Mengawali perdagangan saham Asia hari ini, bursa saham Australia melemah, indeks ASX 200 melorot 0,81% (42,56 poin) ke level 5.224,30 pada pukul 08.30 WIB.
Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten perbankan, pertambangan dan produsen emas, terpengaruh oleh penurunan tajam harga logam di bursa global.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang, naik 0,06% (10,99 poin) ke level 18.946,70 setelah dibuka turun, terpengaruh oleh rilis sejumlah indikator ekonomi yang melemah.
Indeks harga konsumen inti untuk September turun, 0,1% dan belanja rumah tangga turun 0,4%, bertolak belakang dengan ekspektasi kenaikan masing-masing 0,2% dan 1,2%. Kospi, Korea Selatan turun 0,21% menjadi 2.029,83.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kemungkinan sulit melawan tren penurunan yang berlangsung di bursa global, sehingga sulit keluar dari kubangan zona merah.
Analis memperkirakan, indeks akan berbalik menguat setelah mengalami koreksi tajam selama beberapa hari terkahir, namun secara teknikal masih berpotensi bergerak melemah digempur aksi jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan bursa saham gobal dan nilai tukar rupiah, serta derasnya arus keluar dana asing berpotensi melanjutkan pelemahan IHSG.
Indeks akan bergerak pada rentang support 4.380 dan resistance 4.565. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ICBP [ICBP 13,225
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan pada semua indeks acuan. Investor masih berupaya mencerna implikasi pernyataan kebijakan Federal Reserve, yang membuka pintu untuk kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember.
Namun banyak analis tidak melihat adanya dukungan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomii AS kuartal III yang cenderung melemah. Pertumbuhan PDB kuartal III melambat menjadi 1,5%, dan klaim penangguran mingguan meningkat menjadi 260.000,
Dow Jones Industrial Average melemah 0,13% (-23,72 poin) menjadi 17.755,80.
S&P 500, turun tipis 0,04% (-0,94 poin) menjadi 2.089,41
Nasdaq Composite melorot 0,42% (- 21,42 poin) di posisi 5.074,27.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange longsor 3,52% menjadi US$20,28.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga ditutup dengan membukukan penurunan pada semua indeks saham acuan. Pasar menilai, pernyataan The Fed yang membuka kembali kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember mendatang dinilai menimbulkan ketidakpastian, sehingga mendorong sejumlah investor untuk melepas saham.
FTSE 100 London, melorot 0,65% (-42,00 poin) menjadi 6.395,80 poin.
CAC 40 Paris melemah 0,10% (-4,76 poin) menjadi 4.885,82.
DAX 30 Frankfurt turun 0,29% (-31,12 poin) menjadi 10.800.84.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia, pagi tadi melemah terpengaruh oleh data pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga yang melemah. PDB riil AS kuartal III tumbuh 1,5 persen, turun dari 3,9 persen pada kuartal kedua, dan gagal memenuhi ekspektasi pasar sebesar 1,7 persen.
Perlambatan pertumbuhan kuartal ketiga terutama disebabkan oleh penurunan investasi persediaan swasta dan pelambatan ekspor dan pengeluaran pemerintah. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS, turun 0,52 persen menjadi 97,272.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak dunia, pagi tadi kembali melemah setelah mengalami reli sehari sebelumnya karena kekhawatiran pasar akan kembali melimpahnya pasokan global.
Analis mengatakan, kelebihan pasokan minyak global terutama disebabkan oleh produksi minyak Rusia dan OPEC yang tinggi, di atas 4 juta barel per hari. Masuknya kembali produksi minyak Iran setelah pencabutan sanksi, akan membanjiri pasar minyak jika tidak ada perubahan kebijakan OPEC.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember naik 12 sen menjadi US$46,06 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember jturun 25 sen ke US$48,80 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi mengalami penurunan tajam, terpengaruh oleh pernyataan The Fed yang mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember mendatang.
Harga emas terhindar dari penurunan lebih lanjut, ditopang oleh rilis pertumbuhan PDB AS kuartal III yang lebih kecil dari perkiraan, dan pelemahan dolar AS.
Harga emas untuk pengiriman Desember anjlok US$28,8 (-2,45%) menjadi US$1.147,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi US$1.145,43 per ounce.
(AFP, CNBC,Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Kembali_Melemah__IHSG_Sulit_Keluar_Zona_Merah&level2=newsandopinion&id=3931314&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-3-bloomberg.jpg#.VjLQvl7cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar