About

IPOTFUND menjual Reksadana lebih dari 241 produk reksa dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham dari 39 Manajer Investasi ternama di Indonesia yang berada di bawah naungan OJK.

Selasa, 24 Februari 2015

Market Brief: Bursa Eropa Dan AS Melesat, Asia Mixed

Ipotnews - Pencatatan rekor baru indeks di sejumlah bursa saham Eropa dan AS, serta menghijaunya bursa pada penutupan bursa kemarin, tak berlanjut di bursa saham Asia pagi ini (25/2). Bursa saham Asia dibuka mixed, menunggu rilis kinerja sektor manufaktur China versi HSBC (China flash Purchasing Manager's Index) yang akan dirilis hari ini. Hasil Polling Reuters mengindikasikan adanya penurunan Indeks PMI China pada Februari lalu menjadi 49,5 dari 49,7 pada sebuan sebelumnya.

Indeks Nikkei 22 Jepang dibuka dengan mencatatkan penurunan sekitar 0,2%. Indeks S&P ASX 200 juga melorot 0,2% terjegal oleh pelemahan saham di sektor perbankan. Sedangkan Kospi Korea Selatan melesat 0,5% didorong oleh reli sejumlah saham unggulan.

Sejumlah analis memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan tersendat setelah kemarin berhasil menembus rekor baru dan ditutup di level 5.417. Meskipun masih berpotensi melanjutkan penguatan, namun perlu diwaspadai kemungkinan pembalikan arah lantaran pidato pimpinan Federal Reserve AS, Janet Yellen yang dinilai ragu dalam menentukan kenaikan suku bunga.

Namun Tim Riset Indo Premier memperkirakan, penguatan bursa global dapat menjadi sentimen positif bagi indeks. Indeks harga saham gabungan diprediksi akan menguat dengan support 5.395 dan resist 5.435. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 2,905 -5 (-0,2%)], ASII [ASII 8,000 100 (+1,3%)], BMRI [BMRI 11,875 0 (+0,0%)] dan PGAS [PGAS 5,475 50 (+0,9%)].

Amerika Serikat dan Eropa

Pagi tadi bursa saham Wall Street kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan memperbaiki rekor penutupan indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500. Bursa bergairah setelah pidato Janet Yellen yang menyebutkan bahwa The Fed cenderung belum akan menaikkan suku bunga dalam beberapa pertemuan dewan kebijakan The Fed (FOMC).

Dow Jones Industrial Average menguat 0,51% (92,35 poin) ke level 18.209,19.
S&P 500 mendaki 0,28% (5,82 poin) menuju level 2.115,48.
Nasdaq Composite bergeser ke atas 0,14% (7,15 poin) ke level 4.968,12.

Harga ETF saham Indonesia yang ditransaksikan di Wall Street naik 0,73% (0,20 poin) menjadi US$27,75.

Sebelumnya, bursa saham utama Eropa, menyambut gembira kesepakatan perpanjangan dana talangan Yunani dengan membukukan kenaikan indeks pada penutupan bursa tadi malam. Indeks utama di bursa saham London meroket menembus level tertinggi pada Desember 1999, dengan mencatatkan rekor baru.

FTSE 100 London naik 0,54% menjadi 6.949,63
DAX 30 Frankfurt melesat 0,67% ditutup di level 11.704,25.
CAC 40 Paris tumbuh 0,50%, berakhir di levell 4.886,44.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia turun setelah pimpiinan The Fed Janet Yellen, menyatakan akan bersabar untuk menaikkan suku bunga. Indeks Dollar turun tipis 0,07 pasca pemaparan Yellen di depan Komie Perbankan Senat AS. Namun nilai tukar dolar terhadap euro sedikit melemah setelah menteri-menteri keuangan zona euro menyetujui proposal perpanjangan dana talangan Yunani. Menguatnya dolar AS dan euro diperkirakan akan memperbesar tekanan terhadap rupiah yang cendrung terdepresiasi.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot New York(5:43 PM EST 2/24/2015)


last(mid)
change
% chg
Euro (EUR/USD)
1.1341
0.0001
0.01%
Pound (GBP/USD)
1.5449
-0.0006
-0.04%
Yen (USD/JPY)
118.96
-0.02
-0.01%
Yuan (USD/CNY)
6.2550
0.0000
0.00%
Rupiah (USD/IDR)
12876
0
0.00%
US Dollar Index
94.50
0.06
-0.07%
Sumber : WSJ.com,24/2/2015

Komoditas

Patokan harga minyak mentah dunia masih tak berdaya menghadapi masalah melimpahnya cadangan dan pasokan minyak global. Pertumbuhan ekonomi yang rendah dan minimnya sinyal penurunan produksi terus menekan harga minyak mentah WTI dan Brent. Hasil polling Bloomberg News bahkan mengindikasikan adanya peningkatan cadangan minyak sebesar 3,75 juta barel pada pekan lalu, dibanding cadangan sepekan sebelumnya sebesar 425,6 juta barel. Pasokan minyak global masih bertambah lagi dengan mengalirnya kembali pasokan dari ladang minyak di timur Libya, setelah perbaikan pipa distribusi.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange kembali mengalami tekanan penurunan hari ini, terdampak oleh meredanya krisis keuangan Yunani pasca persetujuan perpanjangan dana talangan oleh negara-negara zona euro. Investor menjauh dari aset "safe haven" logam mulia, dan beralih ke aset-aset yang lebih menguntungkan. Para analis percaya bahwa prospek jangka pendek untuk emas negatif, dan volume transaksi akan tetap rendah setidaknya sampai China dan negara-negara Asia lainnya kembali dari liburan Tahun Baru Imlek.

Harga Komoditas di Bursa Berjangka5:14 PM EST 2/24/2015


Delivery
last
change
% chg
Market
Crude Oil
Apr 2015
49.16
-0.29
-0.59%
NYMEX
Brent Crude
May 2015
59.32
-0.33
-0.55%
ICE EU
Gold
Apr 2015
1200.8
0.0
0.00%
COMEX
Sumber WSJ.com 24/2/2015

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Bursa_Eropa_dan_AS_Melesat__Asia_Mixed&level2=newsandopinion&id=3415136&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VO0vX3ysVWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger news