Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan juga akan mixed dipengaruhi oleh sikap investor yang "wait and see" di tengah minimnya sentimen positif, setelah kemarin berhasil menembus rekor baru di level 5.451,42. Analis melihat adanya potensi koreksi minor meskipun lajju IHSSG masih berada di jalur uptrend.
Tim Riset Indo Premier memperkirakan pergerakan indeks masih akan mengalami tekanan akibat dari sentimen negatif melemahnya harga minyak dunia dan mixed-nya bursa global. IHSG diprediksi akan mixed dengan kecendrungan menguat, support 5.430 dan resist 5.465. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INAF [INAF 332
Amerika Serikat dan Eropa
Laju indeks di bursa Wall Street pagi tadi bergerak mixed, dipengaruhi oleh sentimen positif  investor terhadap kenaikan laju inflasi dan perbaikan kinerja emiten. Namun dipihak lain, isu penurunan harga minyak dan pelemahan data pekerjaan, meredam laju sejumlah indeks. Dipicu oleh laju kinerja sejumlah emiten di sektor teknologi, Indeks Nasdaq Composite terus terdorong naik namun kembali gagal menembus level 5.000. Indeks S&P menyusut, terganggu oleh penurunan harga minyak.
Nasdaq Composite melaju 0,42% (20,75 poin), berhenti di level 4.987,89.
Dow Jone Industrial Average tergelincir 0,06% (10,15 poin) jatuh ke level 18.124,42.
S&P 500 merosot 0,15%, ke level 2.110,74.
Harga ETF saham Indonesia yang diperdagangkan di Wall Street, naik 0,29% (0,08 poin) menjadi US$27,90.
Sejumlah indeks di bursa saham utama Eropa tadi malam berlomba menembus rekor baru. Indeks FTSE 100 dan DAX 30 menembus rekor penutupan tertinggi , dipicu oleh sentimen positif investor terhadap pidato pimpinan Federal Reserve Janet Yellen yang mengindikasikan belum akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini, dan melemahnya data pengangguran Februari di Jerman yang mencapai angka terendah sejak reunifikasi tahun 1990.
FTSE 100, London naik 0,21%, menutup perdagangan di level 6.949,73.
DAX 30, Frankfurt melambung 1,04%, bertengger di level 11.327,19.
CAC 40, Paris melesat 0,58%, berakhir di level 4.910,62
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia pagi ini menguat didorong oleh meningkatnya data inflasi sehingga memberi tekanan kepada Federal Reserve AS untuk membuka jalan bagi kenaikan suku bunga. Indeks dolar AS naik 1,14% menjadi 95,27. Ketika harga minyak terus menurun sehingga meredam laju inflasi AS, data Tenaga Kerja AS memperlihatkan adanya tekanan terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai area. Analis diperkirakan akan menggunakan data tersebut untuk memperingatkan kemungkinan akan terjadinya deflasi dan mendorong The Fed untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
(5:43 PM EST 2/26/2015)
| last(mid) | change | % chg | |
| Euro (EUR/USD) | 1.1200 | 0.0001 | 0.01% |
| Pound (GBP/USD) | 1.5413 | 0.0007 | 0.05% |
| Yen (USD/JPY) | 119.39 | -0.03 | -0.02% |
| Yuan (USD/CNY) | 6.2567 | -0.0005 | -0.01% |
| Rupiah (USD/IDR) | 12872 | -1 | -0.01% |
| US Dollar Index | 95.27 | 1,07 | 1,14% |
Komoditas
Harga minyak dunia turun tajam pagi ini, setelah pasar merespons berlebihnya pasokan global, yang diperparah oleh tingginya produksi AS dan melemahnya permintaan akibat perlambatan perekonomian dunia. Analis berpendapat, kenaikan harga minyak mentah WTI maupun Brent yang terjadi kemarin (Rabu,26/2), karena para trader lebih fokus pada laporan positif Departemen Energi AS yang menyebutkan penurunan stok bensin dan solar.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada pagi ini, setelah data resmi menunjukkan klaim pengangguran Amerika Serikat meningkat. Investor cenderung mengalihkan aset mereka ke produk investasi yang lebih aman ketika ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Masuknya kembali China ke pasar emas, setelah libur Tahun Baru Imlek, terus mendorong harga emas. Namun penguatan nilai tukar dolar meredam laju harga emas.
Harga Komoditas di Bursa Berjangka
5:15 PM EST 26/2/2015
| Delivery | last | change | % chg | Market | |
| WTI Crude Oil | Apr 2015 | 48.92 | -2.07 | -4.06% | NYMEX |
| Brent Crude | May 2015 | 61.23 | -1.12 | -1.80% | ICE EU |
| Gold | Apr 2015 | 1209.3 | 7.8 | 0.65% | COMEX |
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Bursa_Global_Variatif__IHSG_%3Ci%3EWait_and_See%3C_i%3E&level2=newsandopinion&id=3420479&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VO_M5nysVWI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar