About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 07 Desember 2015

Market Brief: AS dan Asia Melemah, IHSG Terdorong ke Teritori Negatif

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (8/12) dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham Wall Street yang tertekan oleh penurunan tajam harga minyak hingga lebih dari 5 persen. Mengawali perdagangan saham Asia hari ini, indeks ASX Australia melorot 0,53% (-27,30 poin) ke level 5.128,40 pada pukul 8:20 WIB. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham-saham emiten sektor energi, pertambangan logam, dan perbankan.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,10% (-18,96 poin) di posisi 19.679,19, harga saham-saham blue chips terperosok ke zona merah. Saham-saham emiten otomotif melemah, tertekan oleh penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks tertahan dari penurunan lebih dalam, karena rilis data revisi PDB-Q3 Jepang memperlihatkan kenaikan melebihi ekspektasi, menghapuskan kekhawatiran akan resesi. Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,38% menjadi 1.956,21.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan menghadapi tekanan penurunan pelemahan di bursa AS dan Asia, setelah kemarin berhasil bermanuver di zona hijau. Analis memperkirakan indeks hari ini akan melanjutkan pola kenaikan, menuju target resisten terdekat.

Tim riset Indo Permier berpendapat bervariasinya pergerakan bursa saham gobal, pelemahan harga minyak dunia dan percobaan pembalikan arah pada IHSG kemarin, di tengah masuknya dana investor asing, berpotensi mendorong indeks bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.490 dan resistance 4.555. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AALI [AALI 17,600 -50 (-0,3%)] (Spec Buy), WIKA [WIKA 2,750 -55 (-2,0%)] (Spec Buy), ICBP [ICBP 12,500 -175 (-1,4%)] (BoW) dan SMRA [SMRA 1,560 -10 (-0,6%)] (SoS).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan indeks saham acuan, tertekan oleh pelemahan harga saham-saham emiten perminyakan akibat anjloknya harga minyak global. Analis mengatakan, investor khawatir kejatuhan harga minyak akan menjalar ke sistem finansial akibat gagal bayar utang perusahaan minyak. Harga saham-saham di sektor energi rontok 3,67 persen.

Dow Jones Industrial Average turun 0,66% (-117.12 poin) menjadi 17.730,51.
S&P 500 melorot 0,70% (-14.62 poin) ke level 2.077,07.
Nasdaq Composite merosot 0,79% (40.46 poin) di posisi 5.101,81.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange anjlok 1,66% menjadi US$20,73.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir cenderung meningkat dengan membukukan kenaikan pada sebagian besar indeks saham acuan utama. Analis mengatakan kenaikan indeks didorong oleh antusiasme investor menjelang libur Natal dan akhir tahun. Gairah di bursa saham Jerman didukung oleh kenaikan produksi industri periode Oktober yang dimotori oleh kenaikan aktivitas sektor manufaktur dan konstruksi. Output pabrikan periode Oktober naik sebesar 0,2 persen. Laju indeks di bursa saham London tertahan oleh kejatuhan harga minyak. Kemenangan partai Front Nasional dalam pemilu lokal di 13 kawasan di Prancis menjadi pemicu kenaikan indeks saham.

FTSE 100 London, naik 0,24% (-14,77 poin) ke level 6.223,52.
DAX 30 Frankfurt melesat 1,25% (133,99) menjadi 10.886,09.
CAC 40 Paris melaju 0,88% (41,62 poin) di posisi 4.756,41.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi tadi menguat, didorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pekan depan, didukung data penggajian non-pertanian AS yang lebih baik dari perkiraan. Para analis mengatakan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang sukup signifikan "membersihkan rintangan terakhir" bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, naik 0,31 persen menjadi 98,658 pada akhir perdagangan.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot



mb8

Komoditas


Harga minyak mentah dunia, pagi tadi melorot ke level terendah sejak Februari 2009, karena pasar terus berputar-putar dari penolakan OPEC untuk mengurangi kapasitas produksi. Saat ini negara-negara OPEC memproduksi sekitar 32 juta barel per hari, di atas target 30 juta barel. Untuk pertama kalinya, pertemuan OPEC, akhir pekan lalu, tidak menetapkan batas produksi baru yang dinilai memperlihatkan ketidaksepakatan anggota tentang bagaimana mengakomodasi masuknya minyak Iran setelah pencabutan sanksi oleh negara Barat.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Januari anjlok US$2,32 menjadi US$37,65 per barel..
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Januari turun US$2,27 menjadi US$40,73 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melorot lagi tertekan oleh penguatan nilai tukar dollar AS. Ketika ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC Desember tetap tinggi, banyak trader yang memilih untuk menghindari risiko memegang posisi emas hingga pertemuan FOMC.

Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$8,9 (-0,82%) menjadi US$1.075,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1,4 persen menjadi US$1,071,47 per ounce.

(AFP, CNBC, Reuters)


Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__AS_dan_Asia_Melemah__IHSG_Terdorong_ke_Teritori_Negatif&level2=newsandopinion&id=4005139&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VmZMX0_cp5Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news