Asia
Indeks saham Nikkei 225 mengawali pekan ini dengan kenaikan sebesar 0,7% menembus level 18.000, dan mencatatkan angka tertinggi sejak Juli 2007. Rilis data PDB Jepang hari ini yang memperlihatkan pertumbuhan sebesar 2,2%, meskipun lebih rendah dari perkiraan, namun memperkuat indikasi bahwa negara dengan perekonomian ketiga terbesar di dunia itu sudah keluar dari resesi pada akhir kuartal IV/2014. Indeks saham Australia, S&P/ASX 200, hari ini dibuka dengan sedikit melemah 0,4% setelah berhasil mencatatkan kenaikan  tertinggi selama tujuh tahun pada Jumat lalu.
Menjelang akhir pekan lalu, bursa saham Asia pada umumnya berakhir di zona hijau didukung oleh kabar positif gencatan senjata Ukraina-Rusia dan harapan besar berlanjutnya pembahasan utang Yunani dengan para krediturnya. Indeks S&P ASX 200 mencatatkan level tertinggi sejak Mei 2008, sekaligus mengakhiri masa paceklik bursa selama empat musim kerugian dengan mencatatkan kenaikan sebesar 2,33% menjadi 5.877,47. Kenaikan nilai indeks juga terjadi pada Kospi, Shanghai Composite dan Hang Seng. Hanya Nikkei 225 yang ditutup dengan mencatatkan penurunan -0,37% menjadi 17.913,36, setelah sehari sebelumnya mencatatkan kinerja terbaik di kawasan.
Pergerakan IHSG hari ini diharapkan akan kembali bermanuver di zona hijau, bergerak bullish ke area baru setelah berhasil menembus level intraday tertinggi pada perdagangan akhir pekan lalu. Sejumlah analis memperkirakan, hari ini IHSG akan tetap berada di jalur uptrend jangka pendek untuk menuju target resisten terbaru, meskipun adanya utang gap 5.346-5.352, menyimpan potensi pembalikan arah. Investor disarankan untuk untuk melakukan pembelian selama terjadi koreksi yang sehat.
Time Riset Indo Premier berpendapat, bursa regional yang kembali menguat diperkirakan dapat menjadi sentimen positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan menguat dengan support 5.350 dan resist 5.390. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:INDF [INDF 7,400
Amerika Serikat dan Eropa
Akhir pekan lalu Wall Street bergairah, melanjutkan sentimen positif yang berhembus dari Eropa. Menguatnya kembali harga minyak mentah global ke atas US$50 per barel, memicu reli di bursa saham dengan harapan bahwa harga minyak sudah mencapai titik terendah. Pasar tidak terlalu mempedulikan data penjualan ritel, yang mencatatkan penurunan 0,8% pada Januari lalu.
S&P 500 ditutup kenaikan 0,dengan mencatatkan rekor pertama pada 2015, naik 2,02% ke posisi 2.096,99, terangkat oleh kenaikan harga saham di sektor energi.
Dow Jones Industrial berakhir di level 18.019,35, naik 1,09% dibanding sehari sebelumnya.
Nasdaq naik 3,15% ke titik 4.893,84, tertinggi sejak sejak Maret 2000.
Harga ETF Indonesia yang diperdagangkan di bursa New York (EIDO) akhir pekan lalu ditutup di posisi 27,72, naik 0,58%.
Bursa saham utama Eropa menutup akhir pekan lalu dengan reli dan membukukan kenaikan. Perbaikan data produk domestik bruto Jerman sebagai mesin pertumbuhan zona euro, mendongkrak kenaikan PDB zona euro semester IV/2014, sebesar 0,3%, melebihi perkiraan analis.
DAX Frankfurt ditutup di level 10.963,40 setelah untuk pertama kalinya sempat menyentuh level 11.013,85 (intraday).
FTSE 100 London berakhir dengan kenaikan 0,67% menjadi 6.873,52.
CAC 40 Paris naik 0,70% ke posisi 4.759,36, tertinggi sejak Juni 2008.
Nilai Tukar Dolar AS
Pertumbuhan ekonomi Jerman yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong penguatan euro jelang akhir pekan lalu. Data awal indeks sentimen konsumen Februari, yang mengukur sentimen konsumen terhadap perekonomian melemah dari 98,1 pada Januari lalu menjadi 93,6. Melemahnya sejumlah data indikator ekonomi AS menekan nilai tukar dolar AS terhadap yen dan sejumlah mata uang lain. Indeks nilai tukar dolar terhadap enam mata uang utama dunia turun menjadi 85,42 setelah mencapai titik terendah dalam sepekan sebesar 95,379.
Analis memperkirakan, volatilitas rupiah hari ini diperkirakan berada di jalur apresiasi didorong oleh depresiasi nilai tukar dollar AS dan sejumlah sentimen positif dari Eropa.
Nilai Tukar Dolar AS pada akhir perdagangan New York(5:05 PM EST 2/13/2015)
| last(mid) | change | % chg | |
| Euro (EUR/USD) | 1.1391 | -0.0013 | -0.11% |
| Pound (GBP/USD) | 1.5397 | 0.0013 | 0.08% |
| Yen (USD/JPY) | 118.80 | -0.30 | -0.25% |
| Yuan (USD/CNY) | 6.2446 | -0.0015 | -0.02% |
| Rupiah (USD/IDR) | 12726 | -54 | -0.42% |
Komoditas
Harga minyak mentah kembali mencatatkan kenaikan akhir pekan lalu. Harga minyak Brent untuk pertama kalinya menembus angka US$61 per barel sejak awal tahun lalu, didorong oleh optimisme pertumbuhan ekonomi zona euro yang melebihi perkiraan. Pengurangan produksi sejumlah produsen juga ikut mendongkrak harga minyak. Analis menyebutkan, pasar menilai harga minyak telah mencapai harga terendah US$45-US$50 per barel. Namun sebagian analis meyakini kenaikan tersebut hanya sesaat, dan masih berpotensi turun kembali.
Pelemahan nilai tukar dolar AS mengangkat harga emas sedikit lebih tinggi dengan membukukan keniakan sekitar 1%. Persiapan China menghadapi Tahun Baru Imlek, sedikit mendongkrak harga emas karena investor memarkir dananya ke emas seiring dengan menurunnya aktivitas bisnis. Pasar menunggu hasil kelanjutan perundingan utang Yunani sebelum memutuskan untuk kembali memburu logam mulia itu.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka5:27 PM EST 2/13/2015
| delivery | last | change | % chg | Market | |
| Crude Oil | Mar 15 | 52.65 | 1.44 | 2.81% | NYMEX |
| Brent Crude | Apr 15 | 61.41 | 2.13 | 3.59% | ICE EU |
| Gold | Apr 15 | 1227.9 | 7.2 | 0.59% | COMEX |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Sentimen_Positif_Akhir_Pekan_Lalu_Diharapkan_Akan_Berlanjut&level2=newsandopinion&id=3396804&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VOFNGuasVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar