Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan tren kenaikan tajam yang terjadi menjelang akhir perdagangan kemarin. Analis memperkirakan, pelemahan indeks akan berkurang karena bursa telah memasuki zona jenuh jual, melaju ke target resisten terdekat. Namun perlu diwaspadai adanya potensi pembalikan arah karena penguatan indeks diperkirakan masih bersifat sementara.
Tim Riset Indo Premier berpendapat bervariasinya pergerakan bursa saham global, di tengah penguatan IHSG yang cukup signifikan pada perdagangan kemarin, berpotensi mendorong indeks untuk melanjutkan kenaikan, dan bergerak pada rentang support 4.075 dan resistance 4.255. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: KLBF [KLBF 1,375
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir bervariasi dengan membukukan penurunan pada indeks Nasdaq Composite, namun diimbangi dengan kenaikan pada indeks Dow Jones dan S&P 500. Saham-saham AS sempat naik tinggi setelah Conference Board melaporkan bahwa indeks kepercayaan konsumen AS naik menjadi 103,0, jauh dari consensus yang mengekspektasikan penurunan tajam. Namun kecemasan atas pertumbuhan global dan kebijakan moneter AS berlanjut, kembali menggoyang Wall Street dan meninggalkan Nasdaq di zona merah.
Dow Jones Industrial Average naik 0,30% (47,24 poin) menjadi 16.049,13.
S&P 500 naik tipis 0,12% (2,32 poin) menjadi 1.884,09.
Nasdaq Composite turun 0,59% (-26,65 poin) ke level 4.517,32.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melompat 3,86% menjadi US$17,23.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam kembali membukukan penurunan meskipun harga saham perusahaan raksasa pertambangan Glencore mengalami rebound, setelah turun drastis sehari sebelumnya. Kehawatiran akan pertumbuhan global masih menghantui investor dibayang-bayangi kejatuhan bursa saham utama Asia. Analis mengatakan, ketidakmampuan Federal Reserve AS untuk menurunkan suku bunga menimbulkan keprihatinan akan kelanjutan permulihan Eropa secara bertahap.
FTSE 100 London melorot 0,83% (-49,62 poin) ke level 5.909,24.
DAX Frankfurt turun 0,35% (-33,15 poin) menjadi 9.450,40.
CAC Paris susut 0,31% (-13,32 poin) di posisi 4.343,73.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya, pagi tadi melemah setelah rilis sejumlah indikator ekonomi AS yang bervariasi. Indeks Keyakinan Konsumen untuk September versi Conference Board menunjukkan kenaikan, melebihi ekspektasi, ke level 103,0. Sebaliknya Indeks 20 Kota S&P/Case-Shiller bulan Agustus turun 0,2 persen dibanding Juli, gagal memenuhi ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,1 persen. Ketidakpastian tentang waktu kenaikan suku bunga masih mengganjal sentimen investor. Analis mengatakan investor terjebak anttara ekspektasi akan reli dolar dan kecemasan akan volatilitas di pasar keuangan. Meningkatnya kekhawatiran akan ekonomi global, pernyataan The Fed yang tidak memberi kepastian, serta koreksi tajam di bursa saham berdampak pada yield obligasi AS, sehingga membebani dolar. Indeks Dolar yang mengukur nilai tukar AS terhadap enam mata uang mitra dagangan utama AS turun sekitar 0,13% menjadi 95,906
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak dunia pada akhir perdagangan di bursa berjangka New York menguat kembali, terpengaruh oleh prospek harga komoditas mineral yang lebih baik ditopang oleh pulihnya harga saham raksasa pertambangan Glencore, dan didukung oleh kenaikan indeks kepercayaan konsumen. Analis mengatakan para pedagang juga sedang menunggu laporan persediaan minyak AS pada Rabu, yang diperkirakan akan turun, mengantisipasi penurunan produksi minyak mentah AS. Namun para analis memperkirakan pergerakan harga minyak akan tetap berfluktuasi.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman November, naik US$1,17 (2,6%) menjadi US$45,60 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan November, naik US$1,15 (2,4%) menjadi US$ 48,49 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melemah memasuki sesi ketiga berturut-turut, tertekan oleh kenaikan indeks kepercayaan konsumen AS bulan September yang jauh lebih tinggi dibanding ekspektasi. Analis mengatakan hasil tersebut merupakan indikasi positif bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga. Jika laporan ketenagakerjaan pada Jumat nanti juga mendukung, maka ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober nanti akan semakin menguat.
Harga emas untuk pengiriman Desember melorot US$4,9 (-0,43%) menjadi US$1.126,8 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$1.127,80 per ounce. (AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Variatif__Meski_Berpeluang_Naik_Waspadai_Pembalikan_Arah_IHSG&level2=newsandopinion&id=3870678&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VgtV19KUde8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar