About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Kamis, 26 Februari 2015

Market Brief: Bursa Global Variatif, IHSG Wait And See

Ipotnews - Bursa saham utama Asia pagi ini dibuka bervariasi mengikuti penutupan bursa saham Wall Street yang minim sentimen positif akibat melemahnya harga minyak. Kendati demikian indeks Nikkei 225 pagi ini terus melaju berupaya memperbaiki rekor tertinggi dalam 15 tahun yang kemarin sudah terlampaui. Meskipun data inflasi konsumen Januari yang dirilis pagi ini hanya mencapai 0,2%, lebih rendah dari perkiraan dan turun dibanding Desember yang mencapai 0,5%, namun Nikkei 225 dibuka melaju 0,3%. Harga saham emiten eksportir melesat didorong oleh pelemahan yen terhadap dolar AS. Sebaliknya bursa saham Australia melempem, ditandai dengan merosotnya indeks S&P ASX 200 sebesar 0,4% yang dipengaruhi oleh melemahnya harga saham emiten energi akibat melemahnya harga minyak.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan juga akan mixed dipengaruhi oleh sikap investor yang "wait and see" di tengah minimnya sentimen positif, setelah kemarin berhasil menembus rekor baru di level 5.451,42. Analis melihat adanya potensi koreksi minor meskipun lajju IHSSG masih berada di jalur uptrend.

Tim Riset Indo Premier memperkirakan pergerakan indeks masih akan mengalami tekanan akibat dari sentimen negatif melemahnya harga minyak dunia dan mixed-nya bursa global. IHSG diprediksi akan mixed dengan kecendrungan menguat, support 5.430 dan resist 5.465. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INAF [INAF 332 24 (+7,8%)], PWON [PWON 555 15 (+2,8%)], UNTR [UNTR 20,000 -100 (-0,5%)] dan LSIP [LSIP 1,835 20 (+1,1%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Laju indeks di bursa Wall Street pagi  tadi bergerak mixed, dipengaruhi oleh sentimen positif  investor terhadap kenaikan laju inflasi dan perbaikan kinerja emiten. Namun dipihak lain, isu penurunan harga minyak dan pelemahan data pekerjaan, meredam laju sejumlah indeks. Dipicu oleh laju kinerja sejumlah emiten di sektor teknologi, Indeks Nasdaq Composite terus terdorong naik namun kembali gagal menembus level 5.000. Indeks S&P menyusut, terganggu oleh penurunan harga minyak.

Nasdaq Composite melaju 0,42% (20,75 poin), berhenti di level 4.987,89.
Dow Jone Industrial Average tergelincir 0,06% (10,15 poin) jatuh ke level 18.124,42.
S&P 500 merosot 0,15%, ke level 2.110,74.

Harga ETF saham Indonesia yang diperdagangkan di Wall Street, naik 0,29% (0,08 poin) menjadi US$27,90.

Sejumlah indeks di bursa saham utama Eropa tadi malam berlomba menembus rekor baru. Indeks FTSE 100 dan DAX 30 menembus rekor penutupan tertinggi , dipicu oleh sentimen positif investor terhadap pidato pimpinan Federal Reserve Janet Yellen yang mengindikasikan belum akan menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun ini, dan melemahnya data pengangguran Februari di Jerman yang mencapai angka terendah sejak reunifikasi tahun 1990.

FTSE 100, London naik 0,21%, menutup perdagangan di level 6.949,73.
DAX 30, Frankfurt melambung 1,04%, bertengger di level 11.327,19.
CAC 40, Paris melesat 0,58%, berakhir di level 4.910,62

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia pagi ini menguat didorong oleh meningkatnya data inflasi sehingga memberi tekanan kepada Federal Reserve AS untuk membuka jalan bagi kenaikan suku bunga. Indeks dolar AS naik 1,14% menjadi 95,27. Ketika harga minyak terus menurun sehingga meredam laju inflasi AS, data Tenaga Kerja AS memperlihatkan adanya tekanan terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai area. Analis diperkirakan akan menggunakan data tersebut untuk memperingatkan kemungkinan akan terjadinya deflasi dan mendorong The Fed untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot 
(5:43 PM EST 2/26/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.1200
0.0001
0.01%
Pound (GBP/USD)
1.5413
0.0007
0.05%
Yen (USD/JPY)
119.39
-0.03
-0.02%
Yuan (USD/CNY)
6.2567
-0.0005
-0.01%
Rupiah (USD/IDR)
12872
-1
-0.01%
US Dollar Index
95.27
1,07
1,14%
Sumber : WSJ.com,26/2/2015

Komoditas 

Harga minyak dunia turun tajam pagi ini, setelah pasar merespons berlebihnya pasokan global, yang diperparah oleh tingginya produksi AS dan melemahnya permintaan akibat perlambatan perekonomian dunia. Analis berpendapat, kenaikan harga minyak mentah WTI maupun Brent yang terjadi kemarin (Rabu,26/2), karena para trader lebih fokus pada laporan positif Departemen Energi AS yang menyebutkan penurunan stok bensin dan solar.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada pagi ini, setelah data resmi menunjukkan klaim pengangguran Amerika Serikat meningkat. Investor cenderung mengalihkan aset mereka ke produk investasi yang lebih aman ketika ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Masuknya kembali China ke pasar emas, setelah libur Tahun Baru Imlek, terus mendorong harga emas. Namun penguatan nilai tukar dolar meredam laju harga emas.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka
5:15 PM EST 26/2/2015


Delivery
last
change
% chg
Market
WTI Crude Oil
Apr 2015
48.92
-2.07
-4.06%
NYMEX
Brent Crude
May 2015
61.23
-1.12
-1.80%
ICE EU
Gold
Apr 2015
1209.3
7.8
0.65%
COMEX
Sumber WSJ.com 26/2/2015

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Bursa_Global_Variatif__IHSG_%3Ci%3EWait_and_See%3C_i%3E&level2=newsandopinion&id=3420479&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VO_M5nysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news