Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (15/2), bursa saham Asia dibuka bergairah, melanjutkan tren kenaikan di bursa saham Eropa dan AS akhir pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka dengan membalik arah pergerakan indeks akhir pekan lalu, melonjak 4,2 pada awal perdagangan. Kenaikan indeks sedikit terkoreksi menjadi 3,77% (563,81 poin) ke level 15.516,42 pada pukul 8:15 WIB. Laju indeks ditopang oleh laju pesat harga saham emiten perbankan dan emiten eksportir di bidang otomotif.
Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia melaju 0,76% (36,35 poin) ke posisi 4.801,70, setelah membuka perdagangan saham global hari ini dengan membukukan kenaikan 1,41 persen. Kenaikan indeks didorong kenaikan harga saham di sektor pertambangan logam dasar dan sektor energi. Indeks Kospi, Korea Selatan, naik 0,70% menjadi 1.848,12.
Perdagangan saham global hari ini diramaikan kembali dengan aktifnya bursa Shanghai dan Taipei setelah libur selama sepekan. Pernyataan Gubernur Bank Rakyat China, bahwa tidak ada dasar untuk melanjutkan depresiasi yuan, diyakini akan berdampak positif pada bursa saham China.
Namun Shanghai Composite dibuka melemah 2,73% ke level 2.688,15, Indeks Hang Seng Indeks, Hong Kong, melesat 2,08% menjadi 18.700,57.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melaju - memanfaatkan tren kenaikan di bursa saham Eropa dan AS akhir pekan lalu, dan pembukaan bursa Asia pagi ini - setelah tenggelam di zona merah akhir pekan lalu.
Analis memperkirakan indeks akan melanjutkan tren kenaikan jangka menengah menembus target resisten psikologis 4.800. Namun indeks masih memiliki potensi melemah, dan cenderung wait and see jelang pengumuman ekonomi BPS dan BI.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan pada bursa saham gobal, dan bursa saham Asia pagi ini, serta masuknya dana investor asing ke bursa saham di tengah pelemahan IHSG akhir pekan lalu, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi cenderung menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.669 dan resistance 4.740. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 11,875
75 (+0,6%)] (Spec Buy), TLKM[TLKM 3,300
15 (+0,5%)] (Spec Buy), BEST [BEST 232
12 (+5,5%)] (Spec Buy) dan ELSA [ELSA 217
9 (+4,3%)] (Spec Buy).
Amerika Serikat dan Eropa
Harga saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, didorong kenaikan harga saham di sektor perbankan dan harga energi, terkait kenaikan tajam harga minyak dunia. Laju indeks saham acuan juga terpengaruh oleh rilis data penjualan ritel AS periode Januari yang naik 0,2 persen.
Sektor perbankan membalikkan penurunan tajam pada awal pekan lalu, naik hingga 8%. Harga minyak WTI melambung 12,3% menjadi US$ 29,44 per barel, mendorong kenaikan harga saham perminyyakan hingga 7%.
Dow Jones Industrial Average melonjak 2,00% (313,66 poin) ditutup di 15.973,84.
S&P 500 melesat 1,95% (35,70 poin) berakhir di 1.864,78.
Nasdaq Composite melaju 1,66% (70,67 poin) menjadi 4.337,51.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,09% menjadi US$22,61.
Kenaikan harga minyak dan komoditas pertambangan logam juga mendorong terjadinya rebounddi bursa saham utama Eropa, membalik penurunan tajam sehari sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi Jerman yang tumbuh 0,3% pada kurtal keempat dan kenaikan penjualan ritel AS, mementahkan kekhawatiran pasar akan kemungkinan terjadinya resesi global.
Harga minyak melonjak setelah pernyataan menteri perminyakan OPEC memunculkan harapan akan terjadinya koordinasi untuk pengurangan produksi minyak. Pengumuman Deutsche Bank untuk membeli kembali lebih dari US$5 miliar surat utangnya, mendongkrak harga saham perbankan.
FTSE 100 London melambung 3,08% (170,63 poin) ke level 5.707,60.
DAX 30 Frankfurt melonjak 2,45% (214,64 poin) menjadi 8.967,51.
CAC 40 Paris naik 2,52% (3.995,06 poin) ke posisi 3.995,06.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia, akhir pekan lalu berakhir bervariasi dengan kecenderungan menguat, ditopang rilis data ekonomi AS yang relatif menguat.
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel untuk Januari mencapai US$449,9 miliar meningkat 0,2% dari bulan sebelumnya, dan 3,4% di atas angka Januari 2015.
Perkiraan terbaru ini sejalan dengan konsensus pasar dan memperbarui ekspektasi investor untuk Federal Reserve menaikkan suku bunganya tahun ini. Indeks dolar, yang mengukur kursgreenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,42% menjadi 95,97.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka dengan membalik arah pergerakan indeks akhir pekan lalu, melonjak 4,2 pada awal perdagangan. Kenaikan indeks sedikit terkoreksi menjadi 3,77% (563,81 poin) ke level 15.516,42 pada pukul 8:15 WIB. Laju indeks ditopang oleh laju pesat harga saham emiten perbankan dan emiten eksportir di bidang otomotif.
Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australia melaju 0,76% (36,35 poin) ke posisi 4.801,70, setelah membuka perdagangan saham global hari ini dengan membukukan kenaikan 1,41 persen. Kenaikan indeks didorong kenaikan harga saham di sektor pertambangan logam dasar dan sektor energi. Indeks Kospi, Korea Selatan, naik 0,70% menjadi 1.848,12.
Perdagangan saham global hari ini diramaikan kembali dengan aktifnya bursa Shanghai dan Taipei setelah libur selama sepekan. Pernyataan Gubernur Bank Rakyat China, bahwa tidak ada dasar untuk melanjutkan depresiasi yuan, diyakini akan berdampak positif pada bursa saham China.
Namun Shanghai Composite dibuka melemah 2,73% ke level 2.688,15, Indeks Hang Seng Indeks, Hong Kong, melesat 2,08% menjadi 18.700,57.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melaju - memanfaatkan tren kenaikan di bursa saham Eropa dan AS akhir pekan lalu, dan pembukaan bursa Asia pagi ini - setelah tenggelam di zona merah akhir pekan lalu.
Analis memperkirakan indeks akan melanjutkan tren kenaikan jangka menengah menembus target resisten psikologis 4.800. Namun indeks masih memiliki potensi melemah, dan cenderung wait and see jelang pengumuman ekonomi BPS dan BI.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan pada bursa saham gobal, dan bursa saham Asia pagi ini, serta masuknya dana investor asing ke bursa saham di tengah pelemahan IHSG akhir pekan lalu, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi cenderung menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.669 dan resistance 4.740. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 11,875
Amerika Serikat dan Eropa
Harga saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, didorong kenaikan harga saham di sektor perbankan dan harga energi, terkait kenaikan tajam harga minyak dunia. Laju indeks saham acuan juga terpengaruh oleh rilis data penjualan ritel AS periode Januari yang naik 0,2 persen.
Sektor perbankan membalikkan penurunan tajam pada awal pekan lalu, naik hingga 8%. Harga minyak WTI melambung 12,3% menjadi US$ 29,44 per barel, mendorong kenaikan harga saham perminyyakan hingga 7%.
Dow Jones Industrial Average melonjak 2,00% (313,66 poin) ditutup di 15.973,84.
S&P 500 melesat 1,95% (35,70 poin) berakhir di 1.864,78.
Nasdaq Composite melaju 1,66% (70,67 poin) menjadi 4.337,51.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,09% menjadi US$22,61.
Kenaikan harga minyak dan komoditas pertambangan logam juga mendorong terjadinya rebounddi bursa saham utama Eropa, membalik penurunan tajam sehari sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi Jerman yang tumbuh 0,3% pada kurtal keempat dan kenaikan penjualan ritel AS, mementahkan kekhawatiran pasar akan kemungkinan terjadinya resesi global.
