Bursa saham Jepang dibuka menguat, mencatatkan kenaikan indeks Nikkei 225 sebesar 0,78% (142,30 poin) ke level 18.349,45 pada pukul 08.40 WIB. Kenaikan indeks ditopang oleh pengguatan harga saham emiten sektor keuangan dan emiten eksportir.
Data Kementerian Keuangan Jepang yang dirilis pagi tadi memperlihatkan kenaikan ekspor sebesar 0,6%, jauh di bawah ekspektasi sebesar 3,4%. Impor menyusut 11,1% dan menghasilkan defisit perdagangan sebesar 114,5 miliar yen.
Pada jam yang sama, indeks ASX 200 Australiaa melemah 0,37% (-19,17 poin) ke level 5.216,40. Harga saham-saham emiten perbankan berguguran setelah pemerintah Australia dikabarkan telah menerima rekomendasi untuk melakukan tinjauan komprehensif terhadap sektor keuangan negara itu.
Penurunan indeks sedikit tertahan oleh menguatnya harga saham-saham emiten pertambangan. Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 0,58% ke level 2.051,16. Bursa Hong kong libur merayakan Chung Yeung Festival.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan masih mampu melanjutkan kenaikan di tengah kecenderungan pelamahan bursa saham global.
Analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan tren kenaikan, namun berpotensi berbalik arah karena maraknya aksi jual.
Tim riset Indo Premier berpendapat, penguatan IHSG kemarin dan masuknya kembali dana asing, di tengah pelemahan tipis bursa saham global dan kembali melemahnya rupiah, membuat IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.550 dan resistance 4.625. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WIKA [WIKA 3,110
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir dengan membukukan nilai negatif pada semua indeks saham acuan, setelah rilis data keuangan sejumlah emiten yang mengecewakan.
Harga saham-saham bioteknologi berguguran, dan indeks terhindar dari penurunan lebih dalam berkat perbaikan harga saham emiten teknologi dan rilis data perumahaan swasta yang mengangkat senitimen pasar dari keterpurukan.
Dow Jones Industrial Average turun 0,08% (-13.43 points) menjadi 17.217,11.
S&P 500 melemah 0,14% (-2.89 poin) ke level 2.030,77.
Nasdaq Composite melorot 0,50% (-24.50 poin menjadi 4.880,97.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melaju 1,43% menjadi US$21,24.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhiir dengan membukukan nilai merah pada semua indeks acuan utama, tertekan oleh berlanjutnya kekhawatiran akan dampak global perlambatan ekonomi China.
Pekan lalu, Citi memperingatkan bahwa pelambatan China akan mempengaruhhi emerging market dan meningkatkan kemunkinan resesi global. Pelemahhan harga minyak dunia menekan harga saham emiten energi.
FTSE 100 London, melemah 0.11% (-7,20 poin) menjadi 6.345,13.
DAX 30 Frankfurt turun 0.16% (-16,63 poin) ke level 10.147,68.
CAC 40 Paris melorot 0.64% (-30,26 poin)ke posisi 4.673,81.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dollar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi diperdagangkan variatif dengan membukukan penurunan tipis pada indeks dolar.
Euro menguat terhadap dolar setelah rilis data kuartalan ECB yang memperlihatkan perbaikan data kredit perbankan yang melebihi ekspektasi, serta rilis data neraca transaksi berjalan yang meemperlihatkan berlanjutnya arus masuk dana sehingga meredakan spekulasi pasar akan kemungkinan digulirkannya stimulus dalam pertemuan Bank Sentral Eropa akhir pekan ini.
Pelemahan dolar sedikit tertahan oleh rilis data Departemen Perdagangan AS yang mengungkapkan kenaikan housing starts milik swasta untuk periode September sebesar 6,5 persen dibandinng bulan sebelumnya, atau sebesar 1,206 juta, jauh di atas konsensus pasar yang hanya memperkirakan 1,147 juta.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama, AS turun 0,02 persen menjadi 94,913.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York, pagi tadi kembali melemah tertekan oleh sentimen negatif menjelang laporan persediaan minyak komersial AS yang diperkirakan meningkat sebesar 3,75 barel berdasarkaan survei Bloomberg, sehingga akan menambah pasokan global yang sudah berlimpah.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman November turun 34 sen menjadi US$45,55 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember, turun 10 sen menjadi US$48,50 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi ini menguat terpengaruh oleh pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap euro menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB), akhir pekan ini.
Perbaikan sejumlah data ekonomi zona euro diperkirakan akan mencegah ECB untuk mengucurkan stimulus tambahhan, sehingga memperkuat euro dan mendongkrak harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Desember melonjak US$4,70 (0,40%) menjadi US$1.177,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$1.176,21 per ounce. (AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS.com
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Eropa_dan_AS_Melemah__IHSG_Variatif_Diwarnai_Aksi_Jual&level2=newsandopinion&id=3911089&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG-3-detik.jpg#.Vib_eV471qA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar