About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 05 Maret 2015

Market Brief: Global Menguat, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (6/3) kembali dibuka mixed, di tengah menguatnya dolar AS dan "wait and see" investor global menjelang pengumuman data ketenagakerjaan AS hari ini. Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka menguat dipicu oleh pelemahan nilai tukar yen yang mendorong kenaikan saham-saham emiten ekportir. Nikkei 225 melaju 1% mencapai level 18.936,74 pada pukul 8.20 WIB. Sebaliknya pada jam yang sama indeks S&P ASX 200, Australia justru melorot 0,4% ke level 5.882,50, tertekan oleh penurunan harga biji besi dan minyak mentah sehinggga menggerus harga saham-saham emiten pertambangan dan emiten yang terkait energi.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali diperkirakan akan mixed, setelah kemarin berhasil bertahan di zona hijau di tengah memerahnya indeks sejumlah saham utama Asia. Para analis berpendapat IHSG masih akan mampu bermanuver di zona hijau sambil menanti rilis data cadangan devisa yang diekspektasikan akan menguat. Namun penguatan indeks akan terbatas dan berpotensi berbalik arah, dibayangi aksi profit taking dan pelemahan rupiah.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan bursa global dan harga minyak dunia diperkirakan dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG, namun kenaikannya diperkirakan masih akan terbatas karena rawan aksi profit taking. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support 5.430 sementara resist 5.480. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ACST [ACST 5,650 100 (+1,8%)], SILO [SILO 12,500 300 (+2,5%)], CPRO [CPRO 115 5 (+4,5%)] dan TLKM [TLKM 2,910 0 (+0,0%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Menyikapi keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mengucurkan dana program pelonggaran kuantitatif sebesar 1,1 triliun euro, dan antisipasi laporan data ketenagakerjaan akhir Februari dari Deprtemen Tenaga Kerja AS hari ini, bursa saham Wall Street bergerak menjauhi zona merah masuk ke zona hijau. Sejumlah analis memperkirakaan akan ada tambahan sekitar 220.000 lapangan kerja dan angka pengangguran tak akan jauh bergeser dari 5,7%. Merjer emiten farmasi senilai US$21 miliar ikut menghembuskan sentimen positif di Wall Street, sekaligus mengakhiri kecenderungan penurunan indeks pada penutupan bursa.

Dow Jones Industrial Average naik 0,21% (38,82 poin) menjadi 18.135,72.
S&P 500 menguat tipis 0,21% (2,51 poin) ke level 2.101,04.
Nasdaq Composite melaju 0,31% (15,67 poin), berakhhir di level 4.982,81.

Namun harga ETF saham Indonesia di bursa Wall Street turun 0,15% (-0,04 poin) menjadi US$27,26.

Keputusan ECB meluncurkan program pembelian obligasi senilai 1,1 triliun euro mulai 9 Maret nanti, yang sekaligus menaikkan perkiraan inflasi zona euro menjadi 1,5% dan 1,9% pada 2016 dan 2017 menjadi pemicu laju indeks di bursa saham Eropa sepanjang jam transaksi bursa, kemarin. Investor bergairah menyambut optimisme ECB akan hasil positif dari program pelongggaran moneter terhadap pertumbuhan ekonomi zona euro.

FTSE 100, London tumbuh 0,61% mencapai level 6.961,14.
DAX 30 Frankfurt melambung 1%, berlabuh di level 11.449,30.
CAC 40, Paris melesat 0,94% membukukan angka 4.963,51.

Nilai Tukar Dolar AS

Kurs dollar AS menguat terhadap mata uang utama dunia pada pagi ini. Prediksi investor akan positifnya data ketenagakerjaan yang akan dikucurkan hari ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan segera menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini. Indeks dollar AS, yang mencerminkan nilai tukar greenback terhadap enam mata uang utama dunia, kemarin ditutup menguat menembus rekor tertinggi sejak September 2003. Keputusan ECB untuk mempertahankan suku bunga, dan pengumuman pengucuran dana program pelonggaran kuantitatif senilai 1,1 triliun euro mulai 9 Maret nati, semakin menekan euro. Minimnya sentimen positif diperkirakan akan tetap membenamkan ruppiah di zona merah sepanjang hari ini. Pernyataan pemerintah dan Bank Indonesia, semakin mempertegas laju pelemahan rupiah.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot 
(5:47 PM EST 5/3/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.1032
0.0002
0.02%
Pound (GBP/USD)
1.5252
0.0010
0.07%
Yen (USD/JPY)
120.11
-0.02
-0.02%
Yuan (USD/CNY)
6.2665
0.0046
0.07%
Rupiah (USD/IDR)
13027
-5
-0.04%
US Dollar Index
96.31
0,40
0,42%
Sumber : WSJ.com

Komoditas 

Kekhawatiran akan kelebihan pasokan minyak mentah terus berlanjut, menekan harga minyak mentah dunia pada pagi ini. Pengumuman Depertemen Energi AS, kemarin, tentang persediaan minyak AS yang terus bertambah bahkan mencapai rekor tertinggi bulanan dalam 84 tahun, dan kompilasi data Bloomberg yang menunjukkan terus bertambahnya pasokan minyak OPEC, memudarkan harapan investor akan pengurangan pasokan minyak mentah dunia.

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pagi ini kembali turun, tertekan oleh pelemahan nilai tukar euro akibat keputusan ECB untuk mempertahankan suku bunga, dan penguatan dolar AS. Meski data pendahuluan klaim pengangguran AS menunjukkan kenaikan, analis berpendapat investor tetap mempertahankan dolar dan tidak pindah ke aset-asetsafe haven seperti emas, karena pelemahan di zona euro.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka
(5:31 PM EST 5/3/2015)


Delivery
last
change
% chg
Market
WTI Crude Oil
Apr 2015
50.97
-0.56
-1.09%
NYMEX
Brent Crude
May 2015
61.17
-0.04
-0.07%
ICE EU
Gold
Apr 2015
1197.5
-3.4
-0.28%
COMEX
Sumber WSJ.com

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global__Menguat__IHSG_Berpeluang_Menguat_Terbatas&level2=newsandopinion&id=3435103&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VPkKnnysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news