Harga minyak melonjak setelah pernyataan menteri perminyakan OPEC memunculkan harapan akan terjadinya koordinasi untuk pengurangan produksi minyak. Pengumuman Deutsche Bank untuk membeli kembali lebih dari US$5 miliar surat utangnya, mendongkrak harga saham perbankan.
FTSE 100 London melambung 3,08% (170,63 poin) ke level 5.707,60.
DAX 30 Frankfurt melonjak 2,45% (214,64 poin) menjadi 8.967,51.
CAC 40 Paris naik 2,52% (3.995,06 poin) ke posisi 3.995,06.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia, akhir pekan lalu berakhir bervariasi dengan kecenderungan menguat, ditopang rilis data ekonomi AS yang relatif menguat.
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel untuk Januari mencapai US$449,9 miliar meningkat 0,2% dari bulan sebelumnya, dan 3,4% di atas angka Januari 2015.
Perkiraan terbaru ini sejalan dengan konsensus pasar dan memperbarui ekspektasi investor untuk Federal Reserve menaikkan suku bunganya tahun ini. Indeks dolar, yang mengukur kursgreenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,42% menjadi 95,97.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak dunia pada akhir pekan lalu meningkat tajam setelah munculnya laporan Wall Street Journal bahwa Menteri Perminyakan Uni Emirat Arab mengatakan kartel OPEC bersedia bekerja sama dengan produsen-produsen lain untuk memangkas produksi minyak mentah, pada akhir pekan lalu.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, berbalik arah meninggalkan tingkat hargaa terendah sejak 2003. Laporan Baker Hughes bahwa kegiatan pengeboran minyak mentah AS turun enam persen, berkurang 28 rig menjadi 439 rig pada akhir pekan sebelumnya, memperkuat sentimen pasar.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret naik US$ 3,23 (12,3%) menjadi US$ 29,44 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan April naik US$3,30 (11%) menjadi US$ 33,36 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu melemah, karena para pedagang melakukan aksi ambil untung setelah harga emas naik tajam selama sepekan, melonjak 5 persen pada hari sebelumnya. Penurunan harga emas juga dipengaruhi oleh kenaikan data penjualan ritel ekonomi AS dan indeks dolar.
Harga emas untuk pengiriman April turun US$8,4 (-0,67%) menjadi US$1.239,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,67% menjadi US$1.238,19 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Berbalik_Arah__IHSG__Wait_and_See__Cenderung_Menguat&level2=newsandopinion&id=4125725&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-Kontan.jpg#.VsFOjNKqqko
Harga minyak dunia pada akhir pekan lalu meningkat tajam setelah munculnya laporan Wall Street Journal bahwa Menteri Perminyakan Uni Emirat Arab mengatakan kartel OPEC bersedia bekerja sama dengan produsen-produsen lain untuk memangkas produksi minyak mentah, pada akhir pekan lalu.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, berbalik arah meninggalkan tingkat hargaa terendah sejak 2003. Laporan Baker Hughes bahwa kegiatan pengeboran minyak mentah AS turun enam persen, berkurang 28 rig menjadi 439 rig pada akhir pekan sebelumnya, memperkuat sentimen pasar.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret naik US$ 3,23 (12,3%) menjadi US$ 29,44 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan April naik US$3,30 (11%) menjadi US$ 33,36 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu melemah, karena para pedagang melakukan aksi ambil untung setelah harga emas naik tajam selama sepekan, melonjak 5 persen pada hari sebelumnya. Penurunan harga emas juga dipengaruhi oleh kenaikan data penjualan ritel ekonomi AS dan indeks dolar.
Harga emas untuk pengiriman April turun US$8,4 (-0,67%) menjadi US$1.239,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,67% menjadi US$1.238,19 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Berbalik_Arah__IHSG__Wait_and_See__Cenderung_Menguat&level2=newsandopinion&id=4125725&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-Kontan.jpg#.VsFOjNKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar