Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan mixed, setelah kemarin berhasil menembus rekor baru. Analis berpendapat, IHSG masih berada di jalur uptrend jangka pendek didukung oleh membaiknya dana perekonomian sehingga berpotensi melanjutkan kenaikan, namun. Namun di pihak lain, nilai tukar rupiah yang terus melemah dan aksi profit takingyang mengintai di balik penguatan indeks, berpotensi membalik arah laju IHSG.
Tim riset Indo Premier berpendapat menguatnya bursa global diperkirakan dapat menjadi sentiment positif bagi pergerakan indeks. IHSG diprediksi akan menguat dengan support 5.450 dan resist 5.500. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: MPPA [MPPA 4,305
Amerika Serikat dan Eropa
Pagi tadi, bursa saham Wall Street berakhir semarak dengan terlampauinya batas atas sejumlah indeks saham. Indeks Nasdaq Composite berhasil melampaui level 5.000, untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 lalu, atau ketiga kalinya dalam sejarah Wall Street. Indeks Dow Jones dan S&P 500 melesat menembus rekor baru. Investor bergairah menyambut pemangkasn suku bunga bank sentral China, peningkatan kinerja dan aksi merger sejumlah emiten.
Nasdaq Composite meroket 0,90% (44,57 poin), menembus batas psikologis di 5,008.
Dow Jones Industrial Average melesat 0,86% (155,9 poin), mencatatkan rekor 18.288,63.
S&P 500 naik 0,61% (12,89), membukukan rekor 2.117,39.
Harga ETF saham Indonesia di bursa Wall Street melonjak 1,12% (031 poin), menjadi US$27,89.
Di bursa saham utama Eropa, indeks saham DAX 30 Frankfurt, dan FTSE 100, London juga sempat mencatatkan rekor saat perdagangan berlangsung (intra-day), namun menurun kembali di saat penutupan. Pasar berharap, detil kucuran dana stimulus Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan dirilis pekan ini akan memperkuat pertumbuhan ekonomi zona euro. Investor juga bergairah menyambut pemangkasan suku bunga China. Namun reli saham berakhir, dikalahkan oleh sentimen negatif penurunan harga minyak yang dikhawatirkan akan mempersulit upaya zona euro untuk keluar dari deflasi.
FTSE 100, London tergelicir 0,09%, dan berakhir di level 6.940,64 meski sempat menyentuh 6.974,26.
DAX 30, Frankfurt naik 0,08%, menjadi 11.410,36 setelah sempat mencapai 11.455,08.
CAC 40, Paris anjlok 0,68%, ke level 4.917,32.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar pagi tadi ditutup menguat terhadap sejumlah mata uang emerging market setelah bank sentral China memutuskan untuk memangkas suku bunga untuk kedua kalinya dalam tempo kurang dari empat bulan. Namun nilai tukar dolar AS terhadap euro melemah terpengaruh oleh membaiknya indeks manufaktur (PMI) zona euro. Secara keseluruhan, nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia (indeks dolar AS) menurun, tertekan oleh rilis data ekonomi AS yang belum meyakinkan, yang tercermin pada penurunan PMI bulan Februari dan penurunan belanja konsumen. Rupiah masih berada dalam tekanan karena minimnya sentimen positif yang dapat mengangkat nilai tukar rupiah.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(5:44 PM EST 3/2/2015)
| last(mid) | change | % chg | |
| Euro (EUR/USD) | 1.1184 | 0.0000 | 0.00% |
| Pound (GBP/USD) | 1.5362 | -0.0002 | -0.01% |
| Yen (USD/JPY) | 120.15 | 0.02 | 0.01% |
| Yuan (USD/CNY) | 6.2731 | -0.0001 | -0.00% |
| Rupiah (USD/IDR) | 13005 | 0 | 0.00% |
| US Dollar Index | 95.46 | -0.01 | (-0.01%) |
Komoditas
Harga minyak mentah kembali menghadapi tekanan kekhawatiran akan kelebihan pasokan. Meskipun terjadi sedikit kenaikan permintaan di AS, namun cadangan minyak mentah masih terus bertambah dengan masuknya kembali produksi minyak Libya ke pasar global. Analis berpendapat, aksi profit taking menekan harga minyak mentah setelah akhir pekan kemarin mencatatkan kenaikan harga.
Harga emas juga mengalami tekanan karena keputusan India untuk tetap mempertahankan bea masuk impor emas sebesar 10%, dan penguatan nilai tukar dolar AS. Sebelumnya investor berspekulasi, negara konsumen emas terbesar di dunia itu akan menurunkan bea impor emas saat mengumumkan anggaran belanja pemerintah. Penguatan dolar terhadap mata uangemerging market semakin menekan harga emas di bursa berjangka.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka
(5:14 PM EST 3/02/2015
| Delivery | last | change | % chg | Market | |
| WTI Crude Oil | Apr 2015 | 49.79 | 0.03 | 0.06% | NYMEX |
| Brent Crude | May 2015 | 60.61 | -2.54 | -4.02% | ICE EU |
| Gold | Apr 2015 | 1205.9 | -7.2 | -0.59% | COMEX |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Wall_Street_Tembus_Rekor__Bursa_Global_Menguat&level2=newsandopinion&id=3426716&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VPUUrnysVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar