About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 08 Oktober 2015

Market Brief: Global Lanjutkan Penguatan, Jenuh Beli Bayangi Laju IHSG

Ipotnews - Menjelang akhir pekan (9/10), bursa sahaam Asia dibuka dengan mencatatkan kenaikan, terpengaruh aura positif yang berhembus di bursa saham Eropa dan AS.

Rilis risalah hasil pertemuan Federal Reserve AS, September lalu memperkuat keyakinan investor bahwa bank sentral AS itu tak akan segera menaikkan suku bunga acuan.

Indeks Nikkei 225 Jepang bangkit kembali setelah kemarin membukukan kerugian sekitar 1%, dibuka menguat 0,8%, namun sedikit melemah menjadi 0,40% (72,50 poin) ke level 18.213,67 pada pukul 08.20 WIB. Penurunan harga saham emiten perdagangan ritel meredam laju indeks.

Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia terus melaju untuk membukukan kenaikan selama lima hari berturut-turut dengan menguat 0,90% (47,50 poin) ke posisi 5.257,90. Laju indeks dimotori oleh lonjakan harga saham emiten penghasil bahan baku, terkait energi dan sumber daya alam.

Bursa saham Korea Selatan hari ini tutup, dan investor terus memperhatikan perkembangan harga saham di bursa China.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan kembali melanjutkan manuvernya di zona hijau di tengah tren penguatan di bursa saham global.

Analis memperkirakan, indeks masih berpotensi melanjutkan penguatan menembus target resisten terdekat, namun akan mulai diganggu oleh aksi ambil untung. Pasar memasuki area jenuh beli setelah mengalami penguatan sejak awal pekan.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan bursa saham global, serta kembalinya dana asing di tengah potensi profit taking, berpeluang menggerakkan indeks secara bervariasi dengan kecenderungan menguat.


IHSG akan bergerak pada rentang support 4.465 dan resistance 4.530. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMRA [SMRA 1,360 35 (+2,6%)] (Spec Buy), INCO [INCO 2,150 -5 (-0,2%)] (BoW), BBNI [BBNI 5,000 170 (+3,5%)] (SoS) danĂ‚ BSDE [BSDE 1,685 55 (+3,4%)] (SoS).

 
Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street AS, pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan semua indeks acuan, setelah The Fed mengumumkan risalah hasil pertemuan 16-17 September lalu.

Risalah tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral negara itu tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, karena menekankan kekhawatiran para pembuat kebijakan tentang pelambatan ekonomi global, dan hambatan dari penguatan dolar AS.

Kenaikan harga minyak mendongkrak harga saham-saham emiten terkait minyak dan energi. Analis mengatakan, kenaikan indeks ditopanng oleh kombinasi kenaikan harga minyak dan hasil pertemuan The Fed.

Risalah The Fed "jelas tidak menyarankan The Fed menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat dan mengingatkan bahwa Fed menyadari tantangan yang dihadapi ekonomi dunia."

Dow Jones Industrial Average naik 0,82% (138,46 poin) menjadi 17.050,75.
S&P 500 melaju 0,88% (17,60 poin) ke level 2.013,43.
Nasdaq Composite tumbuh 0,41% (19,64 poin) di posisi 4.810,79.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melesat 3,32% menjadi US$21,18.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan kanikan pada semua indeks acuan utama. Perhatian investor terfokus pada relli harga minyak dan berita saham individual, sehingga menghembuskan sentimen positif di bursa saham.

Indeks DAX 30 Jerman menguat meskipuun empat lembagaa ekonomi terkemuka di Jerman menurunkan proyeksi pertumbuhan negara itu untuk 2015, dan ekspor Jerman mencatat penurunan bulanan terbesar sejak krisis keuangan 2009.

FTSE 100 London, melaju 0,61 persen (38,47 poin) menjadi 6.374,82.
DAX 30 Frankfurt naik 0,23% (22,67 poin) menjadi 9.993,07.
CAC 40 Paris naik tipis 0,18% (8,57 poin) menjadi 4.675,91.

 
Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang utama dunia, pagi tadi melemah setelah para investor mencerna risalah hasil pertemuan The Fed, pertengahan September lalu.

Risalah tersebut mencatat para pembuat kebijakan mengkhawatirkan perkembangan ekonomi global yang berpotensi menekankan turun angka inflasi AS.

Investor memperkirakan, kenaikan suku bunga The Fed tak akan terjadi sampai awal 2016 nanti. Laju penurunan dolar yang lebih deras terhambat oleh data klaim pengangguran mingguan yang turun ke titik terendah selama 42 tahun, sekaligus menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja.

Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, melemah 0,19 persen menjadi 95,318.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot



Komoditas

Perdagangan minyak dunia pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan signifikan, terangkat oleh pernyataan OPEC yang memproyeksikan kenaikan permintaan minyak sebesar 1,5 miliar barel per hari (bph) pada 2015, dan 1,3 miliar pada 2016.

Harga minyak West Texas Intermediate dan Brent North Sea melaju mencapai titik tertinggi, masing-masing sejak 21 Juli dan 31 Agustus.

Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman November naik US$1,63 (3,4%) menjadi US$49,43 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan November naik US$1,72 (3,5%) menjadi US$53,20 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan, diserang aksi ambil untung setelah membukukan kenaikan selama empat hari berturut-turut dan kemarin ditutup di rekor tertinggi sejak September lalu.

Rilis risalah pertememuan The Fed Seprtember lalu, yang mengindikasikan penundaan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga, tak mampu mendongrak harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$4,40 (-0,38%) menjadi US$1.144,30 per ounce,
Harga emas di pasar spot melemah 0,4% menjadi US$1.140,20 per ounce.

(AFP, Reuters. CNBC)




Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Lanjutkan_Penguatan__Jenuh_Beli_Bayangi_Laju_IHSG&level2=newsandopinion&id=3890776&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG4-Berita%20Satu.jpg#.Vhcqg25RLgx 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news