Ipotnews- Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak volatil sepanjang sesi pada
perdagangan hari Rabu (11/11) berakhir stagnan. IHSG finis pada level
4.451,59 poin.
Indeks LQ45 naik +0,18% ke posisi 756 poin.
Jakarta Islamic Index (JII) naik +0,14% ke posisi 583 poin. Indeks IDX30
menguat +0,33 ke level 395 poin. Indeks Sri Kehati melemah -0,18 persen
ke posisi 254 poin. Indeks SMInfra 18 naik +0,11 persen ke level 288
poin.
Nilai transaksi tercatat Rp4,527 triliun. Volume trading
sebanyak 4,452 miliar saham. Pemodal asing membukukan net sell (jual
bersih) Rp609 miliar.
Sektor
Consumer -0,72%,
Agri -2,24%,
Manufaktur +0,98%,
Misc-ind +2,32%,
Mining -1,38%,
Infrastruktur -0,76%,
Trade -0,63%,
Finance -0,21%,
Properti -0,11%,
Basic-ind +4,36%.
Saham-saham
semen yang berada pada sektor industri dasar melanjutkan penguatan yang
terjadi sejak sesi pagi. Sektor industri dasar (basic-ind) naik paling
signifikan. Harga saham INTP naik +6,91 persen. SMBR naik +6,46 persen.
SMGR menguat +5,53 persen. WTON naik +2,17 persen. CPIN menguat +9,2
persen bahkan bertengger pada posisi terpuncak top 10 gainers LQ45.
Sektor
lain yang naik signifikan adalah aneka industri (misc-ind). Saham ASII
dari sektor tersebut naik +4,2 persen. Sementara tekanan terhadap sektor
agri berlanjut pada sesi sore sehingga menjadi sektor yang melemah
paling buruk. Saham LSIP turun -6,2 persen. AALI -3,7 persen. SSMS turun
-3,2 persen.
Nilai Tukar Rp/USD: Rupiah melemah 0,07% ke level Rp13.605 per dolar AS.
Asia:
Pasar Asia hanya naik tipis pada penutupan trading hari Rabu (11/11)
menyusul penutupan bursa saham Wall Street yang tidak memberikan
sentimen serta data perekonomian China yang membuat investor pasar saham
gelisah.
Polling kantor berita Inggris Reuters memperkirakan
China`s Fixed Asset Investment (FAI) naik 10,2 persen pada periode
Januari-Oktober dibanding periode yang sama tahun lalu. Data tersebut
sedikit melemah dibandingkan periode Januari-September sebesar 10,2
persen.
Penjualan ritel China tampaknya akan stagnan sebesar
10,9 persen pada periode Oktober. Sementara output industri China
diperkirakan tumbuh 5,80 persen year on year di periode Oktober yang
berarti naik tipis dibandingkan data bulan September sebesar 5,70
persen.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik 0,10% (20,13 poin) ke level 19.691,19 poin
Indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 0,22% (49,53 poin) ke level 22.352,17 poin.
Indeks Shanghai (China) naik 0,27% (9,76 poin) ke posisi 3.650,25 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) turun 0,41% (12,18 poin) ke level 2.985,54 poin.
Bursa Eropa
Pasar
saham Eropa bergerak menguat pada pembukaan perdagangan hari Rabu
(11/11) pagi waktu lokal disokong sentimen akuisisi AB InBev`s atas
SABMiller senilai 121 miliar USD.
Indeks FTSE 100 naik 0,18% ke level 6.286,88 poin.
Indeks DAX 30 naik 0,10% ke posisi 10.843,68 poin.
Indeks CAC 40 naik 0,14% ke level 4.919,10 poin
Oil
Harga
minyak di pasar Asia melemah pada perdagangan hari Rabu dengan sentimen
kelebihan pasokan global yang berlanjut meskipun kadang-masing bergerak
rally. Harga minyak bergerak menguat pada sesi perdagangan sehari
sebelumnya setelah 4 hari melemah karena para investor terbebani
sentimen bearish prospek harga yang dirilis International Energy Agency
(IEA) serta produksi minyak AS yang diperkirakan lebih rendah.
Jenis WTI turun 48 sen ke level 43,73 USD per barel. Jenis Brent melemah 29 sen ke posisi 47,15 USD per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Aktifitas_Perdagangan_Lesu_IHSG_Berakhir_Datar&level2=newsandopinion&id=3957968&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG100311-reok.jpg#.VkMJm0_cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar