About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Senin, 02 Maret 2015

Market Brief: Wall Street Tembus Rekor, Bursa Global Menguat

Ipotnews - Melanjutkan lomba pencapaian rekor bursa saham Asia pagi ini dibuka menguat, mengikuti laju indeks saham di bursa Wall Street pagi tadi (3/2). Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka sedikit menguat dengan mencatatkan kenaikan 0,13% pada pukul 8.25 WIB. Investor berharap tren kenaikan indeks belum berakhir setelah berkali-kali menembus rekor hingga perdagangan kemarin. Indeks S&P ASX 200, Australia naik tipis 0,19%, menunggu pengumuman bank sentral Australia yang diharapkan akan kembali memangkas suku bunga pada siang ini. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun, melorot 0,87%.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan mixed, setelah kemarin berhasil menembus rekor baru. Analis berpendapat, IHSG masih berada di jalur uptrend jangka pendek didukung oleh membaiknya dana perekonomian sehingga berpotensi melanjutkan kenaikan, namun. Namun di pihak lain, nilai tukar rupiah yang terus melemah dan aksi profit takingyang mengintai di balik penguatan indeks, berpotensi membalik arah laju IHSG.

Tim riset Indo Premier berpendapat menguatnya bursa global diperkirakan dapat menjadi sentiment positif bagi pergerakan indeks. IHSG diprediksi akan menguat dengan support 5.450 dan resist 5.500. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: MPPA [MPPA 4,305 125 (+3,0%)], ADRO [ADRO 1,020 60 (+6,3%)], UNTR [UNTR 21,625 875 (+4,2%)] dan KLBF [KLBF 1,830 25 (+1,4%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Pagi tadi, bursa saham Wall Street berakhir semarak dengan terlampauinya batas atas sejumlah indeks saham. Indeks Nasdaq Composite berhasil melampaui level 5.000, untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 lalu, atau ketiga kalinya dalam sejarah Wall Street. Indeks Dow Jones dan S&P 500 melesat menembus rekor baru. Investor bergairah menyambut pemangkasn suku bunga bank sentral China, peningkatan kinerja dan aksi merger sejumlah emiten.

Nasdaq Composite meroket 0,90% (44,57 poin), menembus batas psikologis di 5,008.
Dow Jones Industrial Average melesat 0,86% (155,9 poin), mencatatkan rekor 18.288,63.
S&P 500 naik 0,61% (12,89), membukukan rekor 2.117,39.

Harga ETF saham Indonesia di bursa Wall Street melonjak 1,12% (031 poin), menjadi US$27,89.

Di bursa saham utama Eropa, indeks saham DAX 30 Frankfurt, dan FTSE 100, London juga sempat mencatatkan rekor saat perdagangan berlangsung (intra-day), namun menurun kembali di saat penutupan. Pasar berharap, detil kucuran dana stimulus Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan dirilis pekan ini akan memperkuat pertumbuhan ekonomi zona euro. Investor juga bergairah menyambut pemangkasan suku bunga China. Namun reli saham berakhir, dikalahkan oleh sentimen negatif penurunan harga minyak yang dikhawatirkan akan mempersulit upaya zona euro untuk keluar dari deflasi.

FTSE 100, London tergelicir 0,09%, dan berakhir di level 6.940,64 meski sempat menyentuh 6.974,26.
DAX 30, Frankfurt naik 0,08%, menjadi 11.410,36 setelah sempat mencapai 11.455,08.
CAC 40, Paris anjlok 0,68%, ke level 4.917,32.

Nilai Tukar Dolar AS

Kurs dolar pagi tadi ditutup menguat terhadap sejumlah mata uang emerging market setelah bank sentral China memutuskan untuk memangkas suku bunga untuk kedua kalinya dalam tempo kurang dari empat bulan. Namun nilai tukar dolar AS terhadap euro melemah terpengaruh oleh membaiknya indeks manufaktur (PMI) zona euro. Secara keseluruhan, nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia (indeks dolar AS) menurun, tertekan oleh rilis data ekonomi AS yang belum meyakinkan, yang tercermin pada penurunan PMI bulan Februari dan penurunan belanja konsumen. Rupiah masih berada dalam tekanan karena minimnya sentimen positif yang dapat mengangkat nilai tukar rupiah.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot 
(5:44 PM EST 3/2/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.1184
0.0000
0.00%
Pound (GBP/USD)
1.5362
-0.0002
-0.01%
Yen (USD/JPY)
120.15
0.02
0.01%
Yuan (USD/CNY)
6.2731
-0.0001
-0.00%
Rupiah (USD/IDR)
13005
0
0.00%
US Dollar Index
95.46
-0.01
(-0.01%)
Sumber : WSJ.com

Komoditas 

Harga minyak mentah kembali menghadapi tekanan kekhawatiran akan kelebihan pasokan. Meskipun terjadi sedikit kenaikan permintaan di AS, namun cadangan minyak mentah masih terus bertambah dengan masuknya kembali produksi minyak Libya ke pasar global. Analis berpendapat, aksi profit taking menekan harga minyak mentah setelah akhir pekan kemarin mencatatkan kenaikan harga.

Harga emas juga mengalami tekanan karena keputusan India untuk tetap mempertahankan bea masuk impor emas sebesar 10%, dan penguatan nilai tukar dolar AS. Sebelumnya investor berspekulasi, negara konsumen emas terbesar di dunia itu akan menurunkan bea impor emas saat mengumumkan anggaran belanja pemerintah. Penguatan dolar terhadap mata uangemerging market semakin menekan harga emas di bursa berjangka.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka
(5:14 PM EST 3/02/2015


Delivery
last
change
% chg
Market
WTI Crude Oil
Apr 2015
49.79
0.03
0.06%
NYMEX
Brent Crude
May 2015
60.61
-2.54
-4.02%
ICE EU
Gold
Apr 2015
1205.9
-7.2
-0.59%
COMEX
Sumber WSJ.com

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Wall_Street_Tembus_Rekor__Bursa_Global_Menguat&level2=newsandopinion&id=3426716&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VPUUrnysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news