About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Rabu, 25 Februari 2015

Market Brief : Minim Sentimen Positif, Bursa Global Mixed

Ipotnews - Bursa saham utama Asia pagi ini (26/2) dibuka mixed, mengikuti akhir perdagangan di bursa saham AS dan Eropa. Pasar menanggapi dingin testemoni hari kedua Ketua Federal Reserve Janet Yellen di depan Komite Jasa Keuangan AS dini hari tadi. Indeks nikkei 225 Jepang dibuka dengan mencatatkan kenaikan tipis 0,3% terdorong oleh kenaikan di sektor perbankan. Sebaliknya indeks S&P ASX 200 dibuka melemah 0,3% dan berlanjut ke 0,04% tertekan oleh penurunan harga saham di sektor perbankan dan pertambangan.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan masih akan bermanuver di zona hijau. Sejumlah analis mengekspektasikan IHSG akan mengalami konsolidasi di batas atas dan masih memiliki potensi uptrend jangka pendek setelah kemarin berhasil menembus rekor baru di level 5445. Namun tanpa adanya sentimen positif yang mendukung kenaikan, IHSG berpotensi mengalami pembalikan arah.

Tim Riset Indo Premier memperkirakan, mixed-nya bursa global dapat mengakibatkan bervariasinya pergerakan indeks. Indeks harga saham gabungan diprediksi akan mixed dengan kecenderungan menguat, support 5.425 dan resist 5.465. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: JSMR [JSMR 7,075 25 (+0,4%)], LINK [LINK 5,475 350 (+6,8%)], BBCA [BBCA 14,100 50 (+0,4%)] dan AALI [AALI 24,500 300 (+1,2%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Bursa Saham Wall Street pagi tadi berakhir mixed cenderung flat. Kenaikan harga minyak dan perbaikan data perumahan mengangkat indeks Dow Jones sehingga mencatatkan rekor baru untuk ketiga kalinya sepanjang tahun ini. Namun indeks S&P 500 melorot setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday.

Dow Jones Industrial Average naik 0,08% (15,38 poin), dengan mencatatkan rekor baru 18.224,57.
S&P 500 tergelincir 0,08% (1,62 poin), ke leveel 2.133,86.
Nasdaq Composite terangkat 0,02% (0,98 poin) gagal menembus level 5000  dan berakhir di 4.967,14.

Harga ETF saham Indonesia yang diperdagangkan di Wall Street naik 0,25% (0,07 poin) menjadi US$27,82.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir mixed cenderung melemah, setelah sehari sebelumnya mencatatkan kenaikan dan berhasil mendorong indeks FTSE 100 menembus rekor baru. Aksi ambil untung mewarnai perdagangan, dan investor memfokuskan perhatiannya pada perlambatan pendapatan sejumlah emiten.

FTSE 100, London melorot 0,21%, ditutup di level 6.935,38.
DAX 30 Frankfurt sedikit meningkat 0,04% berakhir di level 11.210,27.
CAC 40 Paris melemah 0,09% berlabuh di level 4.882,22.

Nilai Tukar Dolar AS

Kurs dollar AS melemah terhadap mata uang utama dunia, pagi tadi, tertekan oleh pernyataan Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen di Komite Jasa Keuangan AS. Yellen memastikan bahwa The Fed hanya akan menaikkan suku bunga jika mendukung perekonomian dan memperhatikan perbaikan pasar tenaga kerja dari waktu ke waktu. Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia turun turun 0,28 persen. Rupiah diperkirakan masih akan terdepresiasi meskipun nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia mengalami pelemahan.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot 
(5:48 PM EST 17/2/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.1364
0.0003
0.03%
Pound (GBP/USD)
1.5532
0.0002
0.01%
Yen (USD/JPY)
118.85
-0.01
-0.01%
Yuan (USD/CNY)
6.2595
0.0000
0.00%
Rupiah (USD/IDR)
12863
-9.00
-0.07%
US Dollar Index
94.21
-0.27
-0.28%
Sumber : WSJ.com,25/2/2015

Komoditas 

Harga minyak mentah dunia bangkit kembali, meskipun Departemen Energi AS merilis laporan persediaan minyaknya pada 20 Februari yang mencapai 434,1 juta barel, atau naik lebih dari dua kali lipat dari perkiraan. Para trader memusatkan perhatian pada elemen positif laporan tersebut yang menyebutkan bahwa stok bahan bakar minyak bensin, solar dan minyak pemanas AS mengalami penurunan. Kenaikan harga minyak juga  didukung oleh lapaoran bahwa produksi ladang minyak Libya dihentikan lantaran putusnya pasokan listrik.

Harga emas juga mengalami kenaikan, terdorong oleh pernyataan Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga. Kembalinya para pembeli emas China ke pasar, setelah liburan panjang Tahu Baru Imlek, meningkatkan permintaan dan mengangkat harga emas di bursa Asia.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka
5:28 PM EST 2/25/2015


Delivery
last
change
% chg
Market
WTI Crude Oil
Apr 2015
51.03
1.75
3.55%
NYMEX
Brent Crude
May 2015
62.48
3.04
5.11%
ICE EU
Gold
Apr 2015
1203.7
6.4
0.53%
COMEX
Sumber WSJ.com 25/2/2015

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief___Minim_Sentimen_Positif__Bursa_Global_Mixed&level2=newsandopinion&id=3417837&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VO6Bk3ysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news