About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 04 Maret 2015

Market Brief: Wall Street Dan Asia Melemah, IHSG Mixed

Ipotnews - Melanjutkan arah pergerekan indeks pada sesi pembukaan kemarin, hari ini (5/3) bursa saham utama Asia dibuka di zona merah. Terpengaruh oleh pelemahan indeks di bursa saham Wall Street, dan pernyataan Perdana Menteri China Li Keqiang yang menargetkan pertumbuhan ekonomi China hanya sebesar 7%, terendah dalam 11 tahun. Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka flat dan melemah 0,02% pada pukul 08.00 WIB. Saham-saham emiten eksportir tertekan oleh penguatan nilai tukar dolar AS terhadap yen. Indeks S&P ASX 200, Australia turun -0,4%, terendah dalam pekan ini. Harga saham emiten perbankan membukukan penurunan, dipengaruhi oleh keputusan bank sentral Australia mempertahankan suku bunga.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)) hari ini diperkirakan akan mixed, dipengaruhi oleh tarik menarik antara kekhawatiran akan penurunan indeks lebih dalam dan harapan akan terjadinya rebound, setelah sebelumnya indeks berhasil mencatatkan rekor dan berlanjut denganprofit taking. Analis memperkirakan indeks akan terkonsolidasi di area atas sehingga menghambat kenaikan dan berkubang di zona merah. Namun di sisi lain, arah laju IHSG yang sudah masuk ke jalur uptrend berpotensi mengalami technical rebound.

Tim Riset Indo Premier memperkirakan, pergerakan indeks masih akan tertekan akibat pelemahan bursa global. IHSG diprediksi akan mixed dengan kecenderungan melemah, support 5.415 dan resist 5.495. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: KIJA [KIJA 354 5 (+1,4%)], WSKT[WSKT 1,800 -10 (-0,6%)], ISAT [ISAT 4,150 50 (+1,2%)] dan KAEF [KAEF 1,385 5 (+0,4%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Pagi tadi pergerakan indeks di bursa saham Wall Street berakhhir di zona merah. Rilis data penggajian di sektor swasta AS yang relatif moderat, meski masih di bawah perkiraan, dan pertumbuhan di sektor manufaktur yang lebih baik dari perkiraan tak mampu membalik arah pergerakan indeks. Investor cenderuung menahan diri untuk bertransaksi, menunggu rilis data resmi Biro Statistik Ketenagakerjaan (Jumat) dan hasil pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang diharapkan akan mengumumkan detil program pembelian obligasi, hari ini.

Dow Jones Industrial Average anjlok 0,58% (-196,47 poin), ditutup di level 18.096,90.
S&P 500 melorot 0,44% (-9,25 poin) ke level 2.098,53.
Nasdaq Composite melemah 0,26% (-12,76 poin), berakhir di level 4.967,14.

Harga saham ETF Indonesia di Wall Street turun 0,42% (-1,52) menjadi US$27,30.

Tadi malam, bursa saham utama Eropa berhasil membalik arah pergerakan indeks sehari sebelumnya dan berakhir dengan mencatatkan sedikit kenaikan. Sentimen investor terangkat oleh antusiasme menjelang pengumuman hasil pertemuan ECB hari ini. Investor berharap ECB akan memulai program pembelian obligasi pemerintah dalam jumlah besar sehingga akan menurunkan biaya pinjaman dan menstabilkan ekspektasi inflasi.

FTSE 100, London merayap naik 0,44%, berhenti di level 6.919,24.
DAX 30, Frankfurt tumbuh 0,98%, ditutup di level 11.390,83.
CAC 40, Paris melambung 0,99%, bertengger di level 4.917,35.

Nilai Tukar Dolar AS

Kurs dollar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada pagi ini, karena data ekonomi secara keseluruhan yang dirilis Amerika Serikat mencatatkan angka positif. Indeks dolar AS, yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang utama, naik 0,62 persen menjadi 95,975, tertinggi sejak September 2003. Sebaliknya, nilai tukar euro terhadap dollar AS turun ke tingkat terendah selama hampir 12 tahun. Rupiah hari ini diperkirakan masih akan melemah, terpengaruh oleh ekspektasi pasar akan kemungkinan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, menyikapi penurunan suku bunga di sejumlah negara.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot 
(5:39 PM EST 4/3/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.1082
0.0001
0.01%
Pound (GBP/USD)
1.5266
0.0000
0.00%
Yen (USD/JPY)
119.70
0.01
0.01%
Yuan (USD/CNY)
6.2670
-0.0010
-0.02%
Rupiah (USD/IDR)
13020
-17
-0.13%
US Dollar Index
95.98
0,64
0,62%
Sumber : WSJ.com

Komoditas 
Harga minyak mentah WTI, pagi tadi mencatatkan kenaikan meskipun Departemen Energi (DoE) AS menyatakan persediaan minyak mentah komersial melonjak 10,3 juta barel pada pekan yang berakhir hingga 27 Februari. Persediaan minyak mentah AS sudah mencetak rekor baru selama lima pekan berturut-turut. Analis mensinyalir, masuknya lembaga keuangan dan hedge funddengan melakukan pembelian, membantu mengangkat harga minyak. Pernyataan kondisi force majeure perusahaan minyak nasional Libya, kemarin, setelah sebelas ​​ladang minyaknya mengalami serangan kelompok militan, semakin mendorong penguatan harga minyak.

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi kembali mengalami penurunan, tertekan oleh penguatan dolar AS, yang dipengaruhi oleh perbaikan data penggajian di sektor swasta AS, dan pertumbuhan di sektor non-manufaktur. 

Harga Komoditas di Bursa Berjangka
(5:14 PM EST 4/3/2015)


Delivery
last
change
% chg
Market
WTI Crude Oil
Apr 2015
51.60
1.08
2.14%
NYMEX
Brent Crude
May 2015
61.06
-0.72
-1.17%
ICE EU
Gold
Apr 2015
1200.3
-4.1
-0.34%
COMEX
Sumber WSJ.com

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Wall_Street_dan_Asia_Melemah__IHSG_Mixed&level2=newsandopinion&id=3432378&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VPe4cnysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news