Mengikuti pergerakan bursa global pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan mengalami tekanan setelah kemarin ditutup melemah. Sejumlah analis menyarankan untuk menggunakan kondisi koreksi ini untuk buy on weakness, dengan memperhatikan alur pergerakan IHSG yang masih di jalur uptrend, didukung oleh kondisi makro ekonommi yang cukup kuat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan yang terjadi di bursa global diperkirakan dapat menekan pergerakan indeks. IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, support 5.455 dan resist 5.500. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SCMA[SCMA 3,575
Amerika Serikat dan Eropa
Pergerakan harga di bursa saham Wall Street pagi tadi berakhhir di zona merah, setelah berhasil mencatatkan rekor kemarin tertinggi. Indeks bergerak melemah menyikapi data penjualan otomotif yang menunjukkan penurunan. Aksi ambil untung mendominasi perdagangan di tengah minimnya minat bertransaksi. Pada awal perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average sempat anjlok 150 poin digerogoti penurunan harga saham Cisco dan Boeing.
Nasdaq Composite ditutup melemah 0,56% (-28,2 poin) di level 4.979,90.
Dow Jones Industrial Average melorot 0,47% (-85,2 poin), berakhir di level 18.203,37.
S&P 500 mengakhiiri perdagangan dengan penuruunan sebesar 0,45% (-9,61 poin) di level 2.107,78.
Harga ETF saham Indonesia di bursa Wall Street melorot 0,61% (-0,17 poin) menjadi US$27,72.
Aksi “wait and see” investor menjelang rilis besaran stimulus keuangan Bank Sentral Eropa yang akan diumumkan pekan depan, menekan laju harga saham di bursa utama Eropa. Kenaikan haarga minyak dan penguatan nilai tukar euro terhdap dolar, tidak mampu mempertahankan manuver indeks di zona hijau, setelah berhasil menyentuh rekor perdagangan intra-day sehari sebelumnya.
FTSE 100, London anjlok 0,74%, ditutup di level 6.889,13.
DAX 30, Frankfurt terperosok 1,14%, ke level 11.280,36.
CAC 40, Paris amblas 0,98%, berakhir dii level 4.869,25.
Nilai Tukar Dolar AS
Menjelang rilis sejumlah data makro ekonomi AS yang akan diumumkan Jumat besok dan keputusan besaran kucuran dana stimulus Bank Sentral Eropa pekan depan, dolar bergerak fluktuatif. Dolar sempat menyentuh rekor tertinggi dalam sebelas tahun terakhir didorong oleh keyakinan investor terhadap perbaikan ekonomi AS. Sepanjang tahun ini, indeks dolar AS, yang mencerminkan nilai tukar dolar terhadap enam mata uang utama dunia naik sekitar 5,7 persen. Namun menjelang akhir penutupan bursa, laju kurs dolar menurun karena minimnya katalis yang dapat mendorong kenaikan lebih lanjut. Indeks dolar AS ditutup sedikit melemah, tergerus oleh penguatan yen dan yuan. Rupiah diperkirakan masih akan mengalami tekanan, setelah sempat menguat didukung oleh aksi ambil untung para pedagang valas.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(5:50 PM EST 3/3/2015)
| last(mid) | change | % chg | |
| Euro (EUR/USD) | 1.1179 | 0.0004 | 0.04% |
| Pound (GBP/USD) | 1.5361 | 0.0001 | 0.01% |
| Yen (USD/JPY) | 119.67 | -0.06 | -0.05% |
| Yuan (USD/CNY) | 6.2755 | -0.0003 | -0.00% |
| Rupiah (USD/IDR) | 12989 | 1 | 0.01% |
| US Dollar Index | 95.39 | -0.09 | -0.09% |
Komoditas
Harga minyak berbalik naik pada pagi ini didorong kerusuhan di Libya, dan pasar terus mencermati laporan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Di perdagangan New York, harga minyak patokan AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April tercatat menguat 93 sen, sementara, patokan Eropa, minyak Brent North Sea, untuk kontrak pengiriman April melesat US$1,48 di bursa London. Laporan persediaan mingguan AS yang akan dirilis Departemen Energi AS hari ini akan menjadi fokus pasar berikutnya.
Harga emas melemah di bursa New York melemah pagi ini, tertekan oleh kenaikan nilai tukar dolar terhadap mata uang utama dunia yang sempat mencapai level tertinggi dalam sebelas tahun terakhir. Harga emas sulit bergerak naik, karena para pedagang dan analis meyakini bahwa laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat akan cukup bagus, mengingat rilis data positif AS baru-baru ini. Laporan data pekerjaan yang positif membuat Federal Reserve lebih mungkin untuk menaikkan suku bunga lebih awal dari perkiraan, yakni sekitar Juni.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka
(5:33 PM EST 3/03/2015)
| Delivery | last | change | % chg | Market | |
| WTI Crude Oil | Apr 2015 | 50.65 | 1.06 | 2.14% | NYMEX |
| Brent Crude | May 2015 | 61.77 | 1.58 | 2.63% | ICE EU |
| Gold | Apr 2015 | 1203.5 | -4.7 | -0.39% | COMEX |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Memerah__Ada_Peluang_%3Ci%3EBuy_on_Weakness%3C_i%3E&level2=newsandopinion&id=3429646&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VPZlZHysVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar