About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 03 Maret 2015

Market Brief: Global Memerah, Ada Peluang Buy On Weakness

Ipotnews - Suasana muram mengiringi pembukaan sejumlah bursa Asia pagi ini (4/3), seiring dengan melemahnya bursa global. Melanjutkan sentimen negatif menjelang penutupan bursa Asia kemarin, indeks Nikkei 225, Jepang dibuka dengan mencatatkan angka negatif 0,6% dan terus melorot menjadi minus 1,19% pada pukul 8.15 WIB. Indeks S&P ASX 200 Australia juga dibuka dengan menyusut 0,3% dan berlanjut menjadi minus 0,50%. Kemarin sebagian besar bursa Asia ditutup dengan mencatatkan penurunan, digempur aksi profit taking setelah sehari sebelumnya sejumlah indeks berhasil mencatatkan rekor tertinggi.

Mengikuti pergerakan bursa global pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan mengalami tekanan setelah kemarin ditutup melemah. Sejumlah analis menyarankan untuk menggunakan kondisi koreksi ini untuk buy on weakness, dengan memperhatikan alur pergerakan IHSG yang masih di jalur uptrend, didukung oleh kondisi makro ekonommi yang cukup kuat.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan yang terjadi di bursa global diperkirakan dapat menekan pergerakan indeks. IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, support 5.455 dan resist 5.500. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SCMA[SCMA 3,575 25 (+0,7%)], AALI [AALI 25,625 75 (+0,3%)], BJBR [BJBR 990 10 (+1,0%)] dan ICBP [ICBP 14,725 400 (+2,8%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Pergerakan harga di bursa saham Wall Street pagi tadi berakhhir di zona merah, setelah berhasil mencatatkan rekor kemarin tertinggi. Indeks bergerak melemah menyikapi data penjualan otomotif yang menunjukkan penurunan. Aksi ambil untung mendominasi perdagangan di tengah minimnya minat bertransaksi. Pada awal perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average sempat anjlok 150 poin digerogoti penurunan harga saham Cisco dan Boeing.

Nasdaq Composite ditutup melemah 0,56% (-28,2 poin) di level 4.979,90.
Dow Jones Industrial Average melorot 0,47% (-85,2 poin), berakhir di level 18.203,37.
S&P 500 mengakhiiri perdagangan dengan penuruunan sebesar 0,45% (-9,61 poin) di level 2.107,78.

Harga ETF saham Indonesia di bursa Wall Street melorot 0,61% (-0,17 poin) menjadi US$27,72.

Aksi “wait and see” investor menjelang rilis besaran stimulus keuangan Bank Sentral Eropa yang akan diumumkan pekan depan, menekan laju harga saham di bursa utama Eropa. Kenaikan haarga minyak dan penguatan nilai tukar euro terhdap dolar, tidak mampu mempertahankan manuver indeks di zona hijau, setelah berhasil menyentuh rekor perdagangan intra-day sehari sebelumnya.

FTSE 100, London anjlok 0,74%, ditutup di level 6.889,13.
DAX 30, Frankfurt terperosok 1,14%, ke level 11.280,36.
CAC 40, Paris amblas 0,98%, berakhir dii level 4.869,25.

Nilai Tukar Dolar AS

Menjelang rilis sejumlah data makro ekonomi AS yang akan diumumkan Jumat besok dan keputusan besaran kucuran dana stimulus Bank Sentral Eropa pekan depan, dolar bergerak fluktuatif. Dolar sempat menyentuh rekor tertinggi dalam sebelas tahun terakhir didorong oleh keyakinan investor terhadap perbaikan ekonomi AS. Sepanjang tahun ini, indeks dolar AS, yang mencerminkan nilai tukar dolar terhadap enam mata uang utama dunia naik sekitar 5,7 persen. Namun menjelang akhir penutupan bursa, laju kurs dolar menurun karena minimnya katalis yang dapat mendorong kenaikan lebih lanjut. Indeks dolar AS ditutup sedikit melemah, tergerus oleh penguatan yen dan yuan. Rupiah diperkirakan masih akan mengalami tekanan, setelah sempat menguat didukung oleh aksi ambil untung para pedagang valas.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot 
(5:50 PM EST 3/3/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.1179
0.0004
0.04%
Pound (GBP/USD)
1.5361
0.0001
0.01%
Yen (USD/JPY)
119.67
-0.06
-0.05%
Yuan (USD/CNY)
6.2755
-0.0003
-0.00%
Rupiah (USD/IDR)
12989
1
0.01%
US Dollar Index
95.39
-0.09
-0.09%
Sumber : WSJ.com

Komoditas 

Harga minyak berbalik naik pada pagi ini didorong kerusuhan di Libya, dan pasar terus mencermati laporan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Di perdagangan New York, harga minyak patokan AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April tercatat menguat 93 sen, sementara, patokan Eropa, minyak Brent North Sea, untuk kontrak pengiriman April melesat US$1,48 di bursa London. Laporan persediaan mingguan AS yang akan dirilis Departemen Energi AS hari ini akan menjadi fokus pasar berikutnya.

Harga emas melemah di bursa New York melemah pagi ini, tertekan oleh kenaikan nilai tukar dolar terhadap mata uang utama dunia yang sempat mencapai level tertinggi dalam sebelas tahun terakhir. Harga emas sulit bergerak naik, karena para pedagang dan analis meyakini bahwa laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat akan cukup bagus, mengingat rilis data positif AS baru-baru ini. Laporan data pekerjaan yang positif membuat Federal Reserve lebih mungkin untuk menaikkan suku bunga lebih awal dari perkiraan, yakni sekitar Juni.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka
(5:33 PM EST 3/03/2015)


Delivery
last
change
% chg
Market
WTI Crude Oil
Apr 2015
50.65
1.06
2.14%
NYMEX
Brent Crude
May 2015
61.77
1.58
2.63%
ICE EU
Gold
Apr 2015
1203.5
-4.7
-0.39%
COMEX
Sumber WSJ.com

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Memerah__Ada_Peluang_%3Ci%3EBuy_on_Weakness%3C_i%3E&level2=newsandopinion&id=3429646&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VPZlZHysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news