16.620,66.
S&P 500 melompat 1,45% (27,72 poin) ke level 1.945,50.
Nasdaq Composite melambung 1,47% (66,18 poin) ke level 4.570,61.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange  naik 1,08% menjadi US$22,37.

Reli harga minyak dunia juga mendorong peningkatan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa tadi malam. Namun isu kemungkinan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dalam referendum Juni mendatang meredam lonjakan indeks saham acuan ke level yang lebih tinggi.

FTSE 100 London, melesat 1,47% (87,50 poin) ke level 6.037,73.
DAX 30 Frankfurt melambung 1,98% (185,54 poin) ke posisi 9.573,59.
CAC 40 Paris melompat 1,79% (75,66 poin) menjadi 4.298,70.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, hingga pagi tadi menguat, terutama terhadap poundsterling dan euro di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar bahwa Inggris kemungkinan akan keluar dari Uni Eropa (EU) pada musim panas ini.Pernyataan Walikota London, yang mendukung “Brexit” dalam referendum Juni mendatang, dinilai mengancam upaya Perdana Menteri Inggris untuk bertahan di Uni Eropa.

Penguatan dolar juga didukung kenaikan harga minyak dan indeks saham acuan Wall Street. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,79 persen menjadi 97,36.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency
Value
Change
% Change
Time (ET)
Euro (EUR-USD)
1.1026
-0.0004
-0.04%
5:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)
1.4151
0.0001
+0.01%
5:32 PM
Yen (USD-JPY)
112.97
0.05
+0.04%
5:37 PM
Yuan (USD-CNY)
6.5218
-0.0005
-0.01%
10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)
13,438.50
-70.00
-0.52%
3:59 AM
Sumber : Bloomberg.com, 22/2/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di bursa London, hingga pagi tadi bergerak naik di tengah berlanjutnya diskusi tentang rencana pembatasan produksi sejumlah negara produsen minyak OPEC dan non-OPEC.

Proyeksi terbaru International Energy Agency, yang menyebutkan produksi shale oil AS akan terus melorot sebesar 600.000 barel per hari pada tahun ini, dan 200.000 bph pada 2017, jika harga minyak tidak meningkat bertahap, ikut mendorong kenaikan harga minyak. Laju harga minyak tertahan oleh pernyataaan Irak yang akan menggenjot produksi minyak hingga lebih 7 juta bph hingga 5 tahun ke depan.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret naik US$1,84 (6,21%), menjadi US$31,48 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan April naik US$1,68 (5,3%) menjadi US$34,69 per barrel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi anjlok, tertekan oleh penguatan di pasar ekuitas dan kurs dolar AS. Tekanan terhadap emas sedikit mereda setelah laporan awal Institute for Supply Management merilis data indeks pembelian manajer (Purchasing Managers Index/ PMI) AS untuk Februari berada di level 51,0, lebih buruk dari perkiraan analis, dan terendah dalam tiga tahun.

Harga emas untuk pengiriman April turun US$20,7 (-1,68%) menjadi US$1.210,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1,69% menjadi US$1.207,06 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